• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Archive

Tips masuk dunia jurnalistik (3)

28 Sunday Feb 2010

Posted by Setiawan in Archive, Jurnalistik

≈ 3 Comments

Tags

Jurnalistik, wartawan

Karena beberapa hal, para pengunjung mungkin kecewa melihat lambatnya pekembangan blog ini karena editor lebih fokus ke journalist-adventure.com.

Baiklah melanjutkan soal tips masuk dunia jurnalistik yang diposting 23 Juli 2006 (wah sudah lama ya), kita lanjutkan lagi perbincangan soal kiat masuk dunia jurnalistik.

Setelah dalam posting sebelumnya Tips masuk dunia jurnalistik (1) dibahas soal minat yang menggebu dengan mulai belajar menulis dan menulis kemudian Tips kedua menulsikan program menjadi jurnalis, maka sekarang akan diulas soal kebiasaan menulis dengan perspektif.

Apa kebiasaan menulis dengan perspektif? Menulis dalam dunia jurnalistik harus memiliki angle, memiliki sudut pandang dan memiliki tekanan. Dunia jurnalistik adalah dunia yang serba cepat berkembang sehingga sangat penting bagi mereka yang memiliki minat terjun ke dunia ini kemampuannya menulisnya serba cepat. Cepat tetapi tentu akurat. Soal akurasi ini kita akan kaji dalam pertemuan lainnya.

Yang disebut menulis dengan perspektif ini adalah menuangkan gagasan dengan satu sudut pandang yang dianggap kuat dan menonjol saat itu. Menliskan laporan dengan sudut pandang sangat penting untuk membuat jiwa dalam tulisan sesuai dengan kebijakan editorial sebuah media. Untuk sampai ke arah sana latihlah tulisan yang memiliki perspekif yang memiliki sudut pandang.

Media massa melaporkan peristiwa dengan tekanan dan sudut pandang tertentu. Dalam bahasa media massa adalah angle (sudut pandang). Angle inilah yang kemudian menggulirkan laporan dari hari ke hari, dari minggu ke minggu dan dari bulan ke bulan. Editorial media itu sendiri nanti yang akan menguakan sudut pandang dan membedakan angle satu media dengan media lainnya. Angle inilah yang akan jadi ruh sebuah media sehingga pemirsa atau pembaca akan merasakan sudut pandang media itu.

Nah untuk belajar menuliskan sudut pandang ini, kita ambil contoh musibah longsor di Ciwidey baru-baru ini. Langkah pertama tentu menulis soal peristiwanya sendiri, berapa korban dan berapa yang hilang. Mengapa korban? Sebab berita adalah menyangkut manusia. Musibah dan bencana adalah drama manusia. Drama tentang kesedihan dan kegembiraan luput dari bencana. Oleh sebab itulah maka tuliskan dalam latihan ini angle korban sebagai sudut pandang.

Misalnya: Sedikitnya 20 orang meninggal akibat tanah longsor di Ciwidey, Bandung.

Dari satu kalimat itu dapat berkembang banyak hal yang bisa mengungkap tentang korban ini termasuk jumlah orang yang hilang. Dalam latihan sebelum kita benar-benar menjadi seorang jurnalis, menuliskan peristiwa yang kita lihat dan dengar akan sangat bermanfaat membiasakan diri menulis dalam konteks pemberitaan, pelaporan. Tentu saja latihan sebelum benar-benar menjadi jurnalis ini kita biasakan untuk semua peristiwa yang terjadi di sekeliling kita, bahkan kalau bisa yang lebih dekat dengan keberadaan penulis sehingga lebih berkesan dan mendalam.

Mengapa yang dekat? Karena prinsip proximity (kedekatan) merupakan satu hal penting dalam dunia jurnal (harian) dimana mereka yang terdekat akan sangat ingin tahu apa yang terjadi di sekelilingnya. Naluri manusia berupa rasa penasaran dan ingin tahu inilah yang akan menjadi penting dalam dunia jurnalistik dan mengapa dunia jurnalistik akan tetap hidup. Sepanjang manusia memiliki insting ingin tahu maka dengan sendirinya akan terdorong untuk membaca, mendengar dan melihat dengan panca inderanya segala apa yang terjadi di dekatnya.

Bagi manusia rasa ingin tahu ini juga merupakan bekal untuk mengantisipasi apa yang menimpa mereka. Setidaknya juga menjadi bekal informasi mankala ada keluarga dekat dan jauh terkena bencana sehingga bisa segera menolong atau memberikan perhatian. Oleh seba itulah maka penting bagi mereka yang berkeinginan terjun ke dunia jurnalistik melaporkan sesuatu dengan cepat dan akurat peristiwa yang paling banyak mempengaruhi manusia.

