Blog Hubungan Internasional di Indonesia

Tags

, ,

Berkat kunjungan Ardi Fitra Rahman saya jadi banyak berkenalan dengan blog-blog dan situs hubungan internasional dari para peminat dan pakar HI. Sebuah perkembangan menarik yang bisa menjadikan pengembangan studi hubungan internasional versi Indonesia bisa diwujudkan.Sudah lama catatan-catatan saya mengenai studi politik luar negeri dan studi hubungan internasional dengan memasukkan unsur pemikiran dari negara berkembang (Indonesia) dijadikan sebagai basis kajian perilaku negara berkembang dalam berinteraksi dengan mitranya dari mancanegara.Kajian intensif terhadap paradigma hubungan internasional menunjukkan bahwa dasar-dasar filsafat barat dalam mengkaji interaksi global sangat dalam. Bahkan kemudian muncul dalam tataran penafsiran peristiwa aktual. Aliran realisme atau neo realisme misalnya melihat manusia sebagai mahluk jahat yang siap menaklukan dan menyerang sehingga muncul doktrin negara mengenai power politics.Kalau saja pemikiran di Indonesia dikembangkan apakah basisnya tradisi atau religius mengenai unsur-unsur manusia yang intrinsik kemudian ditarik kedalam tataran global sebagai sebuah sifat manusia yang inheren maka akan menjadi kaya kajian hubungan internasional.KJ Holsti misalnya juga melihat pola interaksi yang menjadi latar belakang kerangka analisa HI dilihat dari sedikitnya tiga sistem sub-dunia yakni Yunani, India dan Cina. Saya pernah mendiskusikan hal ini mengapa sistem regional yang pernah menguasai dunia dari abad ke 6 sampai 12 di bawah imperium Islam tidak mendapat kajian. Padahal dari sistem itu bisa ditarik beberapa prinsip hubungan internasional yang pernah hadir di muka bumi.Demikian juga kajian interaksi aktor regional ketika era Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan Islam Indonesia bisa dijadikan sebuah butir-butir penting dalam penelitian mengenai sistem regional yang bisa berinteraksi dengan kekuatan global.Hal ini belum bisa dilihat dari blog-blog hubungan internasional yang terlena dengan kajian, kerang dan teori Barat. Beberapa blog peminat hubungan internasional misalnya Asrudin masih banyak memaparkan kajian HI dunia. Demikian dari Portal HI tak dapat banyak yang digali tentang HI Indonesia.Mungkin dari para peminat HI di Indonesia sudah saatnya mengembangkan Indonesian School – meminjam istilah English School dalam studi Hubungan Internasional.

Komunitas Blogger Indonesia: Saksi Sejarah

Seperti pernah saya singgung, sebenarnya para blogger ini adalah para saksi sejarah. Saksi sejarah dirinya, saksi sejarah komunitasnya, kotanya, propinsi, negara bahkan dunia. Para blogger menembus batas-batas geografis untuk berkiprah dalam menciptakan masyarakat madani di tingkat global, masyarakat beradab dan kreatif untuk kemanusiaan.Berikut ini sebuah cuplikan kiprah komunitas blogger Indonesia seperti direkam dalam tayangan Youtube.

Kekuatan blog, belajar dari Obama

Tags

,

Barack Obama tidak hanya menjadi presiden Amerika Serikat kulit hitam pertama setelah lebih dari 100 tahun tetapi juga tokoh yang membawa perubahan dalam memperlakukan blog.Menurut Steve Morales, Obama memanfaatkan blog dan bahkan internet, social media untuk berkampanye. Coba cek beberapa situs yang dimanfaatkan kubu Obama.http://www.facebook.com/barackobamahttp://www.myspace.com/barackobamahttp://www.youtube.com/barackobamahttp://www.flickr.com/photos/barackobamadotcomhttp://twitter.com/barackobamahttp://www.blackplanet.com/barack_Obamahttp://www.migente.com/barack_Obamahttp://www.linkedin.com/in/barackobamahttp://digg.com/users/ObamaforAmericaEmail NewsLettersCall To Action Domain Names (VoteForChange.com, Change.gov, )Internet Surveys from VisitorsBloggingInternet StorefrontsSocial SharingDan selamat persiapan untuk pelantikan, Obama juga sudah membuat rumah maya dengan alamat Change.gov. Kalau menyimak situs ini dan blognya, luar biasa ! Banyak yang bisa dilakukan seorang Obama dengan blog ini. Beberapa tokoh dan menteri di Indonesia sudah menggunakan blog ini tetapi masih belum efektif. Presiden SBY juga memiliki situs sendiri tetapi lebih banyak feature singkat dan one way bukan interaktif. Soal Lapindo misalnya, mengapa tidak dibuka saja seperi layanan SMS dan pengaduan. Pasti akan banyak partisipan untuk berinteraksi.