Terimakasih RM Ampera Kopo

Tags

, , ,

amperaSaya perlu memberikan ucapan terimakasih kepada Rumah Makan Ampera di Jalan Kopo Bandung yang terletak di sebelah pom bensin. Telepon genggam tertinggal secara tidak sengaja setelah menikmati kopi dan teh suatu sore hari.Seorang karyawan dengan baik hati menyimpannya dan ketika kerabat menanyakannya kemudian segera ditunjukkan untuk dikembalikan.Dalam era dimana kejujuran sudah langka, RM Ampera masih memiliki karyawan yang baik hati. Boleh dikata seperti itu karena setelah diketahui disimpan kemudian bisa dikembalikan ke kerabat saya di Bandung.Tentu selain beberapa kali menikmati RM Ampera di Bandung yang makanannya lezat, merekomendasikan untuk berkunjung dan menikmati sajian makanan khas Sunda. Saya kira Ampera masih bisa menjadi pilihan para pengunjung dan wisatawan lokal untuk mencicipi hidangan tradisional Jawa Barat.

Reblog this post [with Zemanta]

Sri Mulyani

Tags

, , , , , , ,

“I am delighted to announce the appointment of Sri MulyaniIndrawati. She has been an outstanding finance minister within-depth knowledge of both development issues and the role of theWorld Bank Group,” said World Bank president Robert Zoellick.”As a member of the Senior Team she will play a key role inhelping to lead the bank as we move to strengthen client support,implement our reform programme and anticipate future challenges.”In a World Bank press release Indrawati said: “It is a greathonour for me and also for my country to have this opportunity tocontribute to the very important mission of the bank in changing theworld”. (AFP)Inilah perkembangan terbaru di tengah sorotan publik terhadap kinerja pemerintah. Sri Mulyani ternyata orang yang dihargai di luar negeri karena prestasinya mengendalikan Indonesia agar tidak terseret krisis finansial tahun 2008.Sungguh ironis dengan pandangan para politisi DPR yang sebagian seperti pintar mencecar Sri Mulyani ketika Pansus Century digelar. Sekarangpun ada anggota DPR yang mencak-mencak karena Sri Mulyani mendapat kehormatan duduk di sebuah lembaga seperti World Bank.Mungkin posisi itu tidak menjadi pikiran sebagian politisi namun jelas bahwa Sri Mulyani naik tangga ke pentas dunia, tidak hanya sebatas antara gedung Kementerian Keuangan dan Gedung DPR atau Istana. Ada gawean lebih besar yang bisa memperlihatkan bersinarnya ilmu Sri Mulyani.Diakui atau tidak, Sri Mulyani memang menguasai subjek yang dipegangnya. Dia dikenal mendorong pemerintahan bersih dan sebagai ilmuwan tentu melihat segala sesuatu dengan kaca mata ilmiah. Dia tidak hanya birokrat tetapi juga seorang yang mampu melihat persoalan lebih jelas dan komprehensif.Apapun pandangan terhadap Sri Mulyani, meski ada segi-segi lemah seperti mempromosikan neo liberalisme yang bertentangan dengan semangat kerakyatan dalam konsep ekonominya, namun demikian dia juga bukan seorang penganut paham Barat membabi buta. Ada sisi-sisi yang mungkin diharapkan dari lembaga Barat ini untuk memahami perilaku negara berkembang yang kadang-kadang aneh dan kekanak-kanakan. Diperlukan bantuan orang yang duduk di dua dunia sehingga bisa melihat persoalan negeri-negeri miskin ini lebih jernih.

Reblog this post [with Zemanta]

Book: Diplomatic Theory of International Relations

Tags

, , , , , , ,

Diplomacy does not take place simply between states but wherever people live in different groups. Paul Sharp argues that the demand for diplomacy, and the need for the insights of diplomatic theory, are on the rise. In contrast to conventional texts which use international relations theories to make sense of what diplomacy and diplomats do, this book explores what diplomacy and diplomats can contribute to the big theoretical and practical debates in international relations today. Sharp identifies a diplomatic tradition of international thought premised on the way people live in groups, the differences between intra- and inter-group relations, and the perspectives which those who handle inter-group relations develop about the sorts of international disputes which occur. He argues that the lessons of diplomacy are that we should be reluctant to judge, ready to appease, and alert to the partial grounds on which most universal claims about human beings are made.• Represents a new departure in the study of diplomacy and international relations, showing how mainstream IR approaches consistently misunderstand diplomacy and diplomats and underestimate their increasing importance • Examines critical issues of contemporary importance including rogue states, religious extremists, greedy corporations and public diplomacy from a novel perspective and suggests changes in how policy is conducted towards them • Employs both theoretical and practical examples from beyond the world of state diplomacy, and considers the international relations of the ancient world, the pre-Columbian Americas, medieval Europe, and encounters between Europeans and native peoples in Hawaii and North America

Contents

Introduction; Part I. Traditions of International Thought and the Disappointment of Diplomacy: 1. Diplomacy and diplomats in the radical tradition; 2. Diplomacy and diplomats in the rational tradition; 3. Diplomacy and diplomats in the realist tradition; Part II. Elements of a Diplomatic Tradition of International Thought: 4. The diplomatic tradition: conditions and relations of separateness; 5. The diplomatic tradition: diplomacy, diplomats and international relations; Part III. Diplomatic Understanding and International Societies: 6. Using the international society idea; 7. Integration-disintegration; 8. Expansion-contraction; 9. Concentration-diffusion; Part IV. Thinking Diplomatically about International Issues: 10. Rogue state diplomacy; 11. Greedy company diplomacy; 12. Crazy religion diplomacy; 13. Dumb public diplomacy; Conclusion.

Paul Sharp

University of Minnesota, Duluth

Source: Cambridge

Reblog this post [with Zemanta]