Tim Sukses SBY

Tags

, ,

Keberhasilan Partai Demokrat dalam pemilu legislatif mencengangkan banyak pihak. Partai Golkar pemenang pemilu 2004 terjungkal dengan sekitar 14 persen dan PDI Perjuangan dengan angka hampir sama padahal Demokrat menggondol 20 persen suara.Salah satu faktor keberhasilan itu adalah kerja tim di belakang layar yang bergerak tanpa terlihat. Sebuah artikel dalam Kompas Online mungkin menarik sebagai bahan kajian dan analisa mengenai faktor keberhasilan suksesnya Demokrat dan SBY. Berikut ini bunyi artikel tersebut:Sukses Partai Demokrat milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pemilu Legislatif 2009 tak lepas dari kerja keras sederet tim sukses. Setidaknya ada sembilan tim sukses berdiri di belakang SBY. Tim ini pula yang akan berjuang agar SBY kembali memenangi pilpres tahun ini.l. Tim Echo: Mengadopsi fungsi teritorial di militer untuk mendongkrak suara Partai Demokrat di daerah. Tim ini ramping, hanya satu pemimpin di kabupaten/kota. Mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Djoko Suyanto jadi punggawanya.2.  Gerakan Pro-SBY: Dideklarasikan Selasa pekan lalu. Ketua Umum GPS Suratto Siswodihardjo. Mantan Kapolri Sutanto, mantan KSAU Marsekal TNI (Purn) Herman Prayitno, Menkes Siti Fadilah Supari, Menhut MS Kaban, mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suyono, dan mantan Kaster TNI Letjen (Purn) Agus Wijoyo jadi penasihat.3. Tim Sekoci: Penyokong Partai Demokrat menggapai perolehan suara mencapai 20 persen. Tim ini mendata tokoh masyarakat, pengusaha, tokoh agama, tokoh perempuan, petani, dan nelayan. Diketuai Komisaris Utama PT Indosat Soeprapto dan Irvan Edison.4. Tim Delta: Mengurusi semua perlengkapan kampanye. Dikomandoi mantan Asisten Logistik Panglima TNI Mayjen (Purn) Abikusno.5. Tim Romeo: Menjalin komunikasi dengan rakyat. Segala kebijakan SBY yang dianggap berhasil disosialisasikan kelompok yang dipimpin Mayjen (Purn) Sardan Marbun. Tim juga mengurus PO BOX  9949 dan SMS 9949.6. Tim Foxtrot: Konsultan politik Partai Demokrat. Lebih dikenal dengan Bravo Media Center dengan pengasuh utama Choel Mallarangeng yang juga Direktur Utama Fox Indonesia.7. Barisan Indonesia: Barindo adalah organisasi masyarakat diprakarsai Letjen TNI M Yasin. Akbar Tandjung ikut sebagai Ketua Dewan Pembina.8. Jaringan Nusantara:  Dikelola sejumlah aktivis mahasiswa dan mantan aktivis mahasiswa, seperti Andi Arief, Harry Sebayang, dan Aam Sapulete.9. Yayasan Dzikir SBY Nurussalam: Dibina mantan Sekretaris Pribadi Presiden Kurdi Mustofa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, juga Habib Abdul Rahman M al-Habsyi.Sumber: Kompas Online

Melihat London secara online

Tags

, , ,

Banyak cara melihat-lihat London. Salah satunya dengan secara online. Tidak hanya membuka-buka foto tetapi mengklik serangkaian link. Saya sendiri belum dapat mengoleksi foto-foto London dalam satu album. Yang pasti London adalah destinasi jutaan turis setiap tahunnya.Jadi jika kita jalan-jalan di London kapanpun mulai Januari sampai Desember, akan ada senantiasa turis yang kita jumpai.Museum merupakan salah satu destinasi menarik bagi wisatawan selain taman-taman yang luas. Favorit saya biasanya Science Museum dan National Museum. Kalau taman, Hyde Park memang tidak jarang dikunjungi.Berbagai pertunjukan juga menarik seperti London Eye dan juga teater yang berlangsung nyaris setiap hari.Jika penasaran bisa berkunjung ke situs koran dekat rumah Barking and Dagenham Recorder. Anda juga bisa klik disini.

Smart Power

Tags

“Smart” power means a combination of “hard” power — to coerce by military or other means — and “soft” power — the power to convince and persuade through trade, diplomacy, aid and the spread of values.The phrase is relatively recent addition to the diplomatic phrasebook, even if the concept is not. It was coined not long after the invasion and occupation of Iraq and was presented as a liberal alternative to the aggressive neo-conservatism of the Bush AdministrationAccording to Joseph Nye, a leading exponent of “smart” power as an extension of “soft”, America must “learn to co-operate and to listen” if it is to become a “welcomed world leader”.Smart-power advocates invoke the the creation of such institutions as the United Nations, Nato, global free trade and the Marshall Plan, in which the US plays a central but not solo role.Source: Times Online