• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Author Archives: Setiawan

Senangnya liputan ke luar negeri

22 Thursday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Salah satu aspek positif dari liputan ke lapangan adalah senangnya perjalanan liputan ke luar negeri. Peliputan ke luar negeri selain sifatnya jalan-jalan tetapi juga akan menambah wawasan. Liputan luar negeri ini kalau baru pertama kali sangat menyenangkan, penuh surprise dan banyak kejutan. Kesalahan administrasi dan teknik liputan mungkin banyak dilakukan namun banyak belajar dari perjalanan itu.

Beberapa aspek yang positif dari liputan ke luar negeri.

1. Bagi wartawan yang domisili di Jakarta atau kota lain, sepertinya bentuk kepercayaan dari lembaga media mengutus kita ke luar negeri. Selain ongkosnya besar tetapi juga risikonya tidak sedikit. Kepercayaan itu meliputi kepercayaan profesional, administrasi dan personal. Artinya, secara profesi mereka yang diutus ke luar negeri sudah diakui kualitas liputannya. Secara administrasi, dianggap mampu mengelola pengeluaran selama di luar negeri serta personal adalah kepercayaan dari pemimpin redaksi untuk menugaskannya meskipun tentu atas rekomendasi editor atau redaktur pelaksana.

2. Bertemu orang asing ! Pertemuan dengan nara sumber berbahasa asing akan mendorong kita banyak belajar. Selain didorong belajar menangkap apa yang dikatakan nara sumber tetapi juga bagaimana menuliskan apa yang dikatakan nara sumber itu. Jika orang asing itu berbahasa Inggris, tentu sangat menyenangkan berlajar berbagai hal dari bahasa asing pertama di dunia ini. Jika Anda mampu berbahasa Arab, Perancis atau mandarin, akan semakin menyenangkan belajar bahasa asing tersebut. Bahkan dalam pergaulatan sehari-hari, booking hotel, transportasi dan belanja akan dirasakan betapa manfaatnya belajar bahasa kedua ini.

3. Bertemu budaya baru. Jika Anda datang ke negara-negara Barat seperti di Eropa maka akan dirasakan berbeda dengan apa yang dihadapi di Indonesia. Mulai masuk bandara, masuk transportasi umum, masuk hotel dan kemudian melihat sekitar akan terasa sekali berbeda budaya dan bahasanya. Negara maju adalah ajang untuk belajar banyak hal mulai dari skills dan pengetahuannya. Buku-buku tentang jurnalistik atau tema tertentu yang menjadi minat kita akan banyak tersebar di toko buku. Tentu saja belanja ini memperhitungkan anggaran karena kurs dollar yang tinggi. Namun demikian kesempatan browsing di toko buku merupakan pengalaman menyenangkan.

4. Bergaul dengan sesama jurnalis. Di dunia ini jurnalistik telah merupakan bagian penting. Konon di Amerika telah menjadi institusi keempat dari tiga lembaga politik yang ada selain legislatif, yudikatif dan eksekutif. Pengalaman penulis bertemus sekaligus tiga ribu wartawan dari seluruh dunia dalam acara liputan Konferensi perdamaian Timur Tengah di Madrid tahun 1991 merupakan bukti bahwa pekerjaan dan tugas serta profesi jurnalistik adalah sebuah karir global. Selain akan memberikan input kepada kita bagaimana bergaul dengan sesama jurnalis dari mancanegara mulai dari surat kabar, radio dan televisi maka kita akan menemukan profesi yang luas dan tempat yang terhormat dalam masyarakat. Di barat, seorang wartawan senior bisa bercanda dan bergaul erat dengan seorang perdana menteri atau presiden. Tentu ini berbeda dengan keadaan di Indonesia namun setidaknya memberikan perspektif bagaimana tugas jurnalistik di dunia ini. Pengalaman bertemua wartawan Perancis dan Turki dalam liputan Perang Teluk di Dhahran, Arab Saudi tentu tidak dapat dilupakan. Daya kritis wartawan Perancis terhadap Amerika memberikan pengalaman baru bahwa sudah biasa seorang jurnalis itu kritis kepada negara manapun terhadap negara besar seperti Amerika.

Ada beberapa aspek lagi dari sisi menyenangkan dan positif liputan ke luar negeri ini. Dalam kesempatan lain akan kita bahas lagi. 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Teknik penulisan liputan

20 Tuesday Jun 2006

Posted by Setiawan in Teknik Penulisan

≈ 1 Comment

Persiapan peliputan penting untuk keberhasilan kerja di lapangan. Demikian pula tips beberapa liputan di lapangan sehingga hasilnya bisa optimal juga sama pentingnya. Nah setelah semua persiapan dan liputan selesai, bahan-bahan liputan ada di tangan tinggal produk akhirnya yakni penulisan untuk surat kabar atau paket audio untuk radio.

Beberapa tips dalam penulisan akan diuraikan secara singkat disini dan akan dielaborasi dalam berbagai contoh di lapangan.

1. Untuk liputan jumpa pers, bila tokoh penting yang hadir maka angle nya adalah apa yang disebut tema aktual yang sedang beredar. Misalkan, Gus Dur mengadakan jumpa pers soal perlunya undang-undang keadaan darurat ketiga berhadapan dengan DPR dan MPR maka setiap pandangan mengenai benturan dengan lembaga legislatif itu sangat ditekankan. Penulisan nya memang akan menyajikan suatu uraian yang menekankan pandangan dan ucapan nara sumber.
2.  Dalam liputan pemilu di lapangan seperti terjadi di Malaysia atau di Indonesia, maka fokus liputan adalah apa yang terjadi paling aktual pada hari itu. Kadang-kadang soal korupsi menonjol atau juga soal peralihan kekuasaan atau regenerasi kepemimpinan. Lead penulisan harus mencerminkan apa yang menjadi topik aktual pada hari H peliputan.

3. Untuk menuliskan pelaporan mengenai wawancara khusus, memang harus diangkat juga wording yang sangat menarik saat wawancara. Misalnya ketika saat mewawancarai Aung San Suu Kyi, saya mencoba mengangkat ketegasan perjuangan dia dalam menghadapi junta militer dan ketegasan dalam menegakkan demokrasi. Ini penting karena dialah figur pro demokrasi yang menjadi pandangan di dunia. Namun sisi kemanusiaan juga perlu ditonjolkan dalam wawancara misalnya apa saat luang digunakan.

4. Saat mengikuti konferensi yang tertutup dan hasilnya kita ketahui secara pasti, maka data yang kita himpun akan menjadi andalan dalam mengangkat pemberitaan. Ini akan terlihat dengan pelaiputan media lainnya yang belum tentu menuliskan materi inti dari hasil pembicaraan tertutup yang tidak bocor kepada umum. Namun satu hal perlu perhatian kalau kita menangkat sebuah materi sidang tertutup, kita mesti memiliki nara sumber atau dokumen yang kuat. Jika diperlukan sekali kita memiliki sumber A1, misalnya menteri atau dirjen yang memimpin sidang.

Dalam pertemuan selanjutnya kita akan kaji lebih dalam lagi mengenai cara penulisan atau presentasi dalam bentuk contoh-contoh. 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips liputan konferensi ruang tertutup

20 Tuesday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Salah satu pengalaman menarik sebagai wartawan adalah meliput sidang tertutup. Awal pengalaman adalah ketika meliputi konferensi Kamboja mulai dari Jakarta, Thailand sampai membawa saja ke Paris, Perancis.

Di Jakarta, rekan senior saya di Kompas, Rumhardjono, James Luhulima dan Rene Patiradjawane melatih secara tidak langsung di lapangan bagaimana mendapatkan informasi berharga bahkan pernah mendapatkan dokumen yang hanya untuk para pejabat tinggi mengenai outcome atau hasil sidang itu.

Kita tahu pada tahun 1990-an, masalah Kamboja adalah tonggak diplomasi utama Indonesia sebagai sebuah negara yang stabil dan kuat. Uluran tangan Indonesia menyatukan beberapa faksi yang bertikai di Kamboja bekerja sama dengan Perancis sebagao co-chair istilahnya telah membawa Indonesia ke pentas diplomasi dunia.

Sidang politik antara Khmer Merah, Pangeran Ranaridh, Pemerintah Kamboja yang berkuasa dibawah Hun Sen dan beberapa faksi lainnya berjalan alot. Sepertinya tidak ada titik temu.

Maka mulai dari Mochtar Kusumaatmadja sampai Menlu Alatas dirancang berbagai diplomasi mulai dari Cockail Party sampai pertemuan informal.

Beberapa hal dalam liputan dengan agenda yang sangat alot dan mengalir cepat adalah:

1. Kuasai agenda pertemuan dan apa yang akan dicapai dari setiap pertemuan itu. Dengan membaca dokumen resmi dan dokumen dari pemberitaan serta ulasan, kita akan mengetahui sudah dimana dan akan kemana pertemuan itu. Atau setidaknya bisa mengetahui apa saja yang menjadi ganjalannya.

2. Nah untuk mengetahui apa yang masih mengganjal adalah dengan mengontak pakar masalah itu, pengamat internasional dan bahkan pejabat menengah yang bisa memberikan background – bukan untuk dimuat. Berbincang dengan pejabat Deplu untuk mengetahui background ini penting karena dalam pemberitaan kita akan tahu sebenarnya susunan masalahnya.

3. Kalau sempat memfoto copy draft agenda konferensi mungkin lebih baik. Ini bisa dicari di daput foto copy atau dari pejabat tertentu atau kadang-kadang ada anggota DPR yang ikut sidang, maka kita bisa kebaikannya untuk membuatkan foto copy tetapi bukan untuk diberitakan, sekali lagi untuk backgroundg. Tidak mungkin kita menyalin dokumen karena akan merupakan pelanggaran hukum.

4. Mencari dokumen ini harus senantasai dilakukan bila sidang tertutup. Dari sesama rekan wartawan juga boleh namun tentu saja menjalin hubungan pribadi dengan beberapa petinggi akan lebih baik lagi. Disinilah keunggulan kita dalam liputan sehingga tidak harus senantiasa mengejar-ngejar di depan umum apa yang keluar dari pernyataan para pelaku perundingan. Kita pegang saja ketua perundingan Indonesia atau Perancis.

5. Bagi wartawan asing, diplomat adalah sumber utama jalannya perundingan di dalam ruangan tertutup. Kadang-kadang ada sejumlah diplomat yang turut serta karena sebagai penyandang dana atau pengatur acara, maka wartawan asing sering mendapat akses dari duta besarnya yang memiliki akses ke ruang sidang. Ini juga sumber penting bagi liputan closed meeting.

6. Banyak wartawan hanya menunggu ketika meliput sidang tertutup. INi kesalahan besar. Meliput sidang yang tidak bisa diliput wartawan tidak berarti tidak tahu apa jalannya persidangan. Ada banyak jalan untuk mengetahui apa yang sedang diperdebatkan dan apa yang sedang menjadi isu utama.

Beberapa tips ini pernah dilakukan terutama di Jakarta ketika sidang masalah Kamboja sedang puncak-puncaknya. Beberapa ulasan singkat lainnya akan menyinggung ketika liputan di Pataya, Thailand selatan dimana tempat perundingan terisolasi jauh dari umum dan jarang wartawan Indonesia. Bagaimana pengalamananya ikuti dalam tulisan selanjutnya.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d