• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Author Archives: Setiawan

Bermimpi Indonesia yang bersih

22 Monday Oct 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 5 Comments

Melihat negeri dari jauh ada rasa kerinduan untuk pulang dan perasaan ingin ikut berkecimpung dalam membangun Indonesia yang bersih dan berbudaya. Mengapa bersih ? Secara sosial Indonesia memang dilihat negeri dengan polusi budaya korupsi dan kriminal. Indikator bahwa Indonesia negara koruptor bisa terlihat dari daftar yang dikeluarkan Transparansi Internasional.LSM yang mengorek-ngorek borok korupsi setiap negara ini memang bisa saja diabaikan temuannya. Namun disisi lain kampanye medianya yang besar tidak jarang dijadikan bahan alternatif informasi mengenai kondisi polusi budaya yang sulit diberantas ini.Korupsi adalah penyakit akut dari akar rumput sampai akar tunjang dan dahan serta ranting. Korupsi sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat sehingga biaya sosial dari kehidupan masyarakat juga mahal secara ekonomis dan merugikan secara sistem sosial.Berbagai contoh di Eropa menunjukkan, kalangan pemimpin baik yang ada di pemerintah maupun non pemerintah berperan aktif dalam membersihkan polusi sosial ini. Rasa malu akan menjadi senjata ampuh untuk perlahan-lahan membersihkan negara dari penyakit sosial ini. Kalaulah Eropa terlalu jauh, Singapura mungkin bisa dijadikan bahan pembelajaran. Negeri jiran yang kadang angkuh ini diakui sebagai negara dengan korupsi minim. Temuilah sopir taksinya, rata-rata jujur kalau meminta bayaran.Kunci semua itu memang adalah ahlak para pemimpin dan pemangku kekuasaan. Kalau melihat pemberitaan belakangan mulai dari Ketua Bulog yang mengumpulkan uang di ember dan di kamar mandi sampai dengan calon hampir jadi Komisi Pemilu, maka sungguh malang bangsa Indonesia dengan para pemimpin berkualitas seperti itu.Bersih kedua dalam alam pikiran saya adalah bersih secara lingkungan. Suasana yang adem dan udara segar menjadi impian banyak orang perkotaan. Namun transportasi umum tidak memberikan kesempatan untuk membuat udara bersih, lingkungan asri dan sampah dibuang secara tertib.Tata kota memang perlu banyak pembenahan. Disinilah kesulitannya. Jika ingin transportasi publik yang bersih maka diperlukan modal dan kemauan keras. Dua hal ini sudah ada. Modal sudah semestinya akan ada namun kemauan dan kekuatan para pemegang jabatan lemah sehingga sering terpatahkan oleh kepentingan sesaat.Artinya, dimanapun di kota besar di dunia, kereta api merupakan sebuah keniscayaan untuk mengangkut jutaan pekerja di dalamnya. Namun Jakarta dengan populasi siang mencapai 15 jutaan, angkutan kota mengandalkan roda empat yang penuh dengan polusi.Sudah saatnya berpaling kepada kereta api atau light railway sebagai solusi. Jika tidak maka Anda bisa datang ke tempat kerja berpeluh keringat dan menghabiskan waktu berjam-jam yang berarti mengurangi produktifitas. Jika Jakarta menjadi contoh kesemrawutan fisik maka kota lain dikhawatirkan akan ikut.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Bukalah pintu maaf, pintu menuju surga

12 Friday Oct 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 7 Comments

Tags

ibadah, Nabi Muhammad SAW, pintu maaf, sahabat, surga

Saling memaafkan merupakan naluri manusia sejak turun ke bumi. Ini berkaitan dengan naluri manusia juga yang kerapkali berbuat khilaf. Bertindak keliru merupakan inheren perbuatan manusia. Dalam hidupnya manusia tidak lepas dari kesalahan.

Dalam melangkah dan berinteraksi, disengaja atau tidak bertindak keliru bisa terjadi.Oleh karena itu membuka pintu maaf merupakan sebuah peluang emas membangun diri. Dikisahkan seorang sahabat Nabi Muhammad yang dikatakan menjadi ahli surga sementara para sahabat Nabi bertanya-tanya. Siapa dia? Kok tidak terkenal shaleh dan zuhud bisa menjadi ahli surga.

Singkat kata, seorang sahabat Nabi menyelidiki sampai berpura-pura menginap beberapa hari untuk mengetahui apa yang dikerjakannya. Kesimpulannya, tidak ada sebuah tindakan istimewa. Dia beribadah seperti layaknya seorang shaleh. Dia bergaul seperti layaknya seorang insan yang bersih hatinya.Akhirnya, sang sahabat ini bertanya kepada calon ahli surga ini yang disebut Nabi Muhammad ini.

Dia juga mengakui tidak tahu apa yang menjadi alasan dirinya disebut sebagai ahli surga. Setelah didiskusikan, akhirnya keluar kalimat yang mungkin menjadi kunci bagi sukses dirinya di akhirat kelak.

“Saya setiap sebelum tertidur, senantiasa memaafkan semua kesalahan, semua orang terhadap saya. Hati saya membuka pintu maaf bagi mereka dan mendoakan mereka. Maka saat saya tertidur tidak rasa dendam kepada siapapun,” kira-kira begitulah ungkapan sahabat calon ahli surga ini.Ternyata memaafkan merupakan kunci keberhasilkan kita tidak hanya di dunia tetapi lebih dari itu di kerajaan akhirat kelak. (Diperbaiki, 8 Maret 2011)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Orang Batak Berpuasa

10 Wednesday Oct 2007

Posted by Setiawan in Archive, Books

≈ Leave a comment

Buku bejudul Orang Batak Berpuasa dianggap menarik karena menggambarkan suku Batak berpuasa. Kajian mengenai etnik dalam beribadah puasa memang masih langka.Anda juga bisa mendengarkan bagaimana penulisnya Baharuddin Aritonang berbicara mengenai buku yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia bulan September 2007 ini.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d