Coronavirus Pandemic and Changing of Global Politics

Featured

Tags

, , , ,

Some scholars view that corona virus pandemic has influence the way global politics on process. The changes would be in interaction among countries, organization and even people. Countries’ s border as can be seen nowadays already in very tight supervision. One of implication of border issues is no regular flight in and out in easy way.

Transportation is one field which already felt it. Several airlines in the world even the most profitable one should adjust the new situation. After five month since January when covid-19 was still in China, some airlines has talked on reducing its staff. Some airline companies has grounded most of its air fleet.

Other implication of Covid-19 is related to economic situation at almost all countries. As transportation restriction become common in the world, goods traffic are also on halted. Export and import of manufacturing good except essential one like food and medicine might decline more than 50%. It means that export countries could send their product and in same time importing country could received regular product.

In one side, relations among countries mostly depend on importance of issues and needed. Political issues among countries might in less important compare to survival measures in every countries to keep Covid-19 contained and to make people secure. It could be solidarity in the world in raised compare to conflict mood.

However, one of prediction of Covid-19 is the raising of China in world scene. The China – origin of Covid-19 – in very short time could contain and recover from the disease. At least the China’s decisive responses to the pandemic has gave the country ability to maneuver in the world. For example, global diplomacy of China has helped it to establish image as strong and capable country. In this particular situation, China seems be viewed as winner one compare with US, for example. ***

Buku Baru: Diplomasi Kesehatan Global Indonesia di era Pandemi COVID-19

Tags

, , , ,

Buku ini masih dapat proses penyusuna yang menggambarkan bagaimana Indonesia melakukan diplomasi kesehatan pada satu tahun terakhir di era Pandemi Global COVID-19.

Pandemi Covid-19 telah menjadi isu kesehatan global karena mempengaruhi hampir semua negara di dunia pada tahun 2020. Pengaruh dari pandemi ini terutama terhadap kesehatan penduduk di sebuah negara. Banyak warga dari berbagai negara meninggal atau sakit karena terkena pandemi Covid-19 ini. Akibatnya, setiap pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan termasuk para tenaga kesehatannya.

Pandemi Covid-19 telah menjadi isu global karena mewabah di seluruh dunia. WHO menetapkan Pandemi Covid-19 sebagai wabah dunia 11 Maret 2020 setelah muncul pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei Desember 2019. Data sampai Desember 2020 menunjukkan sudah 79,7 juta kasus dengan meninggal sempai 1,75 juta orang. Tingkat kesembuhan mencaai 44,9 juta orang. Sedangkan  Indonesia mengumumkan kasus positif Covid-19 pada 2 Maret 2020 dan pada pertengahan Desember terdapat 707.000 positif, sekitar 20.994 meninggal dan 577.000 sembuh.

Lebih dari itu pandemi telah mempengaruhi juga kinerja ekonomi sebuah negara karena ancaman Covid-19 menyebabkan lumpuhnya kegiatan ekonomi. Berbagai data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi negara di dunia menurun karena Covid-19 ini. Dengan demikian ancaman kesehatan global dari Pandemi ini memberikan dampak dari sisi kesehatan masyarakat dan juga kinerja ekonomi.

Dengan situasi seperti itu setiap negara, termasuk Indonesia, menghadapi ancaman Covid-19 baik dari sisi kesehatan dan ekonomi. Politik luar negeri menjadi salah satu instrumen dalam melindungi negara menghadapi ancaman pandemi. Dari sinilah tampak adanya hubungan antara isu kesehatan global yakni pandemi dengan politik luar negeri sebuah negara termasuk Indonesia dalam menghadapi pandemi.

