• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Archive

Akhirnya berani menyebut nama

24 Wednesday Feb 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Setelah ditunggu hampir dua bulan beberapa fraksi berani menyebut nama siapa yang bersalah. Nama Sri Mulyani dan Wapres Boediono disebut dalam banyak bagian laporan fraksi itu. Ini bisa jadi menandakan bahwa langkah politik partai sudah jelas ingin menunjuk nama siapa yang bersalah.Namun dicatat pula beberapa insitusi yang diduga ikut bersalah dalam pengucuran dana talangan ke Bank Century sampai Rp 6,7 triliun.Angka ini terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan turun tangan. Jadi sebenarnya lembaga pemerintah sendiri yang mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan. Parpol hanya mengunakan momentum ini untuk kepentingan mereka sendiri.Jadi kesimpulkan fraksi harus dilihat dalam konteks manuver politik bukan konteks hukum. Sebagai sebuah lembaga politik dan sarat dengan kepentingan parpol maka hasil Pansus juga nuansa politiknya sangat kental dengan tujuan menggoyahkan penguasa atau mungkin memecah belah koalisi. Ini jelas dari parpol yang tidak ikut koalisi, memanfaatkan parpol lain untuk mendorong sebuah penyelidikan dan tindakan.Selanjutnya mampukah penegak hukum melanjutkan kerja Pansus Century? Kita Tunggu.Skenario yang akan muncul dari hasil Pansus ini antara lain.1. Hasil Pansus akan dimentahkan di Sidang Paripurna jika rekomendasi DPR memerlukan suara bulat dari anggotanya. Ada kemungkinan tidak akan mencukupi untuk meloloskan rekomendasi. Hasil politiknya tertahan tetapi jelas akan memperburuk citra politik penguasa.2. Rekomendasi diterima tetapi terbatas pada orang-orang dari Bank Indonesia, LPS atau Bank Century. Kemungkinan ini sangat besar karena ada nama-nama bahkan pengusaha yang diduga memanfaatkan situasi untuk menarik dananya.3. Koalisi akan retak dan tidak kompak jika tidak ada negosiasi politik di belakang layar. Tindakan tokoh parpol koalisi akan lebih penting untuk menjamin bahwa tindakan apapun terhadap yang bersalah tidak sampai menggoyahkan masa depan koalisi yang ada. Perombakan kabinet akan berlaku jika koalisi ini retak. Namun risiko pemenang pemilu juga berat sebab akan banyak rongrongan di DPR dalam menjalankan programnya.4. Koalisi tetap jalan namun terbatas. Rotasi kabinet mungkin ada tetapi bagi pendukung pemerintahan. Kemungkinan menghindari konfrontasi di depan umum atau DPR. Misalnya pengusutan pengemplang pajak dan korupsi partai besar akan berjalan dengan risiko adanya pembalasan. Situasi akan labil.5. Pemerintah akan mengambil keputusan tegas menindak mereka yang bersalah namun melindungi tokoh tertentu atas nama kebijakan. Krisis bisa dihindari saat tahun 2008 namun adanya kelemahan dalam pengambilan keputusan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Rethinking Tanah Abang Railway Station

