Naik ojeg bersama Nabilah ! Apa boleh buat meski berisiko, maklum belum dua tahun dan baru berada di Jakarta genap satu bulan, harus segera ikut karena tidak bisa ditinggal rumah.
Pagi hari ketika ibunya mengantar Zakaria yang mau masuk sekolah, Nabilah masih siap mau berganti baju tapi jam sudah mendesak.Akhirnya naiklah kami dengan ojeg ke sekolah baru Zakaria, sekitar 15 menitan.
Mudah-mudahan sehat karena angin yang kencang menyebabkan dia seperti kedinginan. Namun anehnya Nabilah seperti menikmati. Ketika sampai di tujuan tidak ada rasa kekhawatiran atau kaget.
Saat didudukkan di kursi dan melihat ada gambar ikan, malah dia berteriak dengan girang: “fish”. Semoga tidak berulang lagi karena kalau melihat ada anak kecil naik ojeg diapit orang tuanya khawatir akan terjatuh dan mungkin juga terguncang oleh lubang dijalan.
Bertemu
Mengapa makanan semakin mahal? Tidak hanya di Indonesia, belakangan ini di Inggrispun sama. Makanan kecil sampai makanan pokok naik bisa lebih dari 50 persen. Rata-rata makanan dan barang konsumen naikSetiap hari ada saja pemberitaan mengenai konferensi membahas kenaikan makanan dan juga minyak. Di beberapa negara katanya sampai rusuh.Masih belum jelas mengapa makanan ini naik apakah ada kaitan dengan kenaikan minyak?Makanan kini menjadi perhatian dunia ketika kecanggihan teknologi sudah sangat pesat. Teknologi telah melonjak ke tingkat hampir unlimited. Sebagai contoh apa yang kita gunakan dengan telepon seluler, apa yang kita pakai dalam internet. Semuanya sudah mencapai sebuah tingkat sivilisasi sangat tinggi.Persoalan mendasar, makanan kembali menjadi perhatian penting. Dalam bahasanya kerennya keamanan pangan.Manusia di dunia, tidak hanya di Indonesia tersadarkan akan pentingnya bahan makanan ini. Isu makanan mahal telah menjadi fenomena global. Sungguh kadang tidak mengerti mengapa makanan kembali menjadi perhatian utama berbagai negara, bahkan di negara maju sekalipun.Dikhawatirkan soal pangan ini akan menjadi besar, tidak hanya soal sosial politik tetapi menjadi survival. Bagaimana kita bertahan, bagaimana kita hidup.Apakah kita sudah siap kembali ke basic? Saya kira dalam beberapa tahun mendatang akan diketahui apakah ramalan Malthus bahwa pertumbuhan penduduk akan mengancam manusia karena berebut sumber daya alam. Wallahu’alam bissawab.