• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Author Archives: Setiawan

Tips Liputan di Lapangan

15 Thursday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ 6 Comments

Kalu kita diterjunkan untuk sebuah liputan, tentu seperti dikatakan terdahulu adalah persiapan.

Kalau sudah di lapangan ada beberapa tips tergantung dari jenis liputan.

 Berdasarkan pengalaman ada beberapa jenis liputan di lapangan:

1. Liputan jumpa pers, lebih mudah karena waktu dan tempat serta nara sumber sudah jelas. Tinggal siapkan anglenya. Jika mau belajar meliput, jumpa pers adalah kesempatan terbaik.

2. Liputan event, apakah itu pameran atau show ini juga memerlukan tips khusus.

3. Liputan konferensi, jika konferensi terbuka sifatnya akan dengan mudah mencari angle berita di lapangan. Sebaliknya kalau tertutup memerlukan skills khusus. Banyak kalangan wartawan berdiam diri jika konferensi itu tertutup atau pertemuan itu tidak terbuka untuk umum. Ini adalah tantangan menarik.

4. Liputan skala besar seperti pemilu atau kampanye. Sifatnya banyak outdoor adn memerlukan keahlian khusus terutama jika Anda bekerja untuk radio atau televisi.

5. Liputan wawancara khusus. Nara sumber yang sulit akan lebih banyak nilai beritanya. Bagaimana jika nara sumber itu dikejar wartawan sejagat. Ini akan menarik sekali dalam uraian nanti tip–tipnya.

6. Liputan olahraga, pengadilan dan wawancara di lapangan dengan masyarakat juga memerlukan tips terntu.

Nanti akan diuraikan satu persatu berdasarkan pengalaman di lapangan. Mungkin teori juga penting tapi berbagi pengalaman akan lebih memudahkan meringkaskan tugas di lapangan. 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Liputan Radio Pertama ke Paris 2001

11 Sunday Jun 2006

Posted by Setiawan in Persiapan

≈ Leave a comment

Saya mendapat tugas meliput pergantian mata uang di Eropa dari mata uang lokal ke Euro mulai 1 Januari 2002. Tepatnya mulai pkl 0000.

Saya telah siapkan sebagian bahan dari liputan BBC central.

Rencana disiapkan secaara rinci sampai kapan disiarkan seperti berikut:

– 2200 TX : Latar belakang terbentuknya Euro ini dan bagaimana persiapan dan semangat orang di Paris. Laporan ketersediaan penggantian mata uang Euro dan wawancara antusiasme masyarakat, durasi sekitar enam menit.

-. 1100 TX : Wawancara lebih pada suasana hari pertama Euro. Saya ditugaskan melihat ke toko-toko dan ngobrol dengan orang, tapi untuk 1100 ini bentuknya wawancara, durasi 2-3 menitan.

-. 1300 TX : Setelah Euro jadi mata uang tunggal lalu bagaimana? Ada laporan dari lapangan soal suasana dan juga mengulas apa konsekeunsinya, mungkin arus modal akan mengalir lebih gampang di Eropa, apakah berarti juga kebijakan moneternya harus ketat dalam satu kebijakan dan mungkin akan ada negara-negara yang relatif miskin yang akan kewalahan, lalu bagaimana posisi Inggris sendiri, katanya mau referendum. Durasir 7 menitan.

Dari contoh seperti itu detil liputan harus disiapkan secara seksama. Dalam bagian lainnya nanti akan dijelaskan tips bagaimana mendapatkan data melalui wawancara atau observasi. 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Contoh persiapan liputan

08 Thursday Jun 2006

Posted by Setiawan in Persiapan

≈ 1 Comment

Contoh rencana liputan meski tidak sempat digunakan.

TERAPI TRAUMA KORBANBOM DAN GEMPA BUMI DI
INDONESIA
 

Oleh
Asep Setiawan
 

 

PENDAHULUAN

Sekitar 200 orang menjadi korban ledakan bom di
Bali. Lebih dari 10 orang juga korban meninggal akibat ledakan bom di Marriot dan di depan Kedubes
Australia. Sebagian dari anggota keluarga yang menjadi korban atau mereka yang terluka mengalami trauma terhadap tindakan itu. Demikian pula akibat bencana alam di Aceh, Nias dan beberapa kawasan lainnya mengalami trauma yang sulit dihilangkan. Akibatnya sebagian dari mereka tidak mampu melakukan tugasnya atau kalau hal itu dialami anak-anak mengalami kesulitan dalam pendidikan. Liputan ini akan memantau bagaimana korban ledakan bom dan bencana alam menyembuhkan dirinya dan apa yang mereka rasakan sehingga trauma sulit dihilangkan

 

