• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Author Archives: Setiawan

Persiapan jurnalistik tahun 2007

22 Friday Dec 2006

Posted by Setiawan in Persiapan

≈ 8 Comments

Apa saja yang perlu dipersiapkan bagi seorang jurnalis di tahun 2007 ?  Adalah waktu yang tepat pekan ini untuk mengkalkulasikan apa saja yang pernah dicapai dan apa yang belum serta bagaimana meningkatkan kinerja profesionalnya.

Sebagian dari kalangan jurnalis mungkin sudah bekerja satu atau dua tahun sebagian lain mungkin lebih dari 5 tahun dan ada pula lebih dari 10 tahun. Untuk meningkatkan kemampuan secara terus menerus perlu ada persiapan khususnya di akhir tahun ini.

Beberapa tips mungkin bermanfaat bagi mereka yang sudah berkecimpung dalam peliputan, editorial atau memimpin tim kerja di media cetak atau elektronik.

1. Langkah yang baik untuk mencapai pengembangan diri adalah menuliskan minimal 10 hal yang Anda ingin capai dalam karir di bidang jurnalistik. Bagi seorang reporter mungkin ingin mengembangkan diri menjadi wakil editor atau langsung menjadi editor. Bagi editor mungkin berminat naik kedalam peran sebagai wakil redaktur pelaksana atau redaktur pelaksana. Prinsipnya apapun posisi kita seharusnya berkembang terus sesuai dengan kemajuan waktu. Pilih sepuluh hal yang kita akan capai misalnya: menyempurnakan teknik penulisan laporan, mendalami peliputan di lapangan, menggarap pelaporan investigatif, mengembangkan penulisan feature, memulai menulis mengenai analisis berita dsb.

2. Buatlah dari sepuluh hal sasaran itu menjadi program 12 bulan. Rincilah kedalam langkah-langkah setiap bulan, catat dalam rencana tahunan Anda dan kemudian dirinci lebih detil kedalam program mingguan. Jangan sungkan untuk menuliskannya supaya bisa dimodifikasi setiap waktu.

3. Di bidang pengembangan kemampuan, targetkan juga peningkatan kursus atau sekolah. Jika memiliki ijin, ikuti kursus spesialis di bidang bahasa, manajemen media atau teknik-teknik penulisan dan peliputan di lapangan dari wartwan senior. Dalam istilah manajer, jika seorang profesional tidak mendapatkan ilmu baru dalam 6 bulan berarti sudah mundur 6 bulan. Kursus bisa tertulis atau diambil di waktu libur. Yang jelas khususnya waktu untuk menambah spesialisasi, jangan biarkan waktu berlalu hanya di bidang tertent, misalnya liputan di DPR saja atau di Istana saja sampai bertahun-tahun.

4.  Perluas jaringan Anda. Sudah menjadi semacam kebiasaan di sebagian kalangan profesional, networking adalah pilar kemajuan dalam karir.Carilah teman di dunia yang sama yakni di televisi, radio, surat kabar atau majalah baik dalam maupun luar negeri. Kalau ada wartawan asing datang ke Indonesia, waktunya untuk membuat perkenalan dan belajar dari langkah-langkah mereka.  Berbagai kantor berita asing ada di Jakarta.  Dengan sendirinya, kemampuan berbahasan harus senantiasa diasah.

Saya kira banyak hal yang bisa dikembangkan untuk tahun 2007. Banyak peluang di depan mata kita, dan segera raihlah. Jangan takut gagal. Gagal adalah sukses tertunda.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips mempersiapkan lamaran ke media

10 Sunday Dec 2006

Posted by Setiawan in Peluang Kerja, Persiapan

≈ 3 Comments

Sebenarnya, situs ini diarahkan bagi mereka yang sudah masuk ke media massa untuk lebih mengasah kualifikasi di bidang jurnalistik. Beberapa pengalaman saya meliput di dalam dan luar negeri juga sudah sebagian dimasukkan. Namun selain sharing pengalaman juga membuka peluang bagi mereka yang sangat tertarik untuk meniti karir di dunia jurnalistik.

Asal tahu saja bahwa karir di jurnalistik, sama seperti karir di bidang lain mengandung risiko dan peluang. Risiko yang harus di tanggung tidak hanya keluar tapi juga kedalam.  Keluar artinya kepada nara sumber dan sumber berita dimana kadang-kadang harus menghadapi risko berbahaya mulai dari kecaman, ancaman, penganiayaan sampai kepada sesuatu yang mengancam nyawa. Jika terkait karena sikap tidak senang dan cercaan mungkin hanya sebentar saja tetapi kalau sampai ancaman nyawa, urusannya bisa berkaitan dengan polisi.

Dari dalam maksudnya, ada kasus-kasus dimana seorang personil di dalam redaksi bentrok dengan atasan dan rekan sekerja. Perbedaan pendapat ini bisa berujung kepada pertikaian apabila masing-masing ngotot. Seorang jurnalist profesional mestinya melihat konteks masalahnya. Kecuai jurnalist ini menjadi aktivis dunia wartawan yang memperjuangkan kebenara di dunia karyawan, menuntut pembagian saham dan mengkritik kebijakan perusahaan, maka ini bagian dari tantangan ke dalam dan mungkin perlu pembahasan khusus mengenai jurnalist yang aktivis dan jurnalist yang mengejar kualitas dalam pembertiaan. Keduanya hadir dalam dunia jurnalistik dan bisa juga kedua nya memiliki posisi sama pentingnya.

