Global Issues Global Issues Politics, Economics and Culture

Tags

,

Global PoliticsGlobal IssuesPolitics, Economics and Culture2nd EditionRichard PayneFeb 2009, Paperback, 368 pagesFrom human rights and terrorism to climate change and pandemics, Global Issues is a current and topical look at the forces driving globalization. This text focuses on global affairs that transcend state boundaries and are transforming the international system. Designed as a core or supplemental text for international relations or global issues courses, it is the only text of its kind to put complex issues into comprehensive context, thereby explaining the growing economic, political, and culture interdependence visible in the headlines and students’ lives.topContentsChapter 1. Global Issues: Challenges of GlobalizationChapter 2. The Struggle for Primacy in a Global SocietyChapter 3. Human RightsChapter 4. Promoting DemocracyChapter 5. Global TerrorismChapter 6. Weapons ProliferationChapter 7. Global TradeChapter 8. Global InequalityChapter 9. Environmental IssuesChapter 10. Population and MigrationChapter 11. Global CrimeChapter 12. The Globalization of DiseaseChapter 13. Cultural Clashes and Conflict ResolutiontopFeatures* Provides a theoretical framework to facilitate students’ understanding of specific issues in Chapter 1, “Global Issues: The Challenge of Globalization.”* Explores the political, economic, and cultural dimension of each issue, placing it in the broader context of globalization and individual human experience.* Encourages students to engage complex concepts and develop critical thinking skills through “You Decide” boxes and discussion questions in every chapter.* Reinforces students’ understanding of concepts through a marginal glossary and end-of-chapter summaries.* Incorporates numerous maps, photographs, and tables to enliven the text and put issues into deeper context.* Enables students to explore issues by providing websites and addresses for major organizations and groups involved with the issue.* Uses a conversational writing style and numerous examples to make the discussion of global issues accessible to students and easier to relate to their lives.AuthorRichard J. Payne is Distinguished Professor of Politics and Government at Illinois State University.

Reblog this post [with Zemanta]

Korupsi masih menjadi"Raja"

Tags

, , , , ,

Inilah salah satu konsekuensi jika reformasi lebih dari 10 tahun tidak dibarengi dengan perbaikan sumber daya manusia khususnya di kalangan pemerintah. Para pejabat menengah setingkat dirjen, sekjen atau irjen masihlah “orang lama” dengan wajah baru. Mereka seperti nafas reformasi tetapi jiwanya masih “orde korupsi”Artinya mentalitas mereka masih menganggap bahwa uang dan fasilitas negara merupakan keniscayaan karena mereka memiliki jabatan itu. Jabatan yang kadang dicapai dengan susah payah, dengan berkeringat dan tidak jarang dengan tabrakan dengan kepentingan teman sejawat. Mentalitas mereka mungkin akan hilang setelah setengah abad dimana secara alamiah sudah pensiun.Mengapa korupsi itu selalu terkait dengan pejabat? Karena kebanyakan anggaran pembangunan di negara berkembang seperti Indonesia berasal dari pemerintah. Anggaran inilah yang dialokasikan untuk membeli dan memperluas jasa sebuah institusi. Sudah sering terdengar bahkan di departemen sosial untuk pembelian mesjin jahit untuk keperluan bantuan pun dikutip. Di Departemen Agama yang sudah seharusnya lebih religius terbukti pejabatnya dari tingkat menteri terjerat kasus korupsi karena ketidaktahuan atau pura-pura tidak tahu. Semuanya melempar tanggungjawab. Bagaimana ini bisa terjadi setelah satu dekade reformasi dan keterbukaan.Sungguh menyedihkan dan sekaligus lecutan ketika “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong mengumumkan bahwa Indonesia mencetak nilai 9,07 dari angka 10 sebagai negara paling korup yang disurvei pada 2010. Nilai tersebut naik dari tahun lalu yang poinnya 7,69.Sedangkan, posisi kedua ditempati oleh Kamboja sebagai negara paling korup. Kemudian diikuti oleh Vietnam, Filipina, Thailand, India, China, Taiwan, Korea, Macau, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Hong Kong, dan Australia. Mereka semua termasuk negara paling korup dalam survei, selain Singapura.Responden survei berjumlah 2,174 dari berbagai kalangan eksekutif kelas menengah dan atas di Asia, Australia, dan Amerika Serikat.Tampaknya ini membuktikan bahwa upaya pemerintah reformis tidak menghasilkan pegawai dan pejabat bebas korupsi. Semua masih berlomba menggali lubang di anggaran masing-masing untuk keuntungan jangka pendek.Ancaman hukum dengan adanya Komisi Pemberantasan Korupsi belum membuat jera para koruptor. Mereka masih terang-terangan bertindak di tengah masyarakat. Dengan gaji yang sudah ditentukan negara mereka bisa hidup bergelimang kemewahan. Oleh sebab itu para pejabat dan pegawai negeri yang benar-benar bersih sering menjadi korban mereka. Para pejabat yang berdedikasi ini harus mengurut dada karena rekan sejawatnya menghancurkan negeri ini dengan korupsi.Jika hukuman dunia bisa membuat jera koruptor, agaknya itulah yang harus ditempuh. Hukuman mati memang mengenaskan dan mengerikan namun jika negeri ini begini saja akan hancur tanpa jejak digerus oleh kemajuan peradaban.Selain hukuman fisik, hukuman sosial mungkin lebih kuat sehingga mereka yang terindikasi dan terbukti korupsi bisa dikucilkan oleh masyarakat. Memang menyakitkan tetapi jika tidak demikian akan hancurlah negeri ini dalam beberapa dasa warsa lagi.Sebenarnya dengan keberadaan nilai religius yang mengakar di Indonesia, agama-agama besar seharusnya berperan besar. Hidup bersih, hidup shaleh, jauh dari pada barang haram merupakan moto yang seharunya menjadi bagian hidup, bukan kemewahan dan menunjukkan harta. Sumber inspirasi dari agama inilah yang akan menjadi lembaga-lembaga penting Indonesia ini bersih.Dalam Islam terdapat istilah Ihsan. Istilah ini merujuk kepada pengawasan Allah yang terus menerus sehingga kalaupun kita tidak melihatNya sesungguhnya Allah memperhatikan kita setiap saat.Kesadaran Ihsan inilah yang akan menjadi penjaga sehingga calon koruptor akan malu di hadapan Tuhan jika dia mengambil barang yang bukan haknya. Wallahu’alambishawab.

Reblog this post [with Zemanta]

What Is a Journalist?

A journalist is:

· someone who is curious about new things and who has a wide range of interests.

· someone who can view various sides of a situation and present the facts fairly.

· someone who understands other people, and knows what they care about.

· someone who can take complicated ideas and facts and write about them clearly.

· someone who can sift through many facts and present only the important ones.

· someone who wants to explain a new fact, a new issue, or a new idea to other people.

From : The Young Journalist’s Book: How to Write and Produce Your Own Newspaper by Nancy Bentley