Kemana arah Pansus Century ?

Tags

bankcenturyMinggu ini Panitia Khusus Hak Angke Bank Century lagi sibuk menyusun rumusan seperti apa rekomendasi sementara. Tiga kubu muncul.Pertama, kubu yang menginginkan pemakzulan tidak hanya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Presiden Boediono tetapi bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka sangat bersemangat untuk menjadikan Presiden sasaran tembak meskipun argumentasinya lemah.Kedua, kubu yang menginginkan tindakan sampai dengan tingkat menteri di bawahnya.Ketiga, kubu yang tidak menginginkan korban sampai tingkat menteri tetapi cukup sampai tingkat pejabat di Bank Indonesia atau Kementerian Keuangan.Siapa yang akan menang? Tentu masih menunggu hasil akhirnya awal Maret nanti. Namun yang sudah hampir dipastikan akan ada korban tindakan politik DPR.

Who links to me

Tags

Link to meSiapa yang terhubung dengan saya? Untuk mengecek siapa saja yang membuat link kepada situs kita, bisa cek di wholinkstome.com.Siapa tahu situs atau blog Anda cukup populer dikunjungi sahabat.Dengan mengecek siapa saja yang terhubung kita bisa mengukur popularitas sebuah blog atau situs. Tentu bukan perkara mudah membuat blog populer tetapi dengan sering memeriksa who links to me siapa tahu bisa ada jalan keluar.Sering berkunjung kepada rekan yang membuat link dengan kita atau kita bertukar link merupakan salah satu resep agar para pengunjung setia melihat-lihat situs kita.Ada banyak cara membuat situs populer tetapi kuncinya memang berada pada content atau isi dari blog itu. Seburuk apapun tampilan Anda tetapi jika isinya bermutu, tamu akan datang dan datang lagi.Content is the king, kata jargon ahli manajemen isi online. Jadi update lebih sering, share lebih sering dan tentu berteman seluas mungkin.

Indonesia's foreign policy after Soeharto

Tags

Indonesian politics opened a new phase of democratization after Soeharto stepped down from his 32 years of authoritarian rule.In this paper, Indonesia’s foreign policy changes after Soeharto are systematically examined through an ‘international pressure–political legitimacy’ model derived from neoclassical realism.This model specifies that Indonesia’s foreign policy during democratization is mainly influenced by two factors: international pressure and the political legitimacy of the new democratic government.Four cases of foreign policy decision-making from three post-Soeharto presidencies are examined: (i) Indonesia’s East Timor policy under Habibie; (ii) Indonesia’s ‘silence response’ toward China’s protest on the anti-Chinese riots under Habibie; (iii) Wahid’s ‘looking towards Asia’ proposal; and (iv) Megawati’s anti-terrorism and Aceh military operation. The results show that political legitimacy shapes the nature of state behavior, i.e. balancing or compromising, whereas international pressure determines the pattern of state behavior, i.e. external/internal balancing or compromising in words/in deeds.Source: Oxford Journal