• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Middle East

Seeds of Terror: An Eyewitness Account of Al-Qaeda's Newest Center of Operations in Southeast Asia

13 Thursday Aug 2009

Posted by Setiawan in Middle East, Strategic Studies

≈ 1 Comment

A recent book on terrorism has been writen by Maria Ressa, CNN Bureau Chief may have insight what is terrorr mission in Southeast Asia such Indonesia and Phillipines. Here one of review from Amazon. While the Middle East receives much scrutiny as the home of extremist Muslim terrorists, in Seeds of Terror, Maria Ressa offers a closer look at Southeast Asia as a hotspot where Al-Qaeda forces and other organisations are continually growing larger and more powerful. Ressa, the CNN bureau chief in Jakarta, has been based in the region for most of her career and provides a highly unsettling inside perspective to the people and events of that region. Islamist terrorist networks are, by nature, shadowy and complex, especially to Westerners who might have difficulty understanding the cultures from which they spring, but Ressa adroitly explains the various people and factions in ways that are highly compelling and deeply disturbing. Although Osama bin Laden, Ayman Al-Zawahiri, and other Middle Eastern Al-Qaeda figures are featured here, Ressa also recalls personal interviews she conducted with Abu Bakar Ba’Asyir, the so-called “Asian Osama bin Laden”, who denies any connection with terrorist organisations and acts despite voluminous evidence to the contrary. And personal experiences such as that are what make Seeds of Terror such an engrossing work of non-fiction. Tensions are consistently high in the region, especially for a western woman trying to learn the truth about what various groups are up to, and one comes to admire Ressa’s persistence in trying to get the story even while repeatedly putting herself in mortal danger. Highlights included an explanation of how a failed Al-Qaeda plot in Singapore gave way to a successful attack in Bali, the career trajectory of an Al-Qaeda operative whose training begins in adolescence and a look at the very real threat of ninja attacks. There are numerous books that provide investigations of terrorist networks but Ressa’s unique point of view, combined with how relatively under-publicised the Southeast Asian terrorist threat has been, make this a must-read for anyone trying to understand how terrorism grows and spreads. —John Moe, Amazon.com

Share this:

  • Click to share on X (Opens in new window) X
  • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Click to print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Perubahan politik di Gaza

04 Wednesday Feb 2009

Posted by Setiawan in Archives, Middle East

≈ Leave a comment

Tags

Hamas, israel, Timur Tengah

Setelah serangan Israel ke Gazas selama sedikitnya 21 hari, berbagai senjata dimuntahkan dengan target melumatkan Hamas. Gerakan Hamas tampaknya tidak terlalu banyak terpengaruh dengan gempuran habis-habisan Israel.Beberapa catatan yang bisa mengubah situasi politik di Gaza, Palestina dan Timur Tengah pada umumnya adalah:1. Hamas yang diklasifikasikan teroris oleh Amerika dan sekutunya mendapat simpati luas dari seluruh dunia. Citra ini mengangkat Hamas tidak hanya sebagai sebuah gerakan perlawanan anti penjajahan lokal tetapi juga menjadi sebuah gerakan nasionalis religius yang disegani.2. Meski korban di tangan Palestina mencapai 1300 orang – sebagian anak-anak dan perempuan – Hamas tampak tidak terpengaruh besar. Ini berarti sasaran strategis Israel untuk mengurangi kekuatan Hamas tampak tidak banyak pengaruhnya.3. Serangan ini sebaliknya diklaim Hamas menguatkan gerakannya. Korban memang berjatuhan tetapi sikap heroik ini akan banyak menarik simpati rakyat Palestina. Berbeda dengan sikap Fatah yang lunak terhadap Israel, sikap Hamas akan membangkitkan semangat perlawanan.4. Dampak regionalnya, bagi negara-negara pro Amerika seperti Mesir akan mengkhawatirkan dan akan semakin mengetatkan keamanan perbatasan. Bagi gerakan pro Islam di negara-negara Arab akan meningkatkan solidaritas dan kepercayaan diri.

Share this:

  • Click to share on X (Opens in new window) X
  • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Click to print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Israel serang Jalur Gaza

04 Sunday Jan 2009

Posted by Setiawan in Archives, Middle East

≈ Leave a comment

Tags

israel, jalur gaza, Timur Tengah

Penyerangan ke Jalur Gaza merupakan sebuah peristiwa penting dalam Hubungan Internasional di Timur Tengah. Konflik ini tampaknya masih akan panjang karena Israel memanfaatkan transisi politik di Amerika Serikat untuk mencapai target militernya.Jalur Gaza, kawasan tandus dan padatpenduduk, sekarang dikuasai Hamas. Setelah konflik di Fatah, Palestina terbagi dua dimana Jalur Gaza dipegang Hamas dan Fatah menguasai Tepi Barat. Kekuatan secara de facto ini menyadarkan bahwa demokrasi di Palestina masih rawan. Kemenangan Hamas dalam pemilihan umum bukan jaminan akan adanya demokrasi di Palestina. Fatah yang berkuasa berpuluh tahun tidak rela menyerahkan kekuasaan begitu saja meskipun pemerintahan persatuan nasional telah diupayakan.Kelemahan inilah yang kemudian dimanfaatkan Israel untuk melakukan aksi militer yang melawan opini dunia.  Kekejaman Israel dengan mengebom kawasan sipil dapat dilihat di video rekaman dimana anak-anak dan wanita menjadi korban.Serangan ini masih belum jelas tujuannya. Selain membabi buta, Israel juga menyerbu wilayah yang secara de facto merupakan kawasan berdaulat Palestina.  Tindakan untuk menduduki negara lain ini mengingatkan kepada penguasaan Dataran Tinggi Golan milik Suriah yang masih tidak mau dilepaskan. Suriah tidak berdaya secara politik dan militer sehingga tidak berani merebut kembali daerahnya.Demikian juga wilayah Yerusalem Timur dimana Al Aqsa berada yang merupakan milik Yordania juga diambil Israel serta dijadikan ibu kota. Kenyataan ini meneguhkan anggapan bahwa kekuatan militer di Timur Tengah penting untuk eksistensi politik.

Share this:

  • Click to share on X (Opens in new window) X
  • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Click to share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Click to email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Click to print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d