Tags

, ,

hijrah

Semangat hijrah, semangat kembali kepada-Nya

Tidak kata kegembiraan selain mengucapakan Selamat Tahun Baru 1432 H, sebuah kebahagiaan masih bisa berjumpa di alam maya dalam bentuk silaturahmi melalui untaian kalimat.Inilah karunia besar bagi kita semua bahwa Tahun Baru Hijriyah sudah masuk dan sebentar lagi Tahun Baru Masehi.Salah satu hikmah mengingat waktu adalah kita menjadi lebih sadar akan nilai waktu ini. Sayidina Ali pernah mengatakan waktu itu bagaikan pedang dia sangat bermanfaat tapi jika salah akan menikam diri sendiri.Lihatlah diri kita masing-masing. Sebagai mahluk hidup dari muda, dewasa, tua dan mati. Siklus hidup yang normal biasa kita ikuti. Siklus yang tidak bisa kita tolak sehebat apapun jabatan dan kekayaan Anda. Sepintar apapun, Anda tidak bisa menghentikan perjalanan waktu. Badan semakin rapuh, indera semakin rusak dan akhirnya tinggal nama.Satu hal yang pantas direnungkan adalah bahwa jasad akan kita tinggalkan dan ruh akan “terbang” kembali kepad Pencipta. Ruh inilah yang akan menjadi saksi bahwa kita telah hidup dan kita akan diminta akuntabilitas di dunia ini.Betapa hebatpun retorika Anda dan tidak percaya akan kehidupan setelah dunia ini atau tidak yakin dengan pentingnya agama karena sudah hebat dan pintar, Anda tidak bisa menghentikan waktu, bahkan satu detikpun. Anda pun tidak bisa membuat waktu berputar kembali ke hari kemarin.Inilah hukum alam yang patut direnungkan di Tahun Baru ini.Ruh akan kembali kepada-Nya. Jasad akan ditinggal dan termakan ulat. Maka spirit inilah yang harus diperbaiki sehingga meski jasad lemah dan otak lemot namun ruh yang suci akan menjadi andalan dalam perjalanan kembali kepada-Nya. Wallahu’alam.