• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Author Archives: Setiawan

Bunga Rampai Hubungan Internasional

24 Tuesday Nov 2009

Posted by Setiawan in Archives, Foreign Policy

≈ Leave a comment

Tags

BUnga Rampai HI, ebook, Hubungan Internatsional, politik luar negeri, teori

{{fr}}Carte vierge de l'Asie {{en}}Asia Blank map
Image via Wikipedia

Bunga Rampai Hubungan Internasional merupakan free ebook yang disusun dalam beberapa tahun ini. Tampilannya masih sederhana namun diharapkan bisa membantu mahasiswa dan peminat Hubungan Internasional mencari sandaran terori politik luar negeri.Cuplikan Ebook sederhana antara lain menyangkut pendekatan politik luar negeri khusus negara berkembang.

Sebuah daftar kerangka teoritis yang dicatat Lyod Jensen (1982) memaparkan lima model dalam pembuatan kebijakan politik luar negeri . Pertama, model strategis atau rasional. Pendekatan ini sering digunakan oleh sejarawan diplomatik untuk melukiskan interaksi politik luar negeri berbagai negara atau tindakan para pemimpin negara-negara itu dalam merespon negara lainnya. Negara dan pengambil keputusan dipandang sebagai aktor terpencil yang memaksimalkan tujuannya dalam politik global. Pendekatan ini memiliki kelemahan adalah asumsi kalkulasi rasional yang dilakukan para pengambil kebijakan dalam situasi ideal yang jarang terjadi. Dengan kata lain apa yang disebut rasional oleh peneliti sering dianggap rasional oleh yang lainnya. Bahkan ada kelemahan lainnya bahwa model seperti ini menyandarkan pada intuisi dan observasi.Model kedua adalah pengambilan keputusan. Penulis terkenal kerangka analisa ini adalah Richard C Snyder, HW Bruck dan Burton Sapin. Ia menggambarkan modelnya dalam kerangka yang kompleks dengan meneropong jauh kedalam “kotak hitam” pengambilan kebijakan luar negeri. Salah salah satu keuntungan pendekatan ini yakni membawa dimensi manusia kedalam proses politik luar negeri secara lebih efektif.Jensen juga menyebutkan adanya model lain yakni politik birokratik. Pendekatan ini menekankan pada peran yang dimainkan birokrat yang terlibat dalam proses politik luar negeri. Menurut Jensen, karena peralihan yang signifikan dalam pemerintahan dan partai-partai politik di banyak negara, maka politik luar negeri tergantung kepada pelayanan pegawai negeri yang lebih permanen untuk informasi dan nasihat. Oleh sebab itu birokrat – termasuk di jajaran Departemen Luar Negeri – mampu mempengaruhi pembentukan politik luar negeri. Namun demikian peran birokrat ini tak bisa dibesar-besarkan karena keterbatasan pengaruhnya juga.Keempat, model adaptif menekankan pada anggapan bahwa perilaku politik luar negeri seyogyanya difokuskan pada bagaimana negara merespon hambatan dan peluang yang tersedia dalam lingkungan internasional. Disinilah pilihan politik luar negeri tidak dalam kondisi terbatas namun sangat terbuka terhadap segala pilihan.Model kelima disebut Jensen sebagai pengambilan keputusan tambahan. Karena adanya ketidakpastian dan tidak lengkapnya informasi dalam masalah-masalah internasional, disamping banyaknya aktor-aktor publik dan privat yang terkait dengan isu-isu politik luar negeri, maka keputusan tak bisa dibuat dalam pengertian kalkulasi rasional komprehensif.Sementara itu studi politik luar negeri negara-negara sedang berkembang disebut-sebut “kurang berkembang” atau “tidak berkembang”. Namun demikian studi terhadap negara berkembang, untuk membedakan dari negara maju seperi Amerika Serikat atau Inggris, tetap menarik untuk disimak.

Selengkapnya bisa baca di Bunga Rampai Hubungan Internasional

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Pustaka online Studi Asia

24 Tuesday Nov 2009

Posted by Setiawan in Archives, Asian Affairs

≈ 1 Comment

Tags

Asia Studies

Asia: orthographic projection, based on :File:...
Image via Wikipedia

Sumber-sumber untuk studi-studi Asia tersedia berkat The Australian Natinoal University.Situs ini kaya akan berbagai sumber online dalam penelitian Asia.Pustaka online ini akan memberikan gambaran yang luas mengenai bahan-bahan dalam penelitian soal Asia.Barangkali tidak hanya Jurusan Hubungan Internasional tetapi juga berbagai jurusan lain yang berkaitan dengan studi Asia.Sejumlah links yang berada di halaman web ini juga bermanfaat dalam mencari topik riset atau makalah.Klik link: http://coombs.anu.edu.au/WWWVL-AsianStudies.html

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Kebangkitan Partai Buruh, Tinggal Tunggu Waktu

