• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Tips Liputan

Tips liputan sidang tertutup

23 Friday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Saya teringat setelah mendapatkan "latihan" mengenai cara peliputan dan penulisannya, maka diterjunkan meliput langsung pertemuan informal Laut Cina Selatan. Masih segar dalam ingatan, pertemuan berlangsung di Hotel Homan Bandung.

Pertemuan berlangsung tertutup dan informasi hanya didapat dari Dr Hasyim Djalal pada akhir pertemuan. Namun kan kita harus tetap meliput karena berlangsung kalau tidak salah dua atau tiga hari.

Nah salah satu caranya yang mungkin banyak sekali digunakan adalah wawancara ketika jam makan siang. Saat mereka keluar ruangan untuk mencari udara segar dan beristirahat, dimulailah perburuan.

Pengalaman, perburuan harus dilakukan dengan cara mendekati nara sumber yang kenal baik. Nah salah seorang anggota delegasi yang dijadikan nara sumber waktu itu adalah Dr Luhulima, pakar dan pengamat Asia dari LIPI. Pandangannya berbobot dan menjadikan state of the art soal Laut Cina selatan menjadi jelas bagi saya dan bagi pembaca kemudian, termasuk apa yang sekarang diupayakan.

Dengan berbekal bincang-bincang singkat itu dapat disusun berita cukup informatif.

Informasi lainnya saya dapatkan dari seorang anggota delegasi Singapura, juga seorang akademisi dan peneliti. Dia juga memberikan gambaran persoalan dan posisi masing-masing delegasi termasuk Singapura.

Jadi kalau ada sidang tertutup, berburulah saat makan siang. Bahkan dalam kasus tertentu, saat anggota delegasi ke toilet pun diburu nyamuk pers. Tentu Anda juga tidak ketinggalan berburu.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Liputan pertama ke Abu Dhabi

23 Friday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Pengalaman pertama selalu teringat, begitu kata orang. Liputan pertama saya adalah memenuhi undangan dari Uni Emirat Arab. Kebetulan Kompas memberikan kesempatan kepada saya untuk berkunjung ke sana tahun 1989 kalau tidak salah, sebelum perang Teluk.

Kunjungan ke luar negeri memang exciting. Paspor harus dibuat untuk pertama kalinya. Membuat paspor pada zaman itu tidaklah mudah. Namun karena diantar oleh petugas dari Kompas, urusan lancar-lancar saja. Jadilah sebuah paspor lengkap lalu visa diurus ke Kedutaan Besar Emirat di Jakarta.

Ternyata saya berangka berombongan dengan wartawan TVRI, Antara, Jakarta Post dan kalau tidak salah juga Tempo. Karena berada dalam rombongan, perasaan tidak begitu menakutkan pergi ke luar negeri itu.

Naik pesawat ke luar negeri memang pertama kali jadi serba baru dan serba kaku. Demikian juga terkagum-kagum ketika transit di Changi Singapura.

Yang paling mudah lagi, semuanya sudah disediakan. Di airport sudah ada penjemput pejabat dari kementerian penerangan meskipun tiba menjelang subuh.

Saya masih ingat bersama seorang teman langsung memesan makan sahur untuk enam orang ! Asuminya rekan-rekan lain akan ikut makan sahur karena sedang berkunjung ke sebuah negara Arab.

Ternyata yang berpuasa cuma berdua. Lebih hebat lagi ternyata memang ada keringanan kalau sedang musafir. Waktu ke Al Ain, sekitar satu jam naik mobil, orang lain makan siang, kami hanya berdiam di restoran. Pengantar orang Arab pun ternyata makan dengan lahap.

Inilah pengetahuan pertama tentang lingkungan baru seperti di Emirat Arab. Pandangan kita yang ketat karena Ramadhan ternyata tidak demikian. Keringanan itu digunakan, apalagi liputan diantar terus dari satu restoran ke restoran lain.

Menginap di Hotel Le Meridien – begitu ingatan saya – ada beberapa restoran dan semuanya dicicipi karena gratis !

Liputan pun diantar. Ke pasar, ke gedung penerangan, ke pusat kebudayaan, ke pantai, wawancara dengan menteri penerangan dan bahkan ketemu Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan yang sekarang sudah almarhum diantar pula. Semuanya serba diantar karena memang liputan untuk persiapan kunjungan Sang Emir ke Indonesia.

Wawancara bersama berlangsung menjelang tengah malam karena beliau banyak tamu, mulai dari rakyat jelata sampai pejabat tinggi.

Wawancara berlangsung enak, karena diterjemahkan langsung ke bahasa Indonesia ! Ada pertanyaan soal bola, niat kunjungan, sosial politik dsb.

Hanya karena belum pengalaman, membawa kamera wide angle tidak begitu banyak manfaatnya. Hasil jepretan pun tidak begitu bagus, maklum pemula.

