Peluang Presenter Berita Trans7

Tags

, , ,

Trans TV
Image via Wikipedia

Sebuah peluang baru yang tidak bisa dilewatkan begitu saja bagi para calon presenter televisi. Trans7 sedang membuka kesempatan seluas-luasnya ikut dalam audisi presenter. Sebuah kesempatan emas bagi presenter-presenter baru televisi.

Berikut ini bunyi promosinya yang bisa dilihat di Trans7

Berminat Menjadi Newscaster (Presenter Berita) TRANS7?? Ikutilah Audisinya di Bandung Super Mall tanggal 21-22 November 09 dan

Jakarta bertempat di Gedung TRANS TV tanggal 5-6 Desember 09. Audisi akan dimulai pukul 10.00 WIB.

Untuk download formulir silahkan di Formulir Pendaftaran

Reblog this post [with Zemanta]

Citizen Journalisme

Semakin banyak sekarang membuat situs yang dibentuk oleh pengunjung sekaligus wartawan.

Ada beberapa contoh yang bisa dikemukakan disini namun yang diamati dari sebuah lembaga pemberitaan real, BBC News sudah memulainya dengan menyediakan tempat bagi masyarakat mengirimkan laporannya baik berupa foto atau cerita.

Situs BBC News ini bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia. Jika ada bencana misalnya, kirimkan cerita Anda.

Namun banyak juga yang berminat melihat trend ini, HMI News misalnya mencoba eksperimen dengan trend ini.

Siapa tahu nanti sebuah keluarga yang memiliki network bagus di seluruh dunia bisa membuat sebuah situs yang laporannya dipasok oleh semua anggota keluarga. Kan masalah online tidak lagi soal sekarang, smartphone sudah menyediakannya.

Bunga Rampai Hubungan Internasional

Tags

, , , ,

{{fr}}Carte vierge de l'Asie {{en}}Asia Blank map
Image via Wikipedia

Bunga Rampai Hubungan Internasional merupakan free ebook yang disusun dalam beberapa tahun ini. Tampilannya masih sederhana namun diharapkan bisa membantu mahasiswa dan peminat Hubungan Internasional mencari sandaran terori politik luar negeri.Cuplikan Ebook sederhana antara lain menyangkut pendekatan politik luar negeri khusus negara berkembang.

Sebuah daftar kerangka teoritis yang dicatat Lyod Jensen (1982) memaparkan lima model dalam pembuatan kebijakan politik luar negeri . Pertama, model strategis atau rasional. Pendekatan ini sering digunakan oleh sejarawan diplomatik untuk melukiskan interaksi politik luar negeri berbagai negara atau tindakan para pemimpin negara-negara itu dalam merespon negara lainnya. Negara dan pengambil keputusan dipandang sebagai aktor terpencil yang memaksimalkan tujuannya dalam politik global. Pendekatan ini memiliki kelemahan adalah asumsi kalkulasi rasional yang dilakukan para pengambil kebijakan dalam situasi ideal yang jarang terjadi. Dengan kata lain apa yang disebut rasional oleh peneliti sering dianggap rasional oleh yang lainnya. Bahkan ada kelemahan lainnya bahwa model seperti ini menyandarkan pada intuisi dan observasi.Model kedua adalah pengambilan keputusan. Penulis terkenal kerangka analisa ini adalah Richard C Snyder, HW Bruck dan Burton Sapin. Ia menggambarkan modelnya dalam kerangka yang kompleks dengan meneropong jauh kedalam “kotak hitam” pengambilan kebijakan luar negeri. Salah salah satu keuntungan pendekatan ini yakni membawa dimensi manusia kedalam proses politik luar negeri secara lebih efektif.Jensen juga menyebutkan adanya model lain yakni politik birokratik. Pendekatan ini menekankan pada peran yang dimainkan birokrat yang terlibat dalam proses politik luar negeri. Menurut Jensen, karena peralihan yang signifikan dalam pemerintahan dan partai-partai politik di banyak negara, maka politik luar negeri tergantung kepada pelayanan pegawai negeri yang lebih permanen untuk informasi dan nasihat. Oleh sebab itu birokrat – termasuk di jajaran Departemen Luar Negeri – mampu mempengaruhi pembentukan politik luar negeri. Namun demikian peran birokrat ini tak bisa dibesar-besarkan karena keterbatasan pengaruhnya juga.Keempat, model adaptif menekankan pada anggapan bahwa perilaku politik luar negeri seyogyanya difokuskan pada bagaimana negara merespon hambatan dan peluang yang tersedia dalam lingkungan internasional. Disinilah pilihan politik luar negeri tidak dalam kondisi terbatas namun sangat terbuka terhadap segala pilihan.Model kelima disebut Jensen sebagai pengambilan keputusan tambahan. Karena adanya ketidakpastian dan tidak lengkapnya informasi dalam masalah-masalah internasional, disamping banyaknya aktor-aktor publik dan privat yang terkait dengan isu-isu politik luar negeri, maka keputusan tak bisa dibuat dalam pengertian kalkulasi rasional komprehensif.Sementara itu studi politik luar negeri negara-negara sedang berkembang disebut-sebut “kurang berkembang” atau “tidak berkembang”. Namun demikian studi terhadap negara berkembang, untuk membedakan dari negara maju seperi Amerika Serikat atau Inggris, tetap menarik untuk disimak.

Selengkapnya bisa baca di Bunga Rampai Hubungan Internasional

Reblog this post [with Zemanta]