Book on Indonesia Foreign Policy

Tags

, , , , , ,

Islam in Indonesian Foreign Policy: Domestic Weakness and Dilemma of Dual Identity by Rizal SukmaAs a home to more than 180 million Muslims, Indonesia is the largest Muslim country in the world. However, the identity of the Indonesian state has never been defined in terms of Islam. In fact, tension in hte relationship between Islam and hte state has been evident since Indonesia’s independence in August 1945 and this tension stems from the dilemma of a dual state identity as Indonesia defines itself as neither theocratic nor secular. This makes the role of Islam in Indonesian politics and foreign policy a complex one.This work examines the origins of dual state identity and how it has affected the political dynamics in Indonesia, both in domestic and foreign policy. Although Islam is the majority religion in Indonesia, this book suggests tha contrary to what might be expected, Islam has not played a dominant role in the country’s post-independent politics and policy making. However, sicne the fall of military-backed Suharto’s government in May 1998, Islam has become a potent political force in Indonesia. With the revival of Islam, politics and policy-making in Indonesia has increasingly been subject to influences from political Islam. This book considers for hte first time whenter such influence has also been exerted upon the coutnry’s foreign policy. Rizal Sukma suggests that the role of Islam in foreignpolicy has always been as secondary one, arguing that the dilemma of dual identity and domestic weaknesses set the limits within which Islam can be expressed in foreign policy.This book will provide a useful resource to all those with an interest in the role of Islam in International Politics as well as students of Asian and Religious studies.Sources InternetRead More

Reblog this post [with Zemanta]

Diantara mereka banyak yang jujur

Tags

,

Mendengar gentayangannya dark force di beberapa lembaga negara membuat bulu kuduk berdiri. Uang dan jabatan menenggelamkan kehormatan oknum-oknum ini. Celakanya diantara oknum ini ada yang jabatannya tinggi. Dengan demikian upaya menutupi penyimpangan semakin rapiMeskipun rasa prihatin mendalam terhadap pencemaran nama baik oknum atas korps namun diantara anggota korps masih menegakkan jati diri. Mereka bekerja profesional penuh dedikasi di segala lapisan dan angkatanSaya tahu bahkan diantara pejabat negara ini ada yang hidup penuh kejujuran, mengharapkan penghasilan yang bersih, bebas dari harta haram.Mereka itulah yang membuat kemurkaan Tuhan tidak sampai meluluh lantakkan Bumi Pertiwi. Mereka yang bersih dan yang masih berusaha menempuh jalan kejujuran yang membuat roda pemerintahan berjalan mengayomi masyarakat.Para pegawai dan profesional di lembaga suprastruktur inilah yang masih akan menjadi tumpuan negeri ini. Bahkan diharapkan merekalah yang seharusnya tampil memimpin negeri.

Perang bintang di Kepolisian

Mungkin banyak orang prihatin bahwa upaya untuk membongkar kasus di tubuh kepolisian berakhir dengan terjeratnya perwira yang mengadu ke status tersangka.Jenderal bintang tiga ini mungkin kecewa. Karena menemukan adanya kejanggalan dalam pencairan uang yang katanya melibatkan sejumlah perwira maka muncul kehebohan dan guncangan. Siapa benar? Siapa menuduh siapa?Semuanya harus dibuktikan. Dan pembuktian itu belum tentu benar. Ini boleh dikatakan perang bintang. Jenderal dengan jenderal berseteru di tubuh kepolisian.Di alam dimana keterbukaan sudah hampir bisa disaksikan media, maka perang bintang ini juga bisa jadi perang media.Siapa menang? Masih ditunggu episode berikutnya. Apakah mereka yang bermasalah dengan uang puluhan milyar itu akan selamat? Apakah akan terungkap sebenarnya apa yang terjadi. Apakah uang yang raib itu memang diambil pemiliknya?Masyarakat menunggu. Semoga tentu perang bintang ini membuka mata hati kita bahwa diantara jajaran kepolisian masih banyak yang bersih, masih banyak yang mengharamkan memakan uang korupsi, masih ada harapan mereka yang bersalah sekalipun berpangkat bintang berani dimasukan ke meja hijau.Ingat seorang jaksa muda dengan pangkat tinggi akhirnya harus mendekam dipenjara karena menerima ratusan juta tertangkap basah aparat anti korupsi. Kita tunggu episode selanjutnya.