London Guide dari The Telegraph

Apa yang Anda lakukan seandainya ada kesempatan ke London? Sebuah panduan singkat dan menarik serta presentasi multimedia bisa disimak di London Guide dari The Telegraph, sebuah surat kabar di Inggris.London Guide menyajikan artikel dan multimedia menarik seperti five top things to do in London.

Resolusi tahun 2011

Tags

,

Biasanya setiap tahun baru apakah hijriyah atau masehi, saatnya membuat resolusi, janji-janji dan rencana untuk tahun 2011. Resolusi ini berisi beberapa langkah selama 52 minggu, 12 bulan untuk melaksanakan setiap langkah menuju cita-cita yang lebih dekat.Apakah Anda sudah memiliki resolusi 2011? Sebaiknya segera menyusunnya agar langkah-langkah ke depan lebih baik lagi. Istilahnya hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.Apapun yang kita rancang dengan 2011 baik di bidang studi maupun profesional ada beberapa pilar penting. Dengan melihat format yang disusun oleh Steven Covey kita jangan terjebak dalam rencana segmen waktu. Yang penting katanya rencana itu disusun dalam kerangka tujuan hidup yang lebih luas.Poin penting dalam resolusi itu adalah bersfiat profesional seperti pekerjaan, karir atau bisnis. Apa yang akan dilakukan dalam dunia profesi anda selama 2011.Kemudian poin lainnya bersifat keluarga. Apakah Anda single atau sudah berkeluarga penting membuat sasaran tahun 2011 yang jelas. Misalnya sekolah anak atau rencana pembelian rumah atau kendaraan baru.Poin yang tidak bisa dilupakan bersifat pengembangan pribadi. Dalam hal ini tangga perjalanan spiritual sebaiknya dimasukkan. Apakah ada rencana umroh atau haji?Apakah ada rencana ziarah. Selain itu pengembangan yang ada kaitan dengan perbaikan skill seperti bahasa dan manajemen.Semoga bermanfaat

Islamising Indonesia The Rise of Jemaah Tarbiyah and the Prosperous Justice Party (PKS)

Tags

, ,

The Prosperous Justice Party (PKS) is the most interesting phenomenon in contemporary Indonesian politics. Not only is it growing rapidly in membership and electoral support, it is also bringing a new and markedly different approach to Islamic politics, one which has no precedent in Indonesian history.Understanding PKS and analysing its political behaviour presents challenges to scholars and observers. This is partly due to the fact that the party represents a new trend within Indonesian Islam which has few parallels with preceding movements.Yon Machmudi has rendered us a valuable service. In this book, he provides a thoughtful and authoritative context for viewing PKS. He critiques the existing categorisations for Indonesian Islam and points to their inadequacy when describing the PKS and the campus-based Tarbiyah movement from which it sprang. He reworks the santri typology, dividing it into convergent, radical and global substreams. This offers new possibilities for explaining the PKS phenomenon and assists in differentiating between various types of Islamic revivalism in contemporary Indonesia. It also allows a more understanding of the accommodatory stance which PKS has towards the state and other political forces.Yon’s text provides a good overview of the development of PKS from its Tarbiyah movement origins to its impressive success at the 2004 general elections. It considers the party’s attitude towards the issues of sharia implementation and community welfare and closes by examining the future challenges facing PKS.It is a well written and authoritative account from a scholar who has done wideranging research on the party.