Bookmarks's Management by only2clicks.com

Tidak jarang kita memiliki koleksi bookmarks yang penting. Mungkin sehari-hari kita gunakan atau mungkin kita kunjungi.Jika kiita menggunakan bookmarking tradisional kita mungkin memiliki bookmarks yang berbeda antara komputer satu dengan komputer lainnya.Salah satu cara menarik yang bisa digunakan dan saya kira berguna, jika kita memiliki beberapa bookmarks penting adalah only2clicks.com.Kita bisa menyimpan koleksi kita untuk sendiri atau untuk di share dengan teman. Atau kita ingin memberitahukan situs-situs penting yang sesuai dengan minat kita.Saya sendiri sudah menggunakan faves.com namun only2clicks.com visualisasinya lebih menarik.

Bertemu Soni Farid Maulana

Bertemu Soni Farid Maulana di dunia maya mengingatkan akan kehadirannya di tanah kelahiran Tasikmalaya. Roni kalau tidak salah adalah adik Soni, dia teman satu SMA. Rumah kami pernah berdekatan. Dulu Soni kurus sekarang wah sudah menjadi penyair tenar badannya gemuk.Saya teringat masa lalu ketika Soni sudah sejak belia terus menulis puisi. Sajak-sajaknya yang aneh kedengarannya pada waktu itu mungkin menjadi bahan perbincangan. Namun Soni kelihatan tidak pernah berhenti menulis puisi.Pengasahan puisinya semakin dalam, semakin mengalir dan semakin memikat. Perjalanan penulisan terus menerus bergumul dengan syair puisi ini menjadikan para pembacanya merasakan kemanusiaan yang utuh. Rasa seni yang merangsang emosi di tengah kegersangan hidup karena tekanan ekonomi dan politik yang menyesakkan.Sajak-sajak Soni – seperti halnya penyair yang berkutat dengan tema sosial – memberikan oase segar terhadap perjalanan keseharian yang kadang membosankan, melelahkan dan mungkin untuk tingkat tertentu menakutkan. Sajak menjadikan kemanusiaan ini menjadi utuh kembali, mereguk untaian kata yang segar untuk dinikmati. Pantas di negara maju dan di dalam peradaban lama, penulis sajak dan penyair menempati posisi terhormat dalam masyarakat. Tidak lain karena memang sajak menghidupkan peradaban suatu bangsa.

Perjalanan

Coba kita menengok ke belakang, sudah berapa jauh perjalanan kita? Sudah berapa banyak perbekalan yang dihabiskan dan tinggal berapa bekal kita? Cukupkah bekal itu untuk sampai tujuan dari perjalanan ini?Perjalanan hidup kita kadang melalui jurang dan ngarai. Tidak jarang harus mendaki berpeluh keringat di tengah panas terik. Atau ketika hujan deras dan salju menerpa kita yang mengharuskan perjalanan itu diteruskan.Ada kalanya kita memang melakukan perjalanan dengan tenang dan gembira. Tertawa dan tersenyum menyertai kita dalam perjalanan kehidupan ini.Perjalanan ini memang disertai dengan tawa dan tangis. Seharusnya memang kita menyadari itu. Tidak selamanya jalan yang kita tempuh bertaburan bintang dan pujian. Bahkan kadangkal celaan dan kecaman yang ada di hadapan kita.Oleh karena itulah kita semestinya memiliki prinsip dasar dalam mengarungi jalan kehidupan. Prinsip hidup inilah yang digali dari nilai ruhani yang kita miliki. Niscara perjalana itu akan tambah berarti karena kita memiliki tujuan yang indah dan penuh dengan harapan. Sasaran kehidupan itulah yang membuat perjalanan meski dihadang kesulitan menjadi sedemikian indah dan bermakna.Akhir perjalanan pasti akan ditemui setiap orang. Harapan dan keindahan dalam akhir perjalanan inilah yang menjadi dambaan semua orang.