Pengantar: Shalat merupakan ritual rutin umat Islam. Lima kali sehari sepanjang hidup sejak akil baligh. Penemuan akan suasana batin selamat shalat melahirkan rangkaian kata-kata dalam puisi berikut.Pernahkah hati ini rindu dengan shalat lima waktuTatkala shalat dhuha selesaiRindu menghujani hatiMenantikan dzuhur datangHaruskah duduk di sudut Rumah Allah padahal panggilan tugas menantiRindu akan shalatRindu berdialog dengan Yang Maha QuddusRindu membacakan ayat ayat Ad Dzikr yang sarat dengan maknaRindu menyerap kesucian ruh yang ditiupkan kepada setiap insan dalam menghadapNyaAdakah kerinduan ini bisa terobatiTatkala duduk di bumi Allah menantikan panggilan adzanRindu hati ini berdiri dihadapan MuBerseru dengan TakbirTakbir yang menggetarkan hatiAdakah obat pelepas rindu berjumpaMu dalam shalatGerak dan dzikr yang menghantarkan jiwa kepada Sang PenciptaMenepis jasmani menyelami ruh untuk membersihkan diri dari noda dosaLima kali penantian ini merindukan pertemuan dengan shalatShalat Shalat ShalatTidak ada yang tergetar kecuali orang yang khusyu dalam keyakinan akan menemuiMuShalat menjadi terminal pelepas rinduStasiun peristirahatan jasmaniPerhentian pengisian ruhaniMengapa manusia begitu lalai terhadap dzikr yang dianugrahkanNya untuk ummat akhir zamanShalat menjadi sebuah pertemuan yang kokohSebuah rangkaian doaSatu kesatuan rangkaian dzikr yang mencerahkanTempat jiwa diasah untuk melihat CiptaanNya dalam alam mikrokosmosDan alam makrokosmosItulah mengapa rindu akan shalat khusyu menjadi penyemangat hidup
Rindu Shalat
06 Thursday May 2010
Saya perlu memberikan ucapan terimakasih kepada Rumah Makan Ampera di Jalan Kopo Bandung yang terletak di sebelah pom bensin. Telepon genggam tertinggal secara tidak sengaja setelah menikmati kopi dan teh suatu sore hari.Seorang karyawan dengan baik hati menyimpannya dan ketika kerabat menanyakannya kemudian segera ditunjukkan untuk dikembalikan.Dalam era dimana kejujuran sudah langka, RM Ampera masih memiliki karyawan yang baik hati. Boleh dikata seperti itu karena setelah diketahui disimpan kemudian bisa dikembalikan ke kerabat saya di Bandung.Tentu selain beberapa kali menikmati RM Ampera di Bandung yang makanannya lezat, merekomendasikan untuk berkunjung dan menikmati sajian makanan khas Sunda. Saya kira Ampera masih bisa menjadi pilihan para pengunjung dan wisatawan lokal untuk mencicipi hidangan tradisional Jawa Barat.![Reblog this post [with Zemanta]](https://i0.wp.com/img.zemanta.com/reblog_e.png)