Kamera memang penting kalau liputan ke lapangan meskipun kita mungkin merekam atau menulis. Kamera bagus akan memberikan nilai tambah pada liputan kemudian.

Liputan ke lapangan, apalagi rombongan adalah yang paling mudah dan memiliki kesempatan bertukar pikiran dengan sesama rekan Indonesia. Kadang di Indonesia sendiri tidak sempat bertemu maka pengalaman ke luar negeri sekalipun hanya satu minggu banyak sekali manfaatnya.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Senangnya liputan ke luar negeri

22 Thursday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Salah satu aspek positif dari liputan ke lapangan adalah senangnya perjalanan liputan ke luar negeri. Peliputan ke luar negeri selain sifatnya jalan-jalan tetapi juga akan menambah wawasan. Liputan luar negeri ini kalau baru pertama kali sangat menyenangkan, penuh surprise dan banyak kejutan. Kesalahan administrasi dan teknik liputan mungkin banyak dilakukan namun banyak belajar dari perjalanan itu.

Beberapa aspek yang positif dari liputan ke luar negeri.

1. Bagi wartawan yang domisili di Jakarta atau kota lain, sepertinya bentuk kepercayaan dari lembaga media mengutus kita ke luar negeri. Selain ongkosnya besar tetapi juga risikonya tidak sedikit. Kepercayaan itu meliputi kepercayaan profesional, administrasi dan personal. Artinya, secara profesi mereka yang diutus ke luar negeri sudah diakui kualitas liputannya. Secara administrasi, dianggap mampu mengelola pengeluaran selama di luar negeri serta personal adalah kepercayaan dari pemimpin redaksi untuk menugaskannya meskipun tentu atas rekomendasi editor atau redaktur pelaksana.

2. Bertemu orang asing ! Pertemuan dengan nara sumber berbahasa asing akan mendorong kita banyak belajar. Selain didorong belajar menangkap apa yang dikatakan nara sumber tetapi juga bagaimana menuliskan apa yang dikatakan nara sumber itu. Jika orang asing itu berbahasa Inggris, tentu sangat menyenangkan berlajar berbagai hal dari bahasa asing pertama di dunia ini. Jika Anda mampu berbahasa Arab, Perancis atau mandarin, akan semakin menyenangkan belajar bahasa asing tersebut. Bahkan dalam pergaulatan sehari-hari, booking hotel, transportasi dan belanja akan dirasakan betapa manfaatnya belajar bahasa kedua ini.

3. Bertemu budaya baru. Jika Anda datang ke negara-negara Barat seperti di Eropa maka akan dirasakan berbeda dengan apa yang dihadapi di Indonesia. Mulai masuk bandara, masuk transportasi umum, masuk hotel dan kemudian melihat sekitar akan terasa sekali berbeda budaya dan bahasanya. Negara maju adalah ajang untuk belajar banyak hal mulai dari skills dan pengetahuannya. Buku-buku tentang jurnalistik atau tema tertentu yang menjadi minat kita akan banyak tersebar di toko buku. Tentu saja belanja ini memperhitungkan anggaran karena kurs dollar yang tinggi. Namun demikian kesempatan browsing di toko buku merupakan pengalaman menyenangkan.

4. Bergaul dengan sesama jurnalis. Di dunia ini jurnalistik telah merupakan bagian penting. Konon di Amerika telah menjadi institusi keempat dari tiga lembaga politik yang ada selain legislatif, yudikatif dan eksekutif. Pengalaman penulis bertemus sekaligus tiga ribu wartawan dari seluruh dunia dalam acara liputan Konferensi perdamaian Timur Tengah di Madrid tahun 1991 merupakan bukti bahwa pekerjaan dan tugas serta profesi jurnalistik adalah sebuah karir global. Selain akan memberikan input kepada kita bagaimana bergaul dengan sesama jurnalis dari mancanegara mulai dari surat kabar, radio dan televisi maka kita akan menemukan profesi yang luas dan tempat yang terhormat dalam masyarakat. Di barat, seorang wartawan senior bisa bercanda dan bergaul erat dengan seorang perdana menteri atau presiden. Tentu ini berbeda dengan keadaan di Indonesia namun setidaknya memberikan perspektif bagaimana tugas jurnalistik di dunia ini. Pengalaman bertemua wartawan Perancis dan Turki dalam liputan Perang Teluk di Dhahran, Arab Saudi tentu tidak dapat dilupakan. Daya kritis wartawan Perancis terhadap Amerika memberikan pengalaman baru bahwa sudah biasa seorang jurnalis itu kritis kepada negara manapun terhadap negara besar seperti Amerika.

Ada beberapa aspek lagi dari sisi menyenangkan dan positif liputan ke luar negeri ini. Dalam kesempatan lain akan kita bahas lagi. 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d