Mungkin Anda heran. Udara gratis kok dipikirkan. Dari sejak lahir udara memang gratis. Unsur kimia O2 ini kan ada dimana-mana di muka bumi ini, jadi kemanapun kita datang dengan paspor apapun udara masih gratis.Ini dia angurah yang melekat pada diri kita, tapi kita sering lupa. Sesuatu yang ringan dirasakan namun sudah tak pernah lagi dipikirkan. Untuk mengetahui betapa pentingnya udara ini, cobalah Anda menutup hidup selama satu menit. Niscaya akan dirasakan kekurangan udara merupakan sebuah penderitaan dan bahkan bisa menuntun ke arah kematian.Syukur akan angurah udara ini – apalagi jika udara itu di pegunungan yang segar – merupakan keniscayaan yang terlupakan. Begitu banyak persoalan dalam hidup seseorang sehingga dia lupa bahwa udara dimana dia hidup dan gratis tidak dirasakan lagi merupakan sebuah kebahagiaan.Bahagia bahwa masih ada udara di sekitar kita. Terlepas dari polusi atau tidak, namun memang udara inilah yang semestinya kita sukuri dan dijaga bersama.
Bersyukur dengan udara yang gratis
05 Saturday May 2007
Saya berkenalan dengan Jennie ketika memberikan komentar beberapa tulisan saya di blog ini. Sejak itu saya secara berkala mengunjungi blog Jennie. Isinya menurut saya luar biasa. Banyak inspirasi bisa direkam. Banyak hikmah bisa di ambil. Kadang-kadang diselipi kata-kata orang besar yang menambah perbendaharan mengenai sukses.Sejak Jennie menawarkan e-book berjudul Mindset Sukses, saya sudah tertarik. Namun entah bagaimana belum ada waktu untuk mengunduh karya tulisannya. Setelah download e-book nya saya tertarik akan membaca dan tentu memberikan review singkatnya.Sebagai pengasuh Kabar Buku BBC saya juga tertarik untuk mengkaji penerbitan e-book di Indonesia.Anda yang tertarik untuk mengambil karya Jeanne secara gratis silahkan kunjungi di situs
Saat masih menjadi wartawan Kompas, saya terbiasa menulis setiap hari. Mulai dari straight news sampai dengan analisis. Mulai dari mengedit sebuah tulisan secara total sampai hanya menambah disana-sini untuk disesuaikan tema dan isinya. Kadangkala juga harus membetulkan ejaan.Menulis adalah bagian dari pekerjaan sehari-hari sebagai jurnalis. Bahasa Indonesia – karena Kompas dalam bahasa itu – merupakan alat penting. Bahasa Indonesia masih terbatas kemampuannya menyerap berbagai kosa kata dunia. Kadang-kadang termuat dalam bahasa aslinya tetapi kemudian mendapat garis miring.Namun menulis dalam koran terbatas pada pemaparan faktual. Jurnalis adalah karya sastra instant. Demikian komentar aktor dalam film Runaway Bride. Ya meski jurnalis dikejar deadline tetapi berita haruslah jelas dan aktual serta berimbang. Novelis dan sastrawan jarang dikejar oleh deadline. Mereka mengejar kesempurnaan karya seninya.Namun sesudah menjadi jurnalis radio, mulai dari news presenter, magazine presenter sampai dengan interview dan editor, beralih kegiatan dari penulisan menjadi audio production. Memang ada aspek penulisan script tetapi lebih banyak kepada audio perfomance.Dengan adanya blog maka hobi menulis setiap hari bisa tersalurkan lagi. Selain versi digital ini menjadi public domain, juga lebih menarik karena ada aspek teknologi dan aspek community.