• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Blog

Ah pesta blogger 2007

06 Saturday Oct 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 2 Comments

Syukur saya berkunjung ke situs Jennie, karenanya bisa tahu ada pesta blogger di Jakarta. Pertemuan para blogger ini tentu menarik karena para penulis blog telah menjadi selebriti di dunia internet. Mereka akan bertemu darat, sungguh kesempatan luar biasa.Bagi para penulis blog yang sudah terjun full seperti Budi Putra tentu kesempatan yang langka. Juga bertemu para penulis blog yang produktif dari seluruh nusantara bisa menjadi pengalaman berkesan.Bagi saya dari jauh yang menulis sekali-kali boleh jadi menarik mengikuti perkembangan situs pesta blogger ini. Katanya dijadwalkan 27 Oktober.Semoga berhasil dan membuahkan hasil untuk mempererat wahana pertukaran ide, gagasan dan memperkuat komunitas blogger di Indonesia. Selamat untuk penggagasnya.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Menjelang bulan pembersihan spiritual

03 Monday Sep 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 1 Comment

Ramadhan bagi umat Islam dianggap sebagai bulan untuk membersihkan diri, bulan untuk memperbarui diri menjelang tahun berikutnya. Sebulan berpuasa merupakan satu ritual yang bila dilihat sepintas sangat berat. Bayangkan Anda berpuasa – tidak makan dan minum serta melakukan hubungan suami istri dari fajar sampai waktu maghrib – sungguh merupakan sebuah pekerjaan berat.Dalam tataran rasional, apakah pada jaman modern ini masih wajar berpuasa ? Apakah ada manfaatnya berpuasa bagi produktivitas kerja? Apakah juga puasa ada manfaatnya secara jasmaniyah?Puasa sebenarnya ritual yang dilakukan umat manusia mungkin ribuan tahun lalu. Puasa merupakan sebuah kredo tidak hanya di dalam Islam tetapi juga dalam berbagai agama besar di dunia. Menahan diri dari berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat merupakan sebuah pelatihan untuk menuju sukses hidup.Situs Marhaban ya Ramadhan menjelaskan sbb: Orang-orang Romawi, India, Yunani, dan Mesir kuno, terbiasa berpuasa. Para penganut Brahma berpuasa pada hari pertama dan keempat setiap bulan atau pada saat gerhana. Orang-orang Budha setiap bulan berpuasa pada hari pertama, kesembilan, ke-15, dan ke-24. Para penganut Yahudi juga berpuasa wajib pada hari ke sembilan bulan April, serta hari ke-10 dan 22 bulan Juli.”Anthony Robbins seorang motivator kelas dunia dari Amerika Serikat dalam bukungan Unlimited Power menjelaskan bagaimana jasmani harus dijaga yang menjadi kunci keberhasilan. Dalam bukunya itu dia menjelaskan bagaimana tikus yang disuruh “berpuasa” lebih sehat dan lebih panjang umurnya daripada tikus yang makan setiap hari. Dia menyimpulkan, bahwa puasa, menahan lapar memiliki efek jasmaniyah jangka panjang.Saya kutipkan dari situs Marhaban ya Ramadhan mengenai penyelidikan puasa ini:Seorang dokter muslim bernama Abu Malik dalam bukunya berjudul Puasa dalam Islam dan Fenomena Psikologis menyatakan, puasa mempercepat proses pemulihan mental. Hasil penelitian yang dilakukan Abu Malik menunjukkan bahwa tidur lebih cepat selama 3 hingga 5 jam untuk beberapa hari saja dapat mengurangi tekanan mental sesorang. Menurutnya, perubahan jadwal tidur dan bangun pagi untuk orang-orang yang berpuasa sangat efektif dalam mengantisipasi serangan mental. Dewasa ini, salah satu metode pemulihan mental dunia adalah dengan mengubah jadwal tidur pasien.Riset membuktikan bahwa pengurangan masa tidur dapat memulihakan 30 hingga 50 persen depresi yang diderita seseorang. Oleh karena itu, penekanan bagi orang-orang yang berpuasa untuk bangun sebelum subuh tak lain bertujuan mengurangi waktu tidur mereka. Aktivitas tersebut jika dilakukan selama sebulan penuh, akan sangat berpengaruh dalam menjaga kestabilan mental seseorang.Namun sentu saja yang penting adalah penyembuhan dan perbaikan ruhani yang merupakan jung tombak perilaku manusia. Puasa juga merupakan simbol solidaritas sosial karena diujung Ramadhan zakat untuk membersihkan ruh ini dikeluarkan yang sekaligus merupakan puncak kesadaran akan kesementaraan jasmani, harta dan hal-hal berbau fisik dan kekekelahan ruhani.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Mengapa Lady Di selalu dikenang

31 Friday Aug 2007

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Sayang tidak bisa datang menyaksikan langsung event mengenang meninggalnya Putri Diana sepuluh tahun lalu. Kesibukan ibu kota London memang terfokus kepada apa yang disebut Pangeran Harry “The best mother in the World”. Ucapan ini mengingatkan kepada mendiang ibunda yang wafat tahun ini.Dimana Anda berada ketika Putri Diana yang menawan ini meninggal di Paris 31 Agustus 1997? Saya yang masih duduk sebagai wakil editor bidang luar negeri sangat merasakan bagaimana besarnya perhatian dunia kepada tokoh Diana. Dia memang bukan orang pintar dan hebat, namun simpati dan empatinya menawan banyak orang. Kematiannya menjadi sebuah pertunjukkan dunia mengenai seorang wanita yang meninggal dalam musibah dan kebetulan sedang bermasalah dalam kehidupannya.Satu hal mengenai kematian Diana ini yang dikenang adalah bahwa perbuatan seseorang meski kecil akan banyak dikenang oleh mereka yang measakan kebaikannya. Puluhan badan amal di Inggris telah menjadi sahabat Diana sampai akhir hayatnya. Merekalah yang menjadi saksi bahwa kedermawanan yang tulus menjadi sesuatu yang berharga untuk dinikmati dan dihormati kemudian kelak.Mulai dari penderita AIDS, lepra, korban perang saudara sampai kepada seni dan budaya telah menjadi pelarian Diana saat kehidupan keluarganya dengan Pangeran Charles bermasalah. Namun pelarian ini menjadi sebuah investasi positif bagi Diana dan keluarganya 10 tahun kemudian.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d