• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Jurnalistik

Inspirasi dari profesi jurnalistik

04 Sunday Mar 2012

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Jurnalisme, Jurnalistik

≈ Leave a comment

Tugas mulia di dunia jurnalistik telah membawa saya berkeliling sejumlah negara. Profesi jurnalis telah mendorong saya terus belajar karena bertemu dengan orang-orang besar, para pemikir besar yang memperhatikan kehidupan di muka bumi. Profesi ini mempertemukan saya dengan sultan, presiden, perdana menteri, para menteri, elit di kepolisian dan TNI bahkan elit di ekonomi, sosial, budaya dan ekonomi.

Pertemuan tidak hanya terjadi secara fisik tetapi juga dalam pertarungan pemikiran ketika menuliskan pandangan mereka. Itulah mengapa seorang jurnalis adalah mereka yang senantiasa belajar tanpa henti, menggali ilmu dan memperluas wawasan karena dialah yang seharusnya memandu masyarakat dan mendayung masyarakat ke arah keselamatan.

Salah satu cara menggali ilmu yang cepat adalah bertanya dan berbicara kepada para pakar di bidangnya. Pertanyaan yang tepat akan membawa kita kepada sebuah pandangan baru, horison yang lebih luas untuk memahami kehidupan ini dan tentu saja kemudian mentransfernya dalam bentuk teks, audio dan video untuk di share dengan komunitas lebih luas.

Itulah mengapa tepat sekali ketika Bung Karno mengatakan bahwa profesi kewartawanan adalah bagaikan profesi guru yang membimbing, mengedukasi, mencerahkan dan menunjukkan mana sesuatu yang negatif yang harus dihindari. Kalau guru membimbing di kelas maka seorang jurnalis membawa pencerahan kepada masyarakat secara luas, secara massal. Dan di sinilah tanggung jawab seorang jurnalis, dia semestinya memiliki wawasan luas mengenai fakta dan konteksnya sehingga bisa meramu berita, laporan dan investigasi dalam sebuah laporan yang mudah dipahami, dicerna dan mengena.

Seorang jurnalis membuat sebuah laporan, tulisan, artikel atau seri lengkap mengenai sesuatu kejadian bukan didorong oleh nafsu untuk menjatuhkan seseorang, sekelompok orang atau sebuah masyarakat. Namun ia memiliki motif untuk mendudukan persoalan tersebut dalam konteks yang lebih luas dan implikasinya jika peristiwa itu berlanjut atau terhenti.

Namun karena aplikasi kerja jurnalistik ini tidak lain merupakan sebuah mosaik dari rangkaian peristiwa, maka sebuah laporan dan cerita tidak dapat dipahami secara berdiri sendiri. Hampir semua peristiwa muncul karena adanya penyebab langsung atau tidak langsung. Dan hampir semua kejadian juga akan memberikan implikasi kepada peristiwa berikutnya. Oleh karena itulah maka sebuah berita dan laporan hendaknya dipahami dan ditempatkan dalam konteks satu sekuen atau bahkan serangkaian sekuen.

Bahwa kemudian yang muncul di koran, berita online, radio dan televisi itu berupa peristiwa buruk yang menimpa kepada manusia dimanapun dia berada, usia berapapun dan profesi apapun maka ini juga menjadi sebuah pelajaran bagi setiap anggota masyarakat bahwa apa yang disebut “bad news” itu mengandung “positive news bagi siapapun yang menginterpretasikannya secara positif. ***

 

 

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Peran Baru Jurnalis Profesional

27 Monday Feb 2012

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Jurnalisme, Jurnalistik, Jurnalistik Radio

≈ Leave a comment

Dengan berkembangnya citizen journalism atau jurnalisme warga, berita sekarang dapat dibuat oleh siapapun. Pegiat jurnalistik tidak terbatas pada mereka yang bekerja di bidang jurnalistik tetapi sudah melibatkan hampir semua orang. Akses terhadap teknologi informasi yang semakin luas membuat kesempatan semakin besar bagi banyak orang untuk menjadi jurnalis dadakan. Kadang-kadang laporan mereka cepat karena hadir di tempat kejadian. Dengan telepon pintar di tangan mereka bisa menulis di Twitter atau Facebook untuk berita langsung terjadi. Lalu mereka bisa menulis juga di sebuah blog.

Perkembangan inilah yang menyebabkan tumbuh istilah yang disebut pro-summer atau producer-consumer. Setiap orang terbuka peluang menjadi produser berita dan sekaligus sebagai konsumen informasi yang disediakan media massa.

Salah satu konsekuensi perkembangan ini maka jurnalis tidak hanya sebagai gate-keeper atau penjaga gawang lalu lintas informasi saja. Peran mereka bertambah yakni sebagai authenticator dan contextualizer.

Pertama, sebagai authenticator kalangan jurnalis profesional ini berperan membantu masyarakat pengguna informasi untuk menyeleksi banjir informasi. Jurnalis juga akan memberikan identifikasi mana berita yang dapat dipercaya, kredibel dan dapat diyakini kebenarannya serta akurasinya.

Kedua, sebagai contextualizer peran jurnalis adalah menyediakan laporan lebih dalam lagi sehingga audiens dapat mengetahui apa artinya informasi yang diterimanya itu, mengaitkannya dengan kehidupan mereka sehingga bisa memanfaatkan informasi itu untuk digunakan apakah dalam pengambilan keputusan atau langkah-langkah kehidupan mereka dalam jangka pendek atau panjang.

Dengan kata lain jurnalis profesional akan menyusun serpihan informasi yang banyak dalam satu kesatuan dan menyampaikannya kepada audiens dalam satu cerita. Kemudian juga jurnalis profesional ini memiliki peran dalam mengungkapkan sesuatu yang selama ini masih rahasia atau misteri.

Peran yang menonjol dari sekedar gate keeper menjadi authenticator dan contextualizer ini akan membuka peluang baru serta model baru dalam pemberitaan dan pembuatan feature baik format jurnalistik cetak, audio, televisi dan bahkan online. (Asep Setiawan)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Paradigma baru laporan berita

27 Monday Feb 2012

Posted by Setiawan in Archive, Journalism, Jurnalistik

≈ 1 Comment

MOVING FROM THE 20TH CENTURY TRADITIONAL PARADIGM
TO THE NEW PARADIGM

Under the traditional paradigm of news reporting, journalists should:

1. Seek external discoverable truth or, if there is no clear single truth, present two opposing
sides of the story;
2. Use sources with recognized expertise or authority;
3. Present that material objectively;
4. For consumption by a general mass audience;
5. Through one-way communication.

The new paradigm of journalism, in contrast, looks like this:
1. Notice issue and events;
2. Use own reporting as well as open sourcing;
3. Filter that through journalistic perspective;
4. For consumption by targeted audiences;
5. Who then provide feedback.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d