• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Jurnalistik Radio

Peran Baru Jurnalis Profesional

27 Monday Feb 2012

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Jurnalisme, Jurnalistik, Jurnalistik Radio

≈ Leave a comment

Dengan berkembangnya citizen journalism atau jurnalisme warga, berita sekarang dapat dibuat oleh siapapun. Pegiat jurnalistik tidak terbatas pada mereka yang bekerja di bidang jurnalistik tetapi sudah melibatkan hampir semua orang. Akses terhadap teknologi informasi yang semakin luas membuat kesempatan semakin besar bagi banyak orang untuk menjadi jurnalis dadakan. Kadang-kadang laporan mereka cepat karena hadir di tempat kejadian. Dengan telepon pintar di tangan mereka bisa menulis di Twitter atau Facebook untuk berita langsung terjadi. Lalu mereka bisa menulis juga di sebuah blog.

Perkembangan inilah yang menyebabkan tumbuh istilah yang disebut pro-summer atau producer-consumer. Setiap orang terbuka peluang menjadi produser berita dan sekaligus sebagai konsumen informasi yang disediakan media massa.

Salah satu konsekuensi perkembangan ini maka jurnalis tidak hanya sebagai gate-keeper atau penjaga gawang lalu lintas informasi saja. Peran mereka bertambah yakni sebagai authenticator dan contextualizer.

Pertama, sebagai authenticator kalangan jurnalis profesional ini berperan membantu masyarakat pengguna informasi untuk menyeleksi banjir informasi. Jurnalis juga akan memberikan identifikasi mana berita yang dapat dipercaya, kredibel dan dapat diyakini kebenarannya serta akurasinya.

Kedua, sebagai contextualizer peran jurnalis adalah menyediakan laporan lebih dalam lagi sehingga audiens dapat mengetahui apa artinya informasi yang diterimanya itu, mengaitkannya dengan kehidupan mereka sehingga bisa memanfaatkan informasi itu untuk digunakan apakah dalam pengambilan keputusan atau langkah-langkah kehidupan mereka dalam jangka pendek atau panjang.

Dengan kata lain jurnalis profesional akan menyusun serpihan informasi yang banyak dalam satu kesatuan dan menyampaikannya kepada audiens dalam satu cerita. Kemudian juga jurnalis profesional ini memiliki peran dalam mengungkapkan sesuatu yang selama ini masih rahasia atau misteri.

Peran yang menonjol dari sekedar gate keeper menjadi authenticator dan contextualizer ini akan membuka peluang baru serta model baru dalam pemberitaan dan pembuatan feature baik format jurnalistik cetak, audio, televisi dan bahkan online. (Asep Setiawan)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Proses menuju berita radio

13 Sunday Mar 2011

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalistik Radio

≈ Leave a comment

Tags

berita, radio, reporter

Seorang reporter di lapangan merupakan ujung tombak dari pemberitaan. Di media pemberitaan radio, wartawan di lapangan ini akan mengumpulkan bahan-bahan liputan baik dengan wawancara langsung maupun dengan menggunakan alat perekam yang kemudian di “mixing” di studio. Biasanya laporan yang sudah diolah inilah yang kemudian dipresentasikan dalam sebuah siaran berita khusus.

Tahapan yang dilakukan pada umumnya:

1. Merekam peristiwa yang terjadi dengan alat rekam biasanya yang berbentuk profesional.

2. Wawancara di lapangan jika diperlukan dengan mereka yang terlibat dala peristiwa. Bisa jadi pelaku unjuk rasa, mereka yang melakukan orasi, orang yang terlibat konflik atau mungkin reaksi dari warga dalam bentuk cuplikan klip terpisah.

3 Sesudah pengumpulan data dan wawancara di lapangan, suara rekaman ini dibawa ke studio untuk diedit. Reporter kemudian menyusun naskah berita dalam bentuk sesuai dengan kebijakan editorial radio pemberitaan. Laporan bisa pendek dari sekitar satu menit sampai dengan empat menitan.

4. Setelah naskah diperiksa editor dan sudah lengkap biasanya reporter atau wartawan membacakannya di studio. Di dalam laporan bila diperlukan voice over karena klip nya orang asing maka perlu dibuatkan dulu klip yang sudah disatukan dengan bahasa nara sumbernya.

5. Proses selanjutnya adalah menggabungkan antara naskah yang dibaca reporter dengan klip. Pada tahap mengedit audio ini bisa saja secara lugas langsung misalahnya naskah yang dibaca kemudian disisipkan satu atau dua klip di tengah. Namun biasa pula karena ada atmosfir di depan seperti unjuk rasa atau bentrokan maka dimasukkan dulu suara atmosfir baru laporan. Model ini memerlukan editing suara karena atmosfir itu akan mengecil kemudian dimasukkan suara reporternya.

6. Sesudah selesai mengedit naskah berita, maka reporter perlu membuat CUE atau pengantar kepada laporannya. Dalam pengantar yang biasanya dibacakan oleh presenter berita ini perlu dimasukkan hal-hal penting yang menggambarkan isi laporan. Modelnya bisa menganut 5W 1H tetapi juga bisa memberikan pengantar garis besar dan rinciannya dalam laporan.

7. Ketika CUE atau pengantar sudah selesai dan audio sudah terbungkus rapi maka diserahkan kepada editor pemberitaan untuk dibacakan oleh presenter. Laporan inilah yang kemudian akan didengar oleh pemirsa radio berita.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips meliput operasi atau razia polisi

07 Monday Mar 2011

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalisme, Jurnalistik, Jurnalistik Radio

≈ Leave a comment

Tags

embeded, polisi, razia, tips liputan operasi polisi

Dalam liputan di lapangan mungkin mendapat kesempatan mengikuti razia polisi terhadap sebuah kejahatan dan atau peristiwa kejahatan. Karena karakteristik razia ini bersifat rahasia dan mendadak serta penuh dengan persiapan menyangkut keamanan dan keselematan, seorang jurnalis radio juga perlu memperhatikan keselamatan dirinya. Hal yang perlu diprhatikan dengan menempel pada polisi istilah kerennya embeded adalah

1. Keamanan dan keselamatan diri karena ada pejabat polisi yang menjamin wartawan

2. Razia kegaitan atau tempat yang tidak berbahaya, misalnya tidak ada perlawanan bersenjata

3. Tempat razia tidak di daerah terpencil, kalaupun jauh di hutan perlu peralatan tambah dan langkah keselamatan ekstra

4. Bahan-bahan yang dirazia apakah tergolong berbahaya, misalnya cairan kimia beracun atau gas beracun

5. Apakah kemungkinan perlawanan dari mereka yang dirazia6. Apakah bisa mengambil suara/audio ketika operasi

7. Apakah bisa memungkinkan mengambil foto bukti-bukti kejahatan untuk dokumentasi

8. Sebaiknya tetap both side wawacara polisi dan atau pelaku atau yang dirazia jika memungkinkan. Kalaupun sulit mewawancara mereka yang dirazia bisa dimasukkan kedalam naskah tulisan.

9. Bila sudah selesaikan, sampaikan kepada petugas bahwa dia akan melapor dan kembali ke kantor.Operasi keamanan polisi khususnya kejahatan memerlukan ekstra tambahan dan senantiasa berkomunikasi dengan editor yang memberikan tugas. Jangan sampai tidak tahu dimana keberadaan Anda dan sampai kapan Anda mengikuti operasi polisi.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d