24 Wednesday Feb 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 1 Comment

"LUNGAMU NANG ENDI??"
Image by Badia Harrison via Flickr

Saya sengaja menggunakan judul bahasa Inggris untuk menekankan bahwa sangat penting mengkaji ulang posisi Stasiun Kereta Api Tanah Abang yang bisa dianggap sekarang ini rapih di dalam tapi semrawut di luar. Stasiun ini seharusnya dijadikan sebuah tempat yang modern dengan dukungan fasilitas akses keluar masuk yang mudah.Mengapa perlu memikirkan kembali status Tanah Abang ini? Karena lokasinya strategis, karena vital perannya dan karena masa depannya akan cemerlang.Lihat yang pertama lokasinya strategis. Sungguh sangat penting akses ke pusat kota dari daerah pinggiran. Siapapun dari kaum profesional, pengusaha atau masyarakat biasa, jalur ke pusat kota akan menjadi sangat penting. Semakin mudah, semakin baik. Kalau kita simak sekarang saja semua jalur kereta api yang menuju ke kota pinggiran mampir di Tanah Abang. Begitu keluar langsung terhubung dengan pusat bisnis, pusat pemerintahan dan bahka pusat perbelanjaan.Tempatnya yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai sebuah pijakan pendatang untuk masuk ke ibu kota sungguh luar biasa. Harus ada dari sekarang yang mau mendesain ulang Stasiun Tanah Abang karena lokasinya sangat penting. Dia memiliki akses keluar dan masuk yang bisa menghembat waktu dan energi.Tanah Abang ini vital perannya. Bukan saja karena ada sentra tekstil tetapi yang lebih penting lagi merupakan lalu lintas masyarakat yang penting. Dengan mobilitas yang semakin tinggi makan terminal kereta menjadi luar biasa pentingnya. Tanah Abang sudah memainkan peran sebagai pintu gerbang keluar dan masuk masyarakat bahkan sampai ke bagian paling Barat di Pandeglang.Yang berikut masa depannya cemerlang. Coba tengok potensi apa yang bisa dibangun dari Tanah Abang. Saya bayangkan sebuah mall besar dengan berbagai produk yang bisa disuguhkan kepada setiap pengunjung. Berapa lalu lintas manusia setiap hari, seratus ribu, dua ratus atau bahkan lebih dari tiga ratus ribu? Ini potensi luar biasa.Belum lagi kalau dipasang iklan yang akan menjadikan tempat ini menguntungkan. Think, again.Jadi jika tidak dibenahi bagian lalu lintas masuk dan keluar Tanah Abang, maka sangat prihatin sekali melihat ketidakmampuan otoritas mengelola sesuatu yang sebenarnya mudah dan bisa direncanakan. Contoh, jika seseorang dari Bundaran HI atau Blok M mau menggunakan KRL dari Tanah Abang, adakah akses transportasi yang langsung berhenti di depan stasiun? Saya meragukannya.Belum kalau malam hari betapa semrawut dan tidak tertibnyak truk yang parkir seenaknya di badan jalan. Belum lagi kendaraan umum yang berhenti di tengah jalan. Maka lengkaplah sebuah kawasan antah berantah di luar stasiun yang megah Tanah Abang. Seolah-olah jika malam telah tiba, akses ke Tanah Abang bagaikan melintasi zona pertempuran penuh kemacetan. Zona yang hanya bisa dilalui mereka yang tabah.Tengok setiap hari di jalan-jalan mendekati kawasan stasiun, seperti tidak wibawanya. Jangan heran jika kaum profesional atau pengusaha enggan menggunakan KRL karena memang aksesnya tidak nyaman untuk tidak dikatakan sangat ketinggalan dengan mal-mal megah di Jakarta.Inilah saatnya memikirkan ulang stasiun Tanah Abang, akses keluar dan masuknya sehingga bisa berkembang menjadi pusat bisnis yang bermartabat.

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Menunggu hasil Pansus Century

23 Tuesday Feb 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Tags

dpr, Pansus Century

Bank Indonesia - Jogja 3
Image by eo_kuro via Flickr

Beberapa hari ini kita menyaksikan perdebatan mengenai hasil akhir Pansus Century. Semua ingin tahu apakah partai-partai yang selama ini kritis akan mengambil kesimpulan yang kritis. Semua juga ingin tahu apakah nama-nama penguasa akan disebut sebagai pihak dan indidvidu yang bertindak melanggar dalam merger, pemberian dana talangan dan pengelolaan dana talangan ke Bank Century.Jika ya maka orang juga menunggu apa langkah selanjutnya. Jika rekomendasi akhir Pansus menyentuh nama-nama penting, apakah lembaga yang diminta bertindak juga berani melangkah. Apakah penegak hukum juga punya waktu memprioritaskan kasus ini.Banyak pertanyaan menggelayut. Jika berjalan lancar maka minggu depan sudah ada kepastian kalau jadi dibawa ke Sidang Paripurna DPR. Namun dalam beberapa hari ini juga akan terlihat sikap-sikap yang pro dan kontra dalam Pansus itu sendiri.

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d