Tags
Sebuah kisah sedih mengiringi berita pengumuman kelulusan Ujian Nasional SMP. Antara menurunkan berita sbb:
Diduga stres karena tidak lulus Ujian Nasional (UN), Adek (14), siswa kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), warga Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Provinsi Riau, nekad gantung diri.Desi (43), ibu dari siswa malang itu saat ditemui ANTARA, Jumat, mengatakan, kondisi anaknya terlihat lemas terbelit seutas tali yang tergantung di dekat pintu kamar pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.00 WIB. Kondisi Adek seperti yang dijelaskan Desi sudah pucat dengan mata tertutup dan lidah yang menjulur. Beruntung pada saat diturunkan, Adek masih dalam kondisi bernafas sehingga dapat selamat dari tindakan percobaan bunuh diri yang dilakukannya.
Kisah sedih di tengah kegembiraan dan nafas lega anak-anak dan orang tua mereka setelah dinyatakan lulus. Sebenarnya dia bukan lah satu-satunya yang tertunda kelulusannya. Sekitar 350 ribu orang dari 3,6 juta siswa perlu bekerja keras kedua kalinya untuk menembus kelulusan.Bahkan seperti dimuat di Kompas terdapat 561 sekolah lulus nol persen !Sebuah fenomena yang menyesakkan. Harapan saya semoga para orang tua dan guru tidak disalahkan karena tertundanya kelulusan ini. Cukuplah dihadapi dengan tenang dan sabar, siapa tahu dari anak-anak yang tidak lulus langsung ini akan terdapat tokoh-tokoh yang penting di masa depan.Pesannya adalah tetaplah bersemangat. Jangan putus atas. Kegagalan adalah sukse yang tertunda, kata pepatah. Dengan mengulang malah akan memiliki kekuatan yang lebih besar dalam mendalami subjek ilmunya.
![Reblog this post [with Zemanta]](https://i0.wp.com/img.zemanta.com/reblog_e.png)
Saya perlu memberikan ucapan terimakasih kepada Rumah Makan Ampera di Jalan Kopo Bandung yang terletak di sebelah pom bensin. Telepon genggam tertinggal secara tidak sengaja setelah menikmati kopi dan teh suatu sore hari.Seorang karyawan dengan baik hati menyimpannya dan ketika kerabat menanyakannya kemudian segera ditunjukkan untuk dikembalikan.Dalam era dimana kejujuran sudah langka, RM Ampera masih memiliki karyawan yang baik hati. Boleh dikata seperti itu karena setelah diketahui disimpan kemudian bisa dikembalikan ke kerabat saya di Bandung.Tentu selain beberapa kali menikmati RM Ampera di Bandung yang makanannya lezat, merekomendasikan untuk berkunjung dan menikmati sajian makanan khas Sunda. Saya kira Ampera masih bisa menjadi pilihan para pengunjung dan wisatawan lokal untuk mencicipi hidangan tradisional Jawa Barat.