• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Jurnalisme

Apa Jurnalisme itu?

23 Monday Apr 2012

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalisme, Jurnalistik

≈ Leave a comment

Produser yang handal merupakan jurnalis berkualitas tinggi. Mereka berpikir seperti seorang wartawan. Mereka memahami bagaimana mengikuti berita harian yang merupakan bagian dari perannya sebagai produser dan sebagai wartawan. Jika kita baru dalam dunia kewartawanan masih ada beberapa langkah menuju ke arah sana.

Untuk menjadi produser yang handal kita harus memahami apa yang disebut jurnalisme. Lalu apa yang disebut jurnalisme itu sendiri? Kita tahu bahwa audiens ingin menyaksikan program berita pertama-tama untuk mengetahui berita. Mereka menonton dengan sejumlah alasan seperti melihat ramalan cuaca namun terutama mereka ingin mengetahui peristiwa hari ini. Oleh karena itu sebagai seorang produser perlu mengetahui definisi yang jelas mengenai berita dan jurnalisme.

Banyak pengertian soal jurnalisme ini. Jurnalisme dimulai dengan pencarian fakta untuk dilaporkan. Sebagai seorang produser berita kita harus mampu merangkai fakta dan menyusun laporan.

Namun demikian jurnalisme tidak hanya sekedar mengumpulkan informasi, jurnalisme juga menyangkut penulisan naskah dan editing. Oleh sebab itu definisi sederhana dari jurnalisme adalah “melaporkan, menulis dan mengedit berita untuk diterbitkan atau disiarkan”.

Namun demikian seorang jurnalis yang hebat tidak hanya sekedar mengumpulkan fakta-fakta dan menyiarkannya. Sebagai produser kita harus menceritakan kepada pemirsa televisi mengapa satu berita ini penting dan bagaimana mempengaruhi kehidupan mereka. Karena kita seorang jurnalis maka kita harus meletakkan konteks, perspektif dan latar belakang dalam menyampaikan laporan, menulis naskah dan melakukan editing.

Mengembangkan diri sebagai jurnalis

Kita memerlukan pengembangan diri untuk menjadi seorang jurnalis dengan sejumlah karakter sbb:

1. News junkie (suka kepada berita)
Pertama-tama seorang produser yang handal haruslah seseorang yang menyukai berita. Mereka merasa lapar dan bersemangat untuk mengikuti berita. Berita adalah aliran darahnya. Newsroom yang terbaik adalah dipenuhi dengan news junkie ini. Ketika terjadi breaking news mereka ingin menjadi yang pertama memberitakannya. Mereka juga mengamati stasiun televisi lain cara memberitakan breaking news. Mereka ingin tahu gambar yang terbagus dan informasi yang paling akurat. Mereka merupakan orang-orang yang berdaya saing tinggi.

2. General knowledge (Pengetahuan umum)
Sikap lainnya yang dimiliki jurnalis dan produser handal adalah mereka memiliki pengetahuan umum dan informasi tentang dunia serta bagaimana bergerak. Bagaimana kita tahu sesuatu informasi ini penting? Dimana akan ditempatkan dalam rundown? Apakah kita memiliki latar belakangnya untuk disampaikan kepada pemirsa? Inilah alasan mengapa kita harus memiliki pengetahuan sebanyak mungkin.

3. Knowledge challenge
Jika kita tidak memiliki pengetahuan dasar maka kita akan menghadapi kesalakan yang serius dalam menentukan berita mana yang penting. Keputusan memilih berita yang buruk dan kelalaian akan menyebabkan lunturnya kepercayaan newsroom dan manajer kepada kita. Lebih buruk lagi jika kita membiarkan berita yang salah mengudara maka kredibilitas stasiun televisi menjadi taruhannya. Jika pemirsa tidak percaya lagi kepada berita yang kita siarkan maka mereka tidak akan menoleh lagi kepada stasiun kita.

