Tujuh Peran A Power Producer

Produser yang handal (power producer) memiliki beberapa karakter yang sama karena mereka menyadari tuntutan produksi televisi berita. Produksi televisi berkaitan dengan peran berbeda dalam menciptakan dan menjalankan program berita. Setiap tugas produser terkait dengan satu dari tujuh peran dasar produser.

1. Jurnalis
Produser handal adalah jurnalis dan reporter andalan. Mereka memiliki dorongan profesional untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai dunia kepada audiens. Produser di tingkat ini seperti reporter memiliki kontak dengan nara sumber berita dan berbagai komunitas. Sebagai seorang jurnalis produser handal mempersembahkan laporan yang akurat, adil dan berimbang. Mereka memperlihatkan peran ini dalam rundown dan laporan yang mendalam.

2. Penulis naskah berita
Produser handal merupakan penulis naskah berita yang mumpuni. Mereka menulis untuk didengarkan oleh telinga dan memahami penyelarasannya dengan video, suara dan kata-kata untuk merangkai laporan.

3. Ahli dalam produksi
Produser handal menguasai mekanisme dan pertunjukkan televisi. Apa ciri-cirinya? Mereka memeriksa rundown dan menyadari dalam naskah berita di dalamnya ada yang luput, mengetahui berapa lama proses editing video dan mampu bagaimana mengendalikan proses produksi yang kompleks. Jika kita tidak terbiasa dengan teknis produksi akan sulit menjadi produser yang handal.

4. Penulis bidang promosi
Menulis naskah yang membuat pemirsa terpana dan membuat mereka tetap menonton sampai selesai merupakan bagian yang perlu diketahui dalam bidang promosi. Produser handal mengetahui pentingnya membujuk penonton dan bagaimana tugas harian ini terkait dengan bagian promosi dan marketing. Namun mereka juga tahu bahwa promosi yang baik adalah akurat secara jurnalistik dan tidak menyesatkan audiens.

5. Pemimpin sebuah tim
Meskipun memimpin sebuah tim bukan bagian dari deskripsi pekerjaan, kepemimpinan penting untuk mengembangkan seorang produser handal. Seorang produser yang handal memimpin sebuah tim. Dia menyatukan puluhan orang dari berbagai departemen untuk menayangkan sebuah program. Produser handal mampu memanfaatkan sisi terbaik bidang lain untuk timnya. Ini berarti bekerja sama dengan sikap saling menghargai dan menciptakan lingkungan yang positif.

6. Peneliti
Bagaimana kita berkomunikasi dengan audiens jika kita tidak memahami bagaimana mereka hidup dan apa yang mereka harapkan dari berita televisi? Agar berhasil menyajikan berita yang dibutuhkan audiens kita harus memiliki bayangan secara akurat tentang pemirsa kita. Ini sesuatu yang tidak mudah namun kita perlu untuk melakukan kajian soal audiens kita.

7. Tahu hukum dan etika
Seorang produser yang handal memiliki pengetahuan berita mana yang dapat menimbulkan masalah hukum dan berita apa yang dapat menimbulkan masalah etika yang bisa mempermalukan stasiun televisi kita dan merusak kredibilitasnya.

Sumber: Power Producer by Dow Smith (2002)

Cameron: Indonesia mampu memimpin dunia

Sedikitnya lima kali PM Inggris David Cameron mengatakan: Indonesia mampu memimpin dunia dalam bahasa Indonesia !

Mungkin sebagian sudah membaca pernyataan yang kemudian mendapatkan tepukan meriah dari hadirin yang hadir.

Ungkapan Indonesia mampu memimpin dunia merupakan pendorong semangat sekaligus sindiran.

Indonesia mampu memimpin dunia jika demokrasi dijalankan dengan benar. Indonesia mampu memimpin dunia jika korupsi diberantas.
Indonesia mampu memimpin dunia jika para pemimpinnya adil.