Jika langkah pertama menulis mengenai peristiwa bencana tadi dimulai dengan angle siapa yang jadi korban dan berapa jumlahnya, maka pada hari berikutnya seorang jurnalis akan melangkah kepada langkah penyelamatan mereka yang masih tertimbun – jika memang ada – atau upaya yang dilakukan tim SAR untuk menyelamatkan korban.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Wisata Kampung Akhirat, sebuah training

27 Saturday Feb 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Motivation

≈ 11 Comments

Tags

Kampung Akhirat, Training, Wista

The seven verses (ayat) of Al-Fatiha, the firs...
Image via Wikipedia

Pelatihan Wisata Kampung Akhirat. Itu judul sebuah training yang disajikan Manajemen Darul Akhirat yang sudah berlangsung beberapa bulan ini. Sebuah training yang mengajak peserta sukses akhirat dengan mengandalkan amaliah dunia. Training ini mencoba merumuskan orientasi akhirat yang berlandaskan kehidupan di dunia.Dengan moto Melihat Masa depan Akhirat dengan lebih jelas, training ini mengisi kekosongan dalam pencerahan rukun Iman yang kelima. Seperti halnya berbagai training seperti ESQ dan Pelatihan Shalat Khusyu’, Manajemen Darul Akhirat menawarkan sebuah simulasi dan pelatihan multimedia untuk mempersiapkan kematian yang indah, begitu istilahnya.Selama ini memang banyak orang mempersiapkan kehidupan dunia dengan cermat mulai dari sekolah anak, perencanaan keluarga dan karir bahkan untuk bisnis. Namun kematian yang sudah sangat dekat dan rahasia tidak pernah dikupas tuntas. Kematian yang sudah PASTI akan dialami semua manusia ini jarang diulas karena terasa menyeramkan dan menakutkan serta membuat pesimis.Pelatihan Wisata Kampung Akhirat dikemas dengan bahasa populer yang dianalogkan para pesertanya naik sebuah pesawat Jenazah Airlines untuk mengikuti babak-babak berikutnya dalam kehidupan. Antara lain babak kematian, memasuki alam barjah, alam mahsyar, alam penghisaban, alam surga atau alam neraka.Pengemasan secara populer dan dengan penyajian video yang didukung dengan ayat-ayat Al Quran dan Hadits terasa memberikan sebuah pencerahan dalam melihat lebih luas dan komprehensif persiapan memasuki alam yang abadi.Mengapa memang perlu pelatihan ? Biasanya orang memang taken for granted, disikapi tanpa dipikirkan lagi, sehingga tidak mengenal tahapan berikutnya yang dikatakan lebih baik dari dunia dan lebih kekal.Seperti dikatakan trainernya Ustadz Nanang memang peserta didorong bersikap ikhlas dan positif sehingga training bisa diserap tanpa praduga yang bukan-bukan. Kuncinya memang rendah hati untuk menerima ilmu yang disampaikan melalui trainer – yang sebenarnya adalah Allah SWT yang memberikan ilmu dan kesadaran itu.Dengan judul yang terasa mengguncang, peserta memang diajak menyentuh sebuah topik yang sangat menyeramkan namun dengan pendekatan yang halus dan populer bisa dicerna dengan mudah dan menghasilkan efek pencerahan. Wallahu’alam Bishawab.

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Traveling for Knowledge

25 Thursday Feb 2010

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

A man came to him and said: Abu Darda, I have come to you from the town of the Apostle of Allah for a tradition that I have heard you relate from the Apostle of Allah . I have come for no other purpose.He said: I heard the Apostle of Allah say: If anyone travels on a road in search of knowledge, Allah will cause him to travel on one of the roads of Paradise. The angels will lower their wings in their great pleasure with one who seeks knowledge, the inhabitants of the heavens and the Earth and the fish in the deep waters will ask forgiveness for the learned man. The superiority of the learned man over the devout is like that of the moon, on the night when it is full, over the rest of the stars. The learned are the heirs of the Prophets, and the Prophets leave neither dinar nor dirham, leaving only knowledge, and he who takes it takes an abundant portion.Translation of Sunan Abu-Dawood

Saya sengaja membuat kutipan dari bahasa Inggris sehingga bisa lebih membuat makna. Kutipan ini diambil dari situs Crescent Rating Halal Friendly Travel.

This diagram shows the approximate relative si...
Image via Wikipedia

Mungkin akan lebih bermakna bagi mereka yang sering melakukan perjalanan dan pengembaraan. Ubahlah perjalanan itu menjadi sebuah traveling for konwledge. Perjalanan untuk mendapatkan Ilmu yang akan menyelamatkan kita di dunia dan hereafter.

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d