4. Jeopardy (berpengetahuan luas dan serba tahu)
Jeopardy merupakan game televisi yang populer di Amerika Serikat soal quiz berbagai topik seperti sejarah, seni budaya, sains, olahraga dan geografi. Bayangkan Anda menjadi salah satu kontestannya yang akan menghadapi pertanyaan dengan berbagai topik. Kita bukanlah ahli namun kita harus tahu banyak. Produser biasa disebut tahu “satu mil lebar dan satu inci dalamnya” mengenai sesuatu informasi.

Lalu bagaimana memperoleh pengetahuan yang luas ini. Resepnya: membaca, membaca dan membaca. Bacalah semua jenis majalah, buku, surat kabar dan situs internet. Membaca setiap hari akan membuat kita berwawasan mengenai isu-isu dalam berita hangat masa kini. ***

Sumber: Power Producer by Dow Smith(2002)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

New Paradigm of news reporting

23 Monday Apr 2012

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Jurnalisme, Jurnalistik

≈ Leave a comment

Under the traditional paradigm of news reporting, journalists should:

1. Seek external discoverable truth or, if there is no clear single truth, present two opposing
sides of the story;
2. Use sources with recognized expertise or authority;
3. Present that material objectively;
4. For consumption by a general mass audience;
5. Through one-way communication.

The new paradigm of journalism, in contrast, looks like this:
1. Notice issue and events;
2. Use own reporting as well as open sourcing;
3. Filter that through journalistic perspective;
4. For consumption by targeted audiences;
5. Who then provide feedback.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Kualitas Power Producer

19 Thursday Apr 2012

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalisme, Jurnalistik

≈ Leave a comment

Produser yang handal atau Power Producer setidaknya memiliki lima karakter:

1. Presence (Kehadirannya dirasakan)
Seorang produser yang handal kehadirannya diketahui oleh orang-orang sekelilingnya. Ketika mereka mengatakan sesuatu atau mengambil keputusan orang-orang di sekelilingnya mendengarkan dan merespon. Bahkan produser lain meminta masukannya. Produser handal dihormati dan diperhatikan oleh timnya di newsroom. Kehadirannya tidak hanya karena busananya namun dihormati karena kemampuannya dan caranya bekerja sama. Kita bisa menjadi diri kita dirasakan kehadirannya dengan cara kita bekerja sama, adil, terbuka dan jujur. Berkomunikasilah dengan jelas, buatlah keputusan yang tepat dan bekerjalah dengan tenang.

2. Command (Mampu memberi komando)
Produser handal saat dia berbicara, timnya bergerak untuk bertindak. Ini disebabkan produser handal dihormati. Jika kita bertindak benar dan mendapatkan dukungan tim maka mereka akan melakukan yang kita minta. Namun kita akan kehilangan kepercayaan jika kita meminta sesuatu yang buruk dan tidak etis.

3. Organization
Seorang produser pemula mengakui memerlukan sebuah organisasi namun produser handal menguasai organisasi dan bahkan melangkah dalam proses produksi harian dengan mudah. Mereka mampu mengatur waktu serta menghadapi tugas dengan segera tanpa keluh-kesah.

4. Passion (Peduli dan semangat)
Produser yang handal memiliki kepedulian dengan berita. Dedikasi mereka untuk berita selalu terlihat. Kita bisa melihat semangatnya dalam mengajukan gagasan berita dan pengetahuannya mengenai peristiwa yang terjadi. Selain itu tampak keputusan mereka terlihat saat menyusun rundown. Mereka hadir tanpa dipanggil bila muncul peristiwa besar. Mereka ingin menjadi bagian dari peristiwa yang akan ditayangkan dan berkeinginan dengan segala cara membantu newsroom.

5. Decisiveness (Keputusan tegas)
Produser handal membuat berbagai keputusan dan mereka tidak ragu. Mereka paham bahwa arah dan tujuan yang jelas penting baginya dari sekedar kesempurnaan dalam penyusunan rundown. Mereka merasa lebih baik mengambil satu keputusan daripada menangguhkannya. Jika seorang produser hanya menunggu konfirmasi dalam penyusunan naskah di rundown maka akan muncul keraguan. Seorang produser handal mengambil keputusan cepat untuk programnya.

Sumber: Power Producer by Dow Smith (2002)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d