Dalam Sidang Sidang ke-75 Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa yang digelar secara virtual, 23 September 2020 Presiden Joko Widodo menyatakan perlunya kerjasama agar semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dengan harga terjangkau. Ditambahkan bahwa vaksin akan menjadi game changer dalam perang melawan Covid-19.[1]

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan Indonesia melakukan tiga refocusing prioritas kerja diplomasi Indonesia.[2] Fokus pertama adalah perlindungan terhadap WNI, fokus kedua adalah membantu pemerintah mengelola pandemi dari sisi kesehatan maupun dampak sosial ekonomi. Sedangkan fokus keiga adalah berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas dunia. Terkait dengan kontribusi terhadap stabilitas dunia, Menlu mengatakan, Indonesia bersama dengan 5 negara lainnya juga telah menginisiasi resolusi Majelis Umum PBB pertama mengenai COVID-19 yaitu ‘Global solidarity to fight the coronavirus disease 2019’.

Diplomasi kesehatan global Indonesia juga dilakukan melalui Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organisation (WHO. Direktur Sosial-Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri Kamapradipta Isnomo menjelaskan, bahwa saat ini Indonesia telah menjadi anggota Executive Board WHO untuk periode 2017-2021.[3] Di WHO inilah Indonesia memberikan kontribusi kepada kesehatan global dengan mendukung tata kelola sharing of virus dan akses mendapatkan vaksin agar vaksin dapat dimanfaatkan oleh siapapun.

Diplomasi kesehatan ini juga dilakukan bersama Kementerian Kesehatan. Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan Indonesia melakukan sejumlah Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Kesehatan dari 3 MoU pada tahun 2016 menjadi 22 MoU dengan negara sahabat.[4] Sebagai tindak lanjut dari MoU, telah disusun Joint Action Plan (JAP), Plan of Action (PoA) dan dilaksanakannya Joint Working Group (JWG) serta berbagai program implementasi.


[1] Genjot Diplomasi demi Vaksin Covid-19.https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/ekonomi/genjot-diplomasi-demi-vaksin-covid-19. Diakses 27 Desember 2020.

[2]Diplomasi Masa Pandemi, Menlu Lakukan 3 Refocusing Prioritas Kerja. https://news.detik.com/berita/d-5226797/diplomasi-masa-pandemi-menlu-lakukan-3-refocusing-prioritas-kerja. Diakses 27 Desember 2020.

[3]Lawan Pandemik Covid-19 Melalui Diplomasi Kesehatan Global. https://mediaindonesia.com/humaniora/313543/lawan-pandemik-covid-19-melalui-diplomasi-kesehatan-global. Diakses 26 Desember 2020.

[4]Kemenkes Harus Siap Jalani Diplomasi Kesehatan di Era New Normal. https://www.kemkes.go.id/article/print/20070200002/kemenkes-harus-siap-jalani-diplomasi-kesehatan-di-era-new-normal.html. Diakses 27 Desember 2020.

International Perspective on Terrorist Attack in Indonesia

Tags

,

Suicide bomber attack on a church in Makassar, South Sulawesi on March marks the existence of terrorism movement in Indonesia. This attack show that terror group remain active in whole area of the nation. The involvement a female in latest attack added significant mark on this tragedy.

In addition, following attack to police headquarter in Jakarta on March was evident on the force of terrorism in Indonesia. Even though terror action in Indonesian capital caused no victim other than female attacker, the incident made nation shaken. This attack symbolizes of the power of terrorist groups.

The article analyses international factor in terrorist movement in the country. Firstly, impact of Islamic radical ideology in Indonesian terrorist group. Secondly, the role of digital platform including media social on strength of terrorist group. Thirdly, impact of international terrorist organization on local movement. (to be continued)

Akses Buku Melalui Google Books

Saat ini dengan mudah setiap orang dapat mengakses buku baru melalui google book. Beberapa buku yang saya tulis sudah bisa diakses dengan mudah dan murah

https://play.google.com/store/books/details/Asep_Setiawan_Diplomasi_Ekonomi_Indonesia_di_Asia?id=BLoREAAAQBAJ

Untuk Dinamika Timur Tengah juga tinggal klik di google books app

https://play.google.com/store/books/details/Asep_Setiawan_Dinamika_Timur_Tengah?id=wP2CDwAAQBAJ