• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Archive

Software gratis alternatif photoshop

13 Tuesday Apr 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Category:Created with GIMP
Image via Wikipedia

Seperti kita tahu adobe photoshop mendominasi rekayasa grafik dan foto. Dengan perangkat lunak seperti Photosop kita bisa memanipulasi image sekehendak kita.Namun Adobe Photoshops terkenal dengan harganya. Salah satu alternatif dari perangkat lunak retouching imgae adalah GIMP.Saya sendiri belum mencoba menggunakan perangkat lunak ini tetapi tampaknya menarik untuk dites. Ada yang berpengalaman?Silahkan langsung lihat di : http://www.gimp.org

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Bertemu alumni Universitas Birmingham

12 Monday Apr 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Kangen-kangenan antar alumni Universitas Birmingham, Inggristahun 1993-1994 baru saja berlangsung Sabtu lalu 10 April. Sudah lama tak berjumpa sahabat yang menjadi keluarga besar ketika tinggal di Birmingham, Inggris. Pak Mantaris Siagian, sesepuh begitu kami memanggilnya, Pak Hari (mantan ketua PPI Birmingham), Pak Widodo, Pak Sigit, Pak Kartiwa (tuan rumah), Pak Tri, Pak Hamid hadir dalam pertemuan silaturahmi yang mengesankan.alumni1alumni2Kami berbincang tentang keluarga, sekolah anak-anak dan nostalgia ketika di Birmingham. Pertemuan seperti ini yang diprakarsai oleh Pak Sigit sangat berkesan karena ramah tamah ini berlangsung sangat mendadak.Saya termasuk beruntung bisa bertemu-temu kawan-kawan seperjuangan ketika studi dulu. Ini anugerah yang sangat luar biasa. Sudah banyak perubahan setelah sekian lama tidak berjumpa. Kesibukan masing-masing di pekerjaan dan mengasuh anak sampai ke perguruan tunggu mengisi perbincangan kami.Tidak lama lagi kami akan bertolak ke London melanjutkan tugas oleh sebab itu pertemuan ini merupakan sebuah temu kangen yang bisa menyambungkan silaturahmi kami. Berjumpa mereka kembali mengenang bagaimana perjuangan untuk meraih gelar Master dan Phd. Sudah lama berlalu dan hampir semua rekan yang berjumpa sudah mencapai cita-citanya studi.Foto selengkapnya bisa ditengok di Flickr

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Kerakusan manusia (Indonesia)

09 Friday Apr 2010

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Tags

Asia, Government, indonesia, pegawai negeri, Sumatra

Jakarta, the capital of Indonesia and the coun...
Image via Wikipedia

Di negara-negara maju (baca Barat) korupsi merupakan sebuah fenomena yang tidak lagi mendominasi penyelenggaraan negara. Korupsi bisa ditekan sampai sangat kecil sehingga alur anggaran negara bisa terawasi dan pajak disalurkan untuk kepentingan umum.Di negara-negara yang baru maju seperti Indonesia, sebagian pegawai negeri di perbankan, BUMN, departemen, lembaga penegak hukum masih kehausan untuk mengisi kantungnya demi penampilan makmur di depan umum. Seolah-olah ingin menghapus kesan bahwa pegawai negeri itu miskin. Oleh sebab itulah setiap kesempatan digunakan untuk memperkaya diri. Bahkan tabungan dan deposito serta harga bergerak atau tidak bergerak lainnya disembunyikan dari pantauan umum, bahkan mungkin dari pengamatan rekan sekantor.Sifat rakus inilah yang kemudian menghancurkan sendi-sendi kepercayaan terhadap negara. Sifat ingin kaya dengan jalan pintas melalui jabatannya itulah yang membuat jurang kaya miskin semakin sulit dipersempit. Budaya manusia yang rakus inilah yang membuat negeri yang makmur ini miskin secara menyeluruh tetapi sebagian kecil kaya dan bahkan superkaya dari pendapatan yang tidak jelas dan kadang-kadang suram.Sistem pemeriksaan kekayaan yang sudah mapan di negara maju menyebabkan lubang untuk menyembunyikan kekayaan semakin kecil. Sebaliknya di negeri seperti Indonesia, orang bisa saja kaya dari pemasukan yang tidak jelas, tanpa ada sanksi hukum. Bahkan malangnya petugas hukum juga ikut bermain, menikmati kekayