• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Tag Archives: indonesia

Politik Luar Negeri Indonesia

15 Sunday Jul 2012

Posted by Setiawan in Books

≈ Leave a comment

Tags

Books, buku, indonesia, politik luar negeri

Prinsip ideal politik luar negeri Indonesia telah dinyatakan sebagai “bebas dan aktif”. Prinsip ini dikemukakan pertama kali pada bulan September 1948 oleh Almarhum Mohammad Hatta, Wakil Presiden yang pertama kali merangkap Perdana Menteri. Prinsip bebas dan aktif ini dipilih untuk menolak tuntutan sayap kiri agar Republik berpihak pada Uni Soviet, dengan demikian juga untuk menghindarkan diri dari tuduhan Belanda, dan juga untuk membuat jarak dengan Amerika Serikat. Disamping itu juga dimaksudkan sebagai upaya mendefinisikan peranan yang tepat bagi Indonesia dalam konflik antara dua negara besar. Pengelolaan tertib kawasan Asia Tenggara seperti yang dikehendaki Indonesia diikuti pula dengan pendekatan baru terhadap wilayah-wilayah lain, isyu-isyu internasional dan lembaga-lembaga internasional. Prinsip Lingkaran Konsentris (concentric circle) merupakan salah satu faktor yang turut mempengaruhi politik luar negeri Indonesia saat ini. Prinsip Lingkaran Konsentris mencerminkan pola penyusunan prioritas dalam praktek politik luar negeri sehingga mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pembangunan nasional. Di dalam Lingkaran Konsentris inilah Asia Tenggara dan Pasifik Barat Daya menempati lingkaran terdalam yang bermakna kawasan Asia Tenggara menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan politik luar negeri RI semenjak Orde Baru Berkuasa. Berdasarkan Prinsip Lingkaran Konsentris inilah Indonesia berusaha mewujudkan stabilitas politik dan keamanan serta kerjasama antar negara-negara di wilayah Asia Tenggara khususnya dalam kerangka ASEAN.

Buku Politik Luar negeri dapat dipesan melalui:

http://www.leutikaprio.com/produk/110218/sosial_politik/1211698/politik_luar_negeri_indonesia/11061570/asep_setiawan

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Islamising Indonesia The Rise of Jemaah Tarbiyah and the Prosperous Justice Party (PKS)

13 Thursday Jan 2011

Posted by Setiawan in Archives, indonesia

≈ Leave a comment

Tags

indonesia, Islam, politics

The Prosperous Justice Party (PKS) is the most interesting phenomenon in contemporary Indonesian politics. Not only is it growing rapidly in membership and electoral support, it is also bringing a new and markedly different approach to Islamic politics, one which has no precedent in Indonesian history.Understanding PKS and analysing its political behaviour presents challenges to scholars and observers. This is partly due to the fact that the party represents a new trend within Indonesian Islam which has few parallels with preceding movements.Yon Machmudi has rendered us a valuable service. In this book, he provides a thoughtful and authoritative context for viewing PKS. He critiques the existing categorisations for Indonesian Islam and points to their inadequacy when describing the PKS and the campus-based Tarbiyah movement from which it sprang. He reworks the santri typology, dividing it into convergent, radical and global substreams. This offers new possibilities for explaining the PKS phenomenon and assists in differentiating between various types of Islamic revivalism in contemporary Indonesia. It also allows a more understanding of the accommodatory stance which PKS has towards the state and other political forces.Yon’s text provides a good overview of the development of PKS from its Tarbiyah movement origins to its impressive success at the 2004 general elections. It considers the party’s attitude towards the issues of sharia implementation and community welfare and closes by examining the future challenges facing PKS.It is a well written and authoritative account from a scholar who has done wideranging research on the party.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Indonesia hadapi Dark Forces

09 Monday Aug 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Tags

dark forces, indonesia, jakarta

night view of Jakarta, Indonesia
Image via Wikipedia

Indonesia sedang dalam perubahan menuju lebih baik meski dark forces – meminjam istilah ksatria jedi – masih kuat. Ini kesan ketika bertugas selama di Jakarta.Kekuatan kstria jedi dengan berbagai cara melalui hukum , lsm, ormas, lsm atau gerakan spontan menggeliat tetapi masih belum cukup menumbangkan dark forces yg tidak terlihat. Kekuatan gelap ini ada tetapi sulit diraba wujudna. Dia ada di suprastruktur tetapi juga di infratruktur.Ada beberapa catatan soal kepentingan dark forces ini.Pertama, uang. Money means power. Uang berarti kekuasaan. Kekuasaan untuk menguasai, membeliN mengendalikan, mempertahankan kelompok atau prib adi atau ideologi.Kedua, kekuasaan. Terkait erat dengan yang pertama dark forces ini berusaha melanggengkan posisinya agar kekayaan tetap terjaga. Elit penguasa ini akan berusaha dengan segala cara menjaga dirinya meski harus mengorbankan pihak lain. Sayangnya mereka lupa akan pelajaran dari rejim Orde Baru yang tumbang saat penguasanya paranoid terhadap perubahan.Ketiga, kelompok penguasa bisnis yang dengan segala cara membuat dirinya besar.Namun tidak hanya dengan memutar dana tetapi dengan cara cara licik, mempermainkan bank dan berusaha menghindari pajak.Keempat, dark forces masih ada di level pegawai pemerintah, badan usaha dan aparat penegak hukum serta keamanana. Mereka adalah pemegang birokrasi tetapi pada saat sama para pelanggar aturan. Meski jumlahnya sedikit peran mereka kadang penting dan menentukan.

Enhanced by Zemanta

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...
 

    %d