05 Thursday Nov 2009

Posted by Setiawan in Archive, Artikel 1997

≈ Leave a comment

PARTAI Buruh Inggris sekarang seperti ancaman Partai Konservatif
yang sudah 18 tahun memimpin negeri itu. Konservatif tampak kehilangan semangat dibandingkan dengan Buruh yang menggebu-gebu untuk memulai awal baru bagi Inggris.
Bagaimana kebangkitan Buruh itu bisa terjadi? Nama Tony Blair (43)
patut dijadikan pertimbangan dalam proses ini. Sebelum Blair, Ketua
Partai Buruh Neil Kinnock memulai proses transformasi. Kemudian John
Smith melanjutkan pembaruan itu.
Di tangan Blair-lah perubahan Buruh itu menjadi badai baru di Inggris.
Semua kejadian sekarang bisa dilacak ketika Buruh terakhir berkuasa
tahun 1979 di bawah James Callaghan. Saat itu para pemimpin serikat
buruh merupakan nama yang melekat pada setiap rumah tangga di Inggris.
Dengan kata lain, Partai Buruh adalah idola karena mempertahankan
perhatian yang mendalam terhadap kebutuhan rakyat.
Telepon, air, gas dan listrik dipegang negara. Perusahaan transportasi dan kereta api demikian pula. Waktu berubah dan Buruh kehilangan lokomotifnya sehingga Margareth Thatcher muncul dengan mengangkat Konservatif.
Namun ketika Margaret Thatcher muncul dia pun tidak setuju dengan
swastanisasi. Bahkan tahun 1983 ketika Thatcherisme mulai berjaya,
Buruh naik dengan usulan agar keluar dari Masyarakat Eropa, reformasi
serikat buruh dan mengembalikan industri yang swasta kepemilikan umum.
Salah seorang tokoh Buruh melihat manifesto Buruh saat itu merupakan “catatan bunuh diri terpanjang dalam sejarah.” Tidak seperti tokoh sebelumnya, Blair memiliki wawasan lain, bukan bunuh diri pemilu.
Dengan tegas ia memindahkan Buruh ke arah tengah, mengubah
kebijakan yang pro sosialis yang mungkin mengecewakan sebagian
masyarakat Inggris.
Akibatnya memang menyakitkan. Tokoh Buruh seperti Roy Jenkins,
Shirley Williams, David Owev dan Bill Rodgers meninggalkah Buruh.
Mereka membentuk Partai Demokrat Sosial.
* * *

ANTHONY Lewis dari The New York Times menulis, Partai Buruh
memiliki komitmen ideologis yang kuat. Buruh sangat dekat dengan
serikat buruh. Buruh juga mendukung pengeluaran pemerintah untuk
program sosial dan pajak tinggi. Buruh juga punya program
nasionalisasi yang tetap dipegangnya.
Dalam tempo tiga tahun sejak ia naik 1994, Blair menyapu semua
komitmennya itu. Hubungan dengan serikat buruh memudar bahkan hampir putus. Klausul nasionalisasi dicabut dari anggaran dasar partai.
Lebih jauh lagi ia menjanjikan pajak takkan dinaikkan selama ia
berkuasa. Ia menekankan komitmennya untuk tidak mempertahankan batas pengeluaran pemerintah sekarang sampai dua tahun mendatang.
Perubahan itu jelas merupakan sesuatu yang mengherankan. Blair
memang sudah membungkam kebijakan lama Buruh. Namun demikian ia
mempertahankan ciri-ciri utamanya Buruh.
Blair sendiri dengan cerdik memahami bahwa masyarakat Inggris pada
umumnya takut akan perubahan. Apalagi jika kembali kepada ramuan lama Buruh. Rumus lama itu antara lain: pajak tinggi, pengeluaran juga
tinggi dan tentu saja serikat buruh memegang posisi penting.
Sebagian membandingkan taktik dia membawa Buruh itu seperti Presiden AS Bill Clinton. Clinton sendiri menamakan partainya Demokrat Baru. Blair melakukan hal yang mirip menjuluki partainya Buruh baru.
Secara ringkas bisa dikatakan bahwa Blair membawa Buruh ke arah
stamina yang baru ini – bahkan banyak pihak meramalkan akan menang
pada pemilu 1 Mei nanti meskipun belum terbukti kebenarannya –
disebabkan oleh kepiawaiannya merumuskan ulang doktrin partainya.
Ia buang yang tidak cocok dan mengadopsi apa yang sesuai dengan
masyarakat sekarang.
Bahkan bila perlu ia berusaha keras mengubah konstitusi partai yang
mencabut komitmen partai terhadap nasionalisasi dan pemilikan badan
usaha penting di tangan pemerintah. Akhirnya ia menggunakan jurus yang juga digunakan Clinton untuk menangani kejahatan dengan kebijakan yang keras. Formula kebangkitan Buruh yang ditata Blair ini masih perlu dibuktikan pada hari pemungutan suara 1 Mei. Tampaknya hari pemilu Inggris ini memang menjadi sesuatu yang menegangkan karena jajak mendapat memihak Buruh tapi bukti belum ada. Bahkan pada detik terakhir bisa juga Konservatif secara spektakuler meraih kekuasaan untuk kelima kalinya. Sungguh menarik dan menegangkan karena hasilnya masih diliputi misteri. (Asep Setiawan, dari London)

KOMPAS, Senin, 28-04-1997. Hal. 7

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Surat Al-Adiyat: Relevansi di Era Modern
  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d