• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Inspiration

Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1432 H

06 Monday Dec 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Inspiration

≈ Leave a comment

Tags

1432 H, Hijriyah, Tahun Baru

hijrah

Semangat hijrah, semangat kembali kepada-Nya

Tidak kata kegembiraan selain mengucapakan Selamat Tahun Baru 1432 H, sebuah kebahagiaan masih bisa berjumpa di alam maya dalam bentuk silaturahmi melalui untaian kalimat.Inilah karunia besar bagi kita semua bahwa Tahun Baru Hijriyah sudah masuk dan sebentar lagi Tahun Baru Masehi.Salah satu hikmah mengingat waktu adalah kita menjadi lebih sadar akan nilai waktu ini. Sayidina Ali pernah mengatakan waktu itu bagaikan pedang dia sangat bermanfaat tapi jika salah akan menikam diri sendiri.Lihatlah diri kita masing-masing. Sebagai mahluk hidup dari muda, dewasa, tua dan mati. Siklus hidup yang normal biasa kita ikuti. Siklus yang tidak bisa kita tolak sehebat apapun jabatan dan kekayaan Anda. Sepintar apapun, Anda tidak bisa menghentikan perjalanan waktu. Badan semakin rapuh, indera semakin rusak dan akhirnya tinggal nama.Satu hal yang pantas direnungkan adalah bahwa jasad akan kita tinggalkan dan ruh akan “terbang” kembali kepad Pencipta. Ruh inilah yang akan menjadi saksi bahwa kita telah hidup dan kita akan diminta akuntabilitas di dunia ini.Betapa hebatpun retorika Anda dan tidak percaya akan kehidupan setelah dunia ini atau tidak yakin dengan pentingnya agama karena sudah hebat dan pintar, Anda tidak bisa menghentikan waktu, bahkan satu detikpun. Anda pun tidak bisa membuat waktu berputar kembali ke hari kemarin.Inilah hukum alam yang patut direnungkan di Tahun Baru ini.Ruh akan kembali kepada-Nya. Jasad akan ditinggal dan termakan ulat. Maka spirit inilah yang harus diperbaiki sehingga meski jasad lemah dan otak lemot namun ruh yang suci akan menjadi andalan dalam perjalanan kembali kepada-Nya. Wallahu’alam.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Membangkitkan spiritual power

28 Sunday Nov 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Inspiration

≈ Leave a comment

Tags

Hari Minggu

galaxy

Galaxy

Hari Minggu kadang kali tidak hanya waktu untuk mencari tempat rekreasi pergi ke taman, gunung atau pantai.  Hari Minggu bisa digunakan untuk refleksi, perenungan, peningkatan kekuatan spiritual. Bisa melalui pengajian atau menyendiri sambil merenungkan perjalanan hidup ini. Kontemplasi merupakan bagian penting untuk mengisi ulang kekuatan ruhani.Jadi hari jeda dan libur ini penting untuk menemukan jati diri, menemukan dan mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Hari libur ini meski hanya beberapa jam waktu untuk mengkaji ulang perjalanan hidup menuju Ilahi Rabbi sekaligus meluruskan serta mempersiapkan diri pada hari dimana panggilan yang pasti sudah datang.Kadangkala kesibukan hari kerja begitu sangat menekan sehingga tidak sempat untuk duduk sebentar mencatat kemajuan ruhani. Oleh sebab itulah beberapa tips perlu dilakukan untuk membangkitkan kekuatan spiritual.1. Hadirilah majelis dzikr.Duduk mendengarkan merupakan salah satu kekuatan dalam meningkatkan benteng ruhani dari berbagai godaan. Majelis dzikir akan menarik kita ke alam gaib sehingga persiapan dalam menghadapi hari esok lebih lengkap. Tidak hanya aktivitas jasmani yang dipersiapkan atau sebatas dunia, tetapi juga aktivitas ruhani beyond our world today. Duduk sejenak meski hanya satu jam dalam majelis seperti bisa jadi mengubah pandangan hidup atau world view Anda.2. Duduk berdzikirTidak hanya hadir dalam majelis mulia yang akan membangkitkan kekuatan baru ruhani tetapi juga dengan duduk sendiri di sebuah tempat sepi di dalam atau di alam terbuka. Duduklah memandang alam sekitar, memandang langit mengagumi kemahabesaran Allah. Dari sini akan mengalir sebuah respons dari Sang Maha Penciptan mengenai luasnya alam semesta yang diciptakan oleh Sang Khaliq. Duduk berdzikir tidak harus membaca tetapi berdiam dan mendengarkan suara alam, mengerahkan seluruh kekuatan jasmani dan ruhani untuk sampai dalam perenungan yang dalam.3. Dengarkan Kitab SuciHari Minggu juga waktu yang tepat untuk mendengarkan alunan Al Quran untuk menyegarkan ruhani, memberi bekal baru dan  mendapatkan ilham serta kepahaman dalam kehidupan ini. Kadang persoalan yang terus menerus menekan serta tugas studi atau kerja yang mengalir bagaikan banjir membatasi kita dalam melihat alam secara holistik. Membatasi diri dalam merenungkan berbagai persoalan dasar sehingga ruhani menjadi kering kerontang dan kehilangan elan vital. Saatnya suara alunan Kitab Suci ini menjadi pembasuh jiwa yang kering.4. Menuliskan renunganSalah satu terapi bagus untuk meningkatkan kekuatan spiritual juga dengan menuliskan sesuatu yang positif. Tulislah dengan sepenuh hati apakah itu berupa puisi, prosa atau artikel renungan. Satu dua kalimat bisa sangat mempengaruhi jiwa.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Mencari makna baru dari rutinitas

27 Saturday Nov 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Inspiration, Motivation

≈ 1 Comment

Tags

hidup, makna

BungaApa yang Anda lakukan ketika akhir pekan? Rehat di rumah atau jalan-jalan ke tempat wisata. Atau rekreasi bersama keluarga mengunjungi sanak famili. Atau shopping ke supermarket dari pagi sampai sore. Atau membersihkan rumah. Atau membuat pesta kecil di rumah.Apapun yang dilakukan jangan lupa memaknai waktu yang kita miliki dengan arti lebih mendalam. Makna yang dalam itu adalah kehidupan kita mengalir untuk sampai ke muara yang akan berakhir. Kehidupan kita akan berhenti di satu titik tanpa kita tahu kapan.Makanya memaknai kehidupan dengan pandangan baru akan sangat menyenangkan, membahagiakan. Itulah perjalanan kemana kita akan kembali. Berapa banyak dan berapa lama aktivitas akhir pekan jangan lupa perjalanan akan terus berlanjut menuju titik akhir yang akan dan seharusnya membahagiakan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...
 

    %d