BAGIAN 1

TERAPI TRAUMA KARENA BENCANA

Sebagian dari mereka yang selamat dari bencana ledakan bom atau bencana alam seperti gempa bumi dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan. Trauma yang dialami ketika menghadapi bencana itu masih terus dirasakan. Bagian ini akan membahas bagaimana terapi trauma yang dilakukan sejumlah lembaga dan LSM untuk mengobati pasiennya. Lalu apakah juga terapi itu bisa menghasilkan pemulihan dalam diri penderita khususnya anak-anak. Di Indonesia sudah ada Trauma Center yang dilengkapi berbagai terapi, seperti art therapy (melukis, menggambar, mencipta puisi), body work (acupressure, para, yoga) , meditasi, imagery (pembayangan, segusti diri), cognitive therapy, olah raga, group support, dan expressive therapy (menulis, menyanyi, menari, permainan).

 

BAGIAN 2

TERAPI TRAUMA KORBAN BOM DI
BALI

Ledakan bom di depan Sari Club di Kuta membawa dampak psikologis terhadap korban yang selamat atau keluarga korban yang meninggal. Disamping itu, mereka yang tinggal berdekatan dengan tempat ledakan juga kemungkinan merasakan kekhawatiran sampai sekarang. Bagian ini akan meninjau ke lapangan terapi terhadap trauma ledakan bom dan pengalaman mereka yang mampu mengatasi trauma itu sehingga bisa kembali bekerja atau sekolah normal. Apakah juga hukuman yang setimpa terhadap pelaku pemboman bisa menyembuhkan trauma itu.

 

BAGIAN 3

TERAPI TRAUMA KORBAN BOM DI
JAKARTA

Ledakan di depan hotel Marriot dan Kedubes Australia meninggalkan pengalaman yang dalam terhadap mereka yang berada di
sana atau yang bekerja di sekitar tempat itu. Bagian ini akan melihat dari dekat korban luka yang masih merasakan trauma akibat ledakan bom dan bagaimana mereka menghadapinya. Luka bakar yang dialami korban mungkin akan memberikan dampak panjang dalam kehidupan mereka dan bagaiman reaksi mereka terhadap pelaku yang dihukum dan yang masih buron.

 

 

 

 

BAGIAN 4

TERAPI TRAUMA BENCANA ALAM GEMPA BUMI

Bencana gempa Bumi di Nias akan memberikan dampak sangat besar terhadap kejiwaan masyarakat di sekitarnya. Di Gunung Sitoli, mereka yang kehilangan tempat tinggal jumlahnya bisa mencapai ribuan. Selain memulihkan kondisi fisik, faktor kejiwaan korban gempa bumi akan lama sembuhnya. Lalu apkah setelah bencana di Nias ini ada perhatian terhadap trauma kejiawaan ini.

 

BAGIAN 5

TERAPI AKIBAT TSUNAMI ACEH

Dewi Atmarina (9) kelas 4 SDN 03 Banda Aceh, karena sempat digulung air hingga dua kali, maka setiap melihat air hujan, terlebih hujan lebat, ia langsung menangis. Jika hujan bertambah lebat, tangisnya pun semakin hebat seperti histeris. Kalangan psikolog menganggap dari kasus Dewi itu perlu adanya pengobatan terhadap mereka yang pernah mengalami bencana luar biasa ini. Dalam bagian ini, korban yang selamat dan keluarga korban akan menjadi perhatian. Rumah sakit di
Medan yang menampung korban trauma tsunami ini akan menjadi perhatian.

 

BAGIAN 6

TRAUMA CENTRE DI
INDONESIA, APAKAH KEBUTUHAN MENDESAK

Pengobatan terhadap trauma akan memakan waktu lama dan sebagian dari korban ledakan bom atau bencana alam harus mengalami penyembuhan jangka panjang. Apakah di Indonesia ada sistem terapi trauma yang terkoordinasi atau hanya muncul kalau terjadi peristiwa besar. Bagian ini akan melihat lebih jauh apakah kelembagaan seperti trauma centre ini sudah menjadi kebutuhan mendesak.

 

TEMPAT LIPUTAN

BALI, JAKARTA, NIAS,
MEDAN

 


NARA SUMBER

1.      Komnas HAM Anak-anak

2.      Psikolog/Psikiater/Dokter (

Ketua Perhimpunan Dokter Ahli Jiwa Bali  Prof Dr

dr Luh Ketut Suryani

3.      LSM, Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (Bali), Yayasan Pulih (Jakarta, Aceh), Pusat Pencegahan dan Trauma Psikologis (Jakarta), Kelompok Kerja Sosial melati

4.      Departemen Kesehatan

5.      Rumah sakit

 

LAMA LIPUTAN

Dua minggu ditambah mixing satu minggu.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d