• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Blog

Naik ojeg bersama Nabilah

13 Monday Oct 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Family

≈ 1 Comment

Tags

nabilah, ojeg

Naik ojeg bersama Nabilah ! Apa boleh buat meski berisiko, maklum belum dua tahun dan baru berada di Jakarta genap satu bulan, harus segera ikut karena tidak bisa ditinggal rumah.

Pagi hari ketika ibunya mengantar Zakaria yang mau masuk sekolah, Nabilah masih siap mau berganti baju tapi jam sudah mendesak.Akhirnya naiklah kami dengan ojeg ke sekolah baru Zakaria, sekitar 15 menitan.

Mudah-mudahan sehat karena angin yang kencang menyebabkan dia seperti kedinginan. Namun anehnya Nabilah seperti menikmati. Ketika sampai di tujuan tidak ada rasa kekhawatiran atau kaget.

Saat didudukkan di kursi dan melihat ada gambar ikan, malah dia berteriak dengan girang: “fish”. Semoga tidak berulang lagi karena kalau melihat ada anak kecil naik ojeg diapit orang tuanya khawatir akan terjatuh dan mungkin juga terguncang oleh lubang dijalan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Bertemu Soni Farid Maulana

16 Wednesday Jul 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 4 Comments

Bertemu Soni Farid Maulana di dunia maya mengingatkan akan kehadirannya di tanah kelahiran Tasikmalaya. Roni kalau tidak salah adalah adik Soni, dia teman satu SMA. Rumah kami pernah berdekatan. Dulu Soni kurus sekarang wah sudah menjadi penyair tenar badannya gemuk.Saya teringat masa lalu ketika Soni sudah sejak belia terus menulis puisi. Sajak-sajaknya yang aneh kedengarannya pada waktu itu mungkin menjadi bahan perbincangan. Namun Soni kelihatan tidak pernah berhenti menulis puisi.Pengasahan puisinya semakin dalam, semakin mengalir dan semakin memikat. Perjalanan penulisan terus menerus bergumul dengan syair puisi ini menjadikan para pembacanya merasakan kemanusiaan yang utuh. Rasa seni yang merangsang emosi di tengah kegersangan hidup karena tekanan ekonomi dan politik yang menyesakkan.Sajak-sajak Soni – seperti halnya penyair yang berkutat dengan tema sosial – memberikan oase segar terhadap perjalanan keseharian yang kadang membosankan, melelahkan dan mungkin untuk tingkat tertentu menakutkan. Sajak menjadikan kemanusiaan ini menjadi utuh kembali, mereguk untaian kata yang segar untuk dinikmati. Pantas di negara maju dan di dalam peradaban lama, penulis sajak dan penyair menempati posisi terhormat dalam masyarakat. Tidak lain karena memang sajak menghidupkan peradaban suatu bangsa.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Harga makanan semakin mahal

15 Sunday Jun 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 3 Comments

Mengapa makanan semakin mahal? Tidak hanya di Indonesia, belakangan ini di Inggrispun sama. Makanan kecil sampai makanan pokok naik bisa lebih dari 50 persen. Rata-rata makanan dan barang konsumen naikSetiap hari ada saja pemberitaan mengenai konferensi membahas kenaikan makanan dan juga minyak. Di beberapa negara katanya sampai rusuh.Masih belum jelas mengapa makanan ini naik apakah ada kaitan dengan kenaikan minyak?Makanan kini menjadi perhatian dunia ketika kecanggihan teknologi sudah sangat pesat. Teknologi telah melonjak ke tingkat hampir unlimited. Sebagai contoh apa yang kita gunakan dengan telepon seluler, apa yang kita pakai dalam internet. Semuanya sudah mencapai sebuah tingkat sivilisasi sangat tinggi.Persoalan mendasar, makanan kembali menjadi perhatian penting. Dalam bahasanya kerennya keamanan pangan.Manusia di dunia, tidak hanya di Indonesia tersadarkan akan pentingnya bahan makanan ini. Isu makanan mahal telah menjadi fenomena global. Sungguh kadang tidak mengerti mengapa makanan kembali menjadi perhatian utama berbagai negara, bahkan di negara maju sekalipun.Dikhawatirkan soal pangan ini akan menjadi besar, tidak hanya soal sosial politik tetapi menjadi survival. Bagaimana kita bertahan, bagaimana kita hidup.Apakah kita sudah siap kembali ke basic? Saya kira dalam beberapa tahun mendatang akan diketahui apakah ramalan Malthus bahwa pertumbuhan penduduk akan mengancam manusia karena berebut sumber daya alam. Wallahu’alam bissawab.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d