• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Tag Archives: Jordan

Pemuda Gua Al Kahfi

12 Friday Mar 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 2 Comments

Tags

Amman, Islam, Jordan, Qur'an

Sebuah kunjungan yang sudah lama sekali terjadi ke tempat yang disebut Gua Kahfi. Letaknya tidak jauh dari ibu kota Jordania, Amman. Konon di tempat inilah para pemuda yang digambarkan oleh Al Quran untuk mempertahankan imannya bersembunyi di sebuah gua.

Kemudian muncul pertanyaan bertapa lama mereka tertidur dan ditidurkan disana.Di dalam Al-Quran ada mengisahkan perihal dan kisah mengenai Ashabul Kahfi yang mana kesannya masa terdapat di sebuah tempat yang bernama Sahab di Amman.

Dari Wikipedia Profesor Muhammad Taisir Dhabyan dalam bukunya ‘Penemuan Besar Abad 20 : 7 Petidur Tiga Abad’ menyatakan gua tersebut terletak di 7 km tenggara bandar baru Amman, Jordan.

Peristiwa Ashabul Kahfi begitu istimewa sehingga surah dinamakan al Kahfi.Kisah mereka dipaparkan dalam Surat Al Kahdi 9-26 yang disebutkan ditidurkan 309 tahun karena dikejar-kejar oleh raja yang lalim dari Roma.

Raja Daqyanus menganut agama berhala dan memusuhi agama Nasrani (Nabi Isa).Saat itu Kerajaan Roma membawahi Liga Decapolis yang berpusat di Philadelphia (kini dikenali sebagai Amman) di mana Raja Daqyanus atau Decius memerintah pada ketika itu.

Meskipun sudah lebih dari satu dasa warsa kunjungan ini merupakan sebuah perjalanan bersejarah karena dari sanalah keyakinan bertambah. Bahwa kisah Al Kahfi nyata ada dan nyata ada di bumi yang tak lain di Jordania sekarang.

Kalau berkunjung ke Amman jangan lupa menengok tempat ini.Bagi para backpacker mungkin ini tempat yang bisa dijelajah karena dari sana tidak jauh ada tempat bersejarah yang disebut Laut Mati.

Konon laut yang bisa mengambangkan kita saat berkenang karena berat jenisnya lebih tinggi belum bisa dicek sampai dasar laut. Konon pula dekat tempat ini umat Nabi Luth dikubur karena sudah melakukan perbuatan hubungan sejenis. Wallahu’alam bishawab.

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Click to share on X (Opens in new window) X
  • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Click to print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...
 

    %d