• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Blog

Menikmati taman kota

24 Saturday May 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 2 Comments

Tags

London, Park

Di London dan sekitarnya, taman merupakan sebuah kekayaan yang tidakada harganya. Di tengah udara yang berpolusi dan kesibukan masyarakatnya, taman bagaikan oase segar. Untungnya, taman atau istilah di London park terawat dengan baik. Entahlah mungkin karena sudah biasa sejak dahulu, ada anggarannya atau karena memang sebuah ciri budaya di Inggris.Dimana-mana memang taman dengan mudah kita jumpai. Di sekitar rumah setidaknya ada empat taman besar, bahkan ada dua park itu dilengkapi dengan danau. Danau ini biasanya tempat hidup bebek dan angsa. Hanya bagi penggemar mengail, bisa dilakukan namun kalau sudah ditangkap harus dilepas lagi. Dan juga harus bayar ! Mana bisa Ada yang seperti ini di Indonesia.Kalau summer seperti sekarang, maka taman menjadi sebuah “surga” melepaskan kepenatan dari kerja dan tugas-tugas berat. Taman menjadi sebuah arena menyegarkan kembali tubuh. Nikmat merenungkan alam di bawah pohon rindang, dengan angin semilir merupakan anugrah sangat besar. Mungkin lebih hebat dari berkunjung ke taman hiburan.Taman kota adalah paru-paru kota. Cuma agaknya kenikmatan bersantai di taman kota tidak bisa diterima semua orang. Mungkin karena kota tidak menyediakan taman atau mungkin manusia serba sibuk sehingga tidak sempat duduk tepekur tentang kebesaran Ilahi.Selain dinikmati hari libur, taman kota menjadi “aula” teman makan siang. Cukup membawa sandwich dan minuman, duduk menikmati roti isi sayur atau keju, lengkaplah peran taman kota.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Mogok guru se-Inggris

27 Sunday Apr 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Kejadian ini muncul Kamis lalu 24 April. Hampir semua guru negeri di Inggris mogok mendesak kenaikan kesejahteraan mereka. Aksi mogok ini serentak. Anak-anak diliburkan.Artinya dua anak saya yang kelas 7 dan kelas 11 dirumahkan, alias diliburkan. Kebetulan lagi off day jadi sekalian saja liburan di rumah bersama keluarga.Anak-anak juga senang rupanya. Libur karena aksi mogok guru. Saya pun terima dua surat sebelumnya yang berkaitan dengan rencana mogok guru ini.Hari yang sama terjadi unjuk rasa di Trafalgar Square.  Tidak hanya itu di berbagai kota Inggris juga para guru turun ke jalan menuntut perbaikan kesejahteraan, perbaikan gaji mereka.Sambil melihat-lihat file ke belakang, maklum meski liburan jadi sibuk di rumah mengasuh anak-anak, ternyata aksi mogok nasional ini pertama kali dalam 21 tahun ini.Mereka menuntut kenaikan lebih dari 2,44 % gaji tahun ini dan kenaikan 2,3 % lagi pada tahun 2009 dan 2010 yang dijanjikan pemerintah. Mereka menghendaki kenaikan itu dinikmati 4 %.Jumlah guru negeri – tidak masuk swasta – di England (bukan Skotlandia dan Wales) mencapai 462.000 orang.Nah dari hasil pencarian data ke BBC News di England ini terdapat 17.361 SD Negeri,  3.343 setingkat SMP-SMA negeri, 1.078 sekolah khusus.Pertanyaannya berapa gaji guru di Inggris ? Para guru pemula menerima gaji per tahun £20.133 kemudian dipotong pajak. Sedangkan guru di London dapat tambahan £4.000.Guru paling berpengalaman mendapatkan gaji £34.281, setara dengan profesional lainnya.Sedangkan kepala sekolah menerima gaji mulai  £39.525 dan bisa mencapai  £100.000 diluar London.Angka-angka ini memang cukup besar dibandingkan negara lainnya seperti Indonesia. Namun para guru ini tetap berpandangan angka inlfasi dan kenaikan energi menjadikan jumlah nominal semakin kecil. Mereka kompak menuntut perbaikan. Apakah akan berhasil? Biasanya dicapai jalan tengah dari tuntutannya itu.Mudah-mudahan guru di negeri Indonesia tercinta akan lebih baik lagi. Meski terdengar banyak keluhan tidak cukup terutama SD dan SMP, namun aksi mogok ini mudah-mudahan jadi inspirasi untuk perbaikan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Dengan (sedih) kembali ke London

20 Sunday Apr 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 1 Comment

Sekitar 10 hari berkeliling beberapa kota di Indonesia, sungguh sangat menyenangkan dan sekaligus menyedihkan. Menyenangkan karena bisa berjumpa dengan kerabat dekat dan jauh. Menikmati udara Jakarta yang panas dan mencicipi hidangan Indonesia asli di daerah asalnya.Sebagai orang Melayu memang kangen akan kampung halaman sangat kuat, dibandingkan misalnya bangsa dari Asia Selatan yang berada di Inggris berpuluh-puluh tahun. Kunjungan ka Indonesia kali ini memang dalam urusan kerjas bukan untuk pelesir sehingga tidak bisa semua dinikmati. Tadinya juga ingin mengambil foto Indonesia yang asri di beberapa daerah tidak bisa juga dilakukan dengan cepat.Sedih tentu saja karena singkatnya kangen-kangenan di Indonesia belum terpuaskan. Singkat dan harus kembali ke London. Bagi mereka yang pernah merasakan lama di luar Indonesia mungkin hal ini bisa dirasakan juga. Maunya lama dulu di Tanah Air, berkeliling sampai puas baru melanjutkan tugas lainnya. Ini idealnya, tapi nggak bisa juga.Sampai ke bandara udara Heathrow di London seperti pulang kampung meski sebenarnya tidak juga.  Penerbangan lebih dari 12 jam di udara menambah kurang nyamannya bepergian jauh sampai ke sebuah negeri di Eropa ini.Mudah-mudahan, di masa datang memang bisa sering bolak balik sehingga lebih banyak belajar dari Indonesia yang sangat dinamis dan bahkan bersifat dinamit (mau meledak-ledak).Saya ingin menuliskan lebih panjang lagi kesan berkeliling ke Yogyakarta, Surabaya dan Banjarmasin, serta tentu menikmati novel Laskar Pelangi jilid pertama. Belum tamat tapi asyik juga juga,

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d