Namun sayangnya semua ini barulah impian. Kenyataannya demokrasi masih soal pergulatan elit mempertahankan kekuasaan. Korupsi masih berurat akar dari bawah sampai atas. Para pemimpin hanya memikirkan diri, dia tidak bertindak adil.

PM David Cameron di Jakarta

PM Inggris David Cameron tiba di Jakarta hari Rabu (11/4) sekitar 12.30 di Bandara Halim Perdana Kusumah. Inilah kunjungan pertama sejak 2006 seorang perdana menteri Inggris sesudah Tony Blair. Enam tahun bukan waktu yang singkat. Kini Inggris melirik Indonesia sebagai negara yang akan berpotensi meningkatkan pendapatannya. Produk teknologi Inggris bisa menjadi salah satu daya tarik Indonesia.

Inggris dengan produk budaya dan teknologinya memang menarik. Tidak hanya produk fiksi seperti Harry Potter yang kemudian mengglobal selama hampir sepuluh tahun, Inggris juga dikenal dengan tokoh komedi Mr Bean. Belum lagi dengan grup band legendaris seperti The Beatles.

Dan yang tidak bisa dilupakan masyarakat Indonesia tentu adalah Liga Inggris. Sebuah laga sepakbola bermutu yang senantiasa dinikmati penonton Indonesia setiap akhir pekan. Tidak seperti liga negara lainnya, Premiership menawarkan pesona bintang dan ketatnya persaingan sebagai salah satu ciri liga utama Inggris.

Selain bermotif kepentingan bisnis, salah satu yang menarik disimak dan sangat simbolis adalah kunjungan Cameron di Taman Makam Pahlawan Kalibata begitu mendarat di Jakarta. Bagi sebagian warga Indonesia mungkin dianggap biasa.

Namun coba kita simak lagi. Bayangkan seorang pemimpin negara maju begitu mendarat di Jakarta tidak langsung ke istana tetapi mengunjungi makam pahlawan Indonesia. Kemudian dia memeberikan penghormatan kepada pahlawan yang tidak dia kenal.

Itulah tradisi Inggris yang lekat dengan penghormatan kepada pahlawan. Setiap tahun penhargaan kepada legiun veteran perang di Inggris sangat lah luar biasa. Tidak hanya berupa acara pengumpulan dana bagi mereka yang pernah menjadi tentara Inggris sejak Perang Dunia I namun juga berbagai penghormatan dari rakyat kecil sampai Ratu Inggris. Itulah negeri yang menaruh dan mencatat jasa pahlawannya sampai di abad ke-21 ini.

Itulah tradisi Inggris yang kemudian dibawa dalam kunjungan ke Indonesia. Bukankah di Kalibata adalah pahlawan Indonesia ? Lalu apa kepentingan Cameron datang ke makam ini? Itulah simbolisme dimana pemimpin Inggris seperti mengajarkan bahwa kemajuan sekarang, eksistensi kita tidak lain karena jasa-jasa para pendahulu. Itulah sebenarnya yang muncul dari simbolisme Cameron ke Kalibata.

Apakah bisa tertangkap oleh orang Indonesia? Mungkin tidak banyak yang mengetahuinya. Asal tahu saja, Inggris yang sudah modern ini dan kapitalis orang menyebutnya, menaruh perhatian besar terhadap para pendahulunya. Bahkan di depan gedung pusat pemerintahan Inggris yang disebut Whitehall, berdiri tugu pahlawan yang selalu diangkat menjadi tema sentral hari pahlawan Inggris. Di tugu yang terletak di tengah jalan tak jauh dari Big Ben inilah, nama-nama pahlawan Perang Dunia I dituliskan, di sini pula Ratu Inggris hadir dalam upacara penghormatan kepada mereka.

Jadi pahlawan yang sudah dikubur itu bagi Cameron memiliki pesan magis untuk nasib kita sekarang. Itu pula pesan yang ingin dibawa PM Inggris ini bahwa selayaknya kita tidak melupakan mereka yang telah gugur untuk bangsanya. ***