Nah bagi rekan-rekan yang masuk dunia jurnalistik, tidaklah mudah. Setelah berada di dalam juga tidak mudah menyesuaikan dan menitit jenjang karir. Namun kita akan membahas beberap tips penting saat mempersiapkan diri memasuki sebuah perusahaan media.

1. Sempurnakan CV Anda. Sebuah daftar riwayat hidup adalah jendela bagi orang luar untuk menengok siapa diri Anda. CV adalah sebuah ayunan tangan untuk berjabat tangan dengan orang lain. Ayunan tangan yang hangat serta jabat tangan erat menandakan keinginan bersahabat. Oleh karena itu tampilkan sebuah CV yang menjadikan Anda hangat dimata orang lain. Anda menjadi orang yang berharga untuk dijadikan mitra profesional untuk membangun keberhasilan media yang menjadi tujuan Anda. CV adalah wujud persofinikasi pribadi dan warna dari sosok profesionalitas Anda. CV yang penuh dengan coretan dan koreksi, salah ketik nama dan alamat serta rincian yang penuh dengan koreksian menandakan Anda tidak menghormati mereka yang membaca CV Anda. Dengan kata lain, Anda tidak tampil dengan pakaian yang santun.

2. CV yang lengkap akan memberikan rasa senang dan keingintahunan dari lembaga media. Oleh karena itu, siapkan sosok dalam CV itu untuk tampil seperti yang diminat dalam daftar riwayat hidup Anda. Perhatian rincian dan pengalaman Anda, jika ditanya maka Anda dengan mudah bisa menjawab. Tulisan Anda misalnya kalau dilampirkan, jelaskan konteksnya dan bagaimana Anda bisa mencapai kesimpulan seperti itu.

3. Siapkan psikotest. Setiap perusahaan yang menerima karyawan akan menyediakan tes psikotes. Pengalaman saya, banyak soal-soal psikotes dijual umum. Bisa dicoba supaya Anda tidak kaget. Biasanya ada tes kepribadian, tes IQ dan tes kemampuan. Bentuknya sekarang lebih beraneka ragam dan canggih. Namun setahu saya ada standar dalam tes itu. Misalnya jika Anda disuruh menggambar manusia, buatlah gambar manusia itu sedang bergerak aktif seperti sedang berlari, sedang berjalan. Jangan buat manusia yang berdiri termangu. Atau jika membuat pohon, buatlah pohon yang ada buahnya, tinggi besar dan penuh dengan daun lebat. Contohnya pohon mangga, pohon rambutan. Sebaiknya tidak menggambar pohon cabe rawit, karena katanya pohon yang rimbun dan penuh buah tandanya Anda memang kreatif. Itu kata psikolog.

4. Siapkan juga kalau Anda tiba-tiba dipanggil wawancara. Ada dua macam wawancara, yaitu wawancara dengan psikolog untuk mengetahui potensi Anda dan wawancara dengan pemilik dan staf redaksi untuk mengetahui pengalaman dan visi Anda. Intinya Anda seharusnya menyatakan sikap seperti ini: Anda layak diberi kesempatan bergabung karena pengalaman dan potensi Anda di dunia media. Atau kalau Anda belum pengalaman, antusiasme, semangat berjuang, fleksibilitas bergaul, keteguhan Anda, fisik yang prima dan latar belakang pendidikan bisa membuat Anda berharga untuk direkrut. Banyak buku menjelaskan teknik wawancara. Satu hal yang pasti, aktiflah dalam wawancara dan buatlah orang yang mewawancarai menjadi enak dalam obrolannya.

Ada banyak tips lebih rinci, namun bagi yang akan mempersiapkan diri masuk media, beberapa poin itu cukup penting.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Situs lowongan kerja TransTV

01 Friday Dec 2006

Posted by Setiawan in Peluang Kerja

≈ 289 Comments

Mumpung masih hangat dan masih ada waktu satu dua hari ini, program lowongan di Trans TV-TV7 ini bisa Anda klik di  http://www.transcorp.co.id/. Kemudian silahkan klik bagian atasnya dan Anda akan terhubung dengan keterangan dan cara memasukkan lamarannya.

 Berikut ini sebagian keterangan dari situs tersebut.

About BDP   

Broadcaster Development program (BDP) is a program to educate and develop fresh graduates to be highly qualified broadcasters. It is a commitment from the Board of commissioners and Directors to conduct an annual regular program for them and has been done for 6 batches starting in 2001. From this program, we already create and provide capable and skilful individuals in the area of broadcasting. It is already proven that many of our employees (from BDP graduates) are working in other TV stations either local or international, and occupy good position.   Starting this year TV7 join Trans TV. Since then, we have more young people to be trained.    

BDP RECRUITMENT STAGES Selection of Administration Only applicants who meet our recruitment are selected.  Selection Test First Test: General Knowledge and English tests Second test: Psychological Tests If you fail the first test, you cannot continue to the second test If you fail the second test you cannot continue the interview process. Interview with HC & User There are several interview sessions. First, you will be interviewed by HC and then you will be referred to user. Interview with user can be one or more.  Medical Test BDP Training Program Placement of Position 

BDP TRAINING STAGES  It is a 9 months intensive program which consists of 3 steps: STEP ONE (Training Program)  – General Training Program – Specialized training Program – On the Job Training STEP TWO (Contract Employees)  – A six months contract program – Special assignment

STEP THREE (Permanent Employees)  – Permanent Assignment   Every step will be carefully evaluated by a team of evaluator and will be terminated if they failed.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d