Dalam sebuah diskusi di Metro TV, tokoh reformasi Amien Rais membenarkan bahwa reformasi sudah basi. Ide reformasi sudah melenceng karena politisi sekarang terjebak kepada politik transaksional dimana money politics dan kepentingan jangka pendek bermain.

Kini saatnya reformasi diperkuat lagi. Amien masih menaruh optimisme bahwa sistem sudah tersedia dengan landasan konstitusi sekarang tinggal para aktornya yang harus melakukan reformasi diri. Munculnya kasus korupsi di kalangan DPR bahkan dari partai berkuasa menunjukkan politik transaksi hanya menjadi kejaran anggota parlemen ini.

Reformasi pada ujungnya harus memberikan kesejahteraan bagi rakyat banyak. Demokrasi telah memberikan ruang untuk membangun diri tanpa tekanan dari manapun. Demikian juga kemerdekaan yang sekarang dirasakan sudah saatnya diberdayakan untuk kepentingan jangka panjang dan kepentingan luas masyarakat.

Penguatan reformasi masih bisa dilakukan melalui perbaikan di sektor aktor-aktor politik dan tokoh elit untuk mengembalikan jati dirinya. Mereka hadir bukan untuk mengecap kue kekayaan negeri untuk memprekaya diri. Mereka datang ke DPR dan atau berkuasa di pemerintahan untuk menjadikan agen perubahan. Jika para aktor ini tidak mau berubah, maka reformasi akan menjadi basi dan busuk.

Disinilah kemudian kelompok kepentingan dan kelompok swadaya masyarakat memainkan peran untuk terus menerus menyalakan obor reformasi jangan sampai padam.

Indonesia saat ini beruntung karena badai ekonomi yang meluluhlantakkan Yunani dan sebagian Eropa tidak sampai menjerumuskan negeri ini. Oleh sebab itulah maka momentum peringatan reformasi ini harus selalu didengungkan dan untuk dibangkitkan lagi semangatnya. Reformasi jalan terus !