Mengenal ibunda yang melahirkan kita merupakan sebuah pengalaman batin sangat berharga. Pantas Nabi Muhammad hampir lima belas abad lalu mengatakan, surga ada telapak kaki ibunda. Kebahagiaan hakiki ada dalam ridha ibunda. Restu ibunda merupakan modal penting untuk menggapai kebahagiaan.Sudahkah kita membahagiakan ibunda yang melahirkan dan menyusui kita? Saat masih kecil mungkin tidak begitu terasa jasa ibunda terutama, bersama ayahanda membesarkan kita.Begitu beranjak remaja dan dewasa kemudian berkeluarga terasa sekali jasa yang begitu besarnya, sehingga tidak ada harta benda apapun yang bisa membalas kebaikan ibunda.Sebenarnya banyak cerita untuk mengenangn keindahan hidup bersama dengan ibunda. Nasihat dan perhatiannya serta tekadnya untuk mendorong maju menjadi sangat penting dalam kehidupan seseorang.Apapun persepsi kita kepada ibunda tetap harus melihat sisi positif. Itulah mengapa kembali Nabi Muhammad mengatakan pengabdian terhadap sesama dimulai dari ibu. Perintah memberikan penghormatan kepada ibu sampai diulang tiga kali. Kemudian baru kepada ayahanda. Ini mengingatkan betapa pentingnya memperhatikan dan membahagiakan ibunda manakala memang kita memiliki kemampuan.Setidaknya dengan doa manakala kita jauh atau menyendiri akan memberikan kekuatan untuk senantiasa membuat ibunda tersenyum.Jika kita mampu berprestasi, motivasi membuat ibunda bahagia merupakan salah satu pendorong keberhasilan kita.
Ibunda, sebuah kenangan indah
16 Sunday Dec 2007
Baru-baru ini telah terbit buku mengenang Onghokham: Onze Ong: Onghokham dalam Kenangan. Sebagai seorang sejarawan, Onghokham cukup produktif menulis di media massa. Beberapa buku juga lahir di tangannya. Meski spesialisasinya sejarah Jawa akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, namun wawasan sejarah ini menjadikan tulisannya kaya makna. Itu kata sejarawan Taufik Abdullah.Bekal penguasaannya dalam sejarah ini menjadikan dia, kata Taufik Abdullah, memiliki daya komparasi yang kuat. Inilah keunggulan Onghokham dalam mengajak para pembacanya memahami sejarah yang relevan dengan masa kini.Beberapa kali saya sempat melihat dia dalam diskusi di Harian Kompas ketika masih berada di Jakarta. Pandanganya kritis namun memang orangnya hangat dan akrab. Dia juga sering tampil di media massa terutama dengan kemampuannya memasak. Onghokham dikenal sebagai ilmuwan yang juga dekat dengan kalangan selebriti.Keahliannya sebagai koki sudah dikenal banyak sahabat dan koleganya. Inilah yang juga menjadi brand dari Onghokham.Rekaman pembicaraan dengan Taufik Abdullah, Dede Utomo dan Asvi Warman Adam yang memasukkan tulisan dalam bukunya berjudul Once Ong Onghokham dalam Kenangan sekarang dapat Anda dengarkan. Buku ini menurut berita dari Kompas berisi sekitar 52 artikel sahabatnya dari dalam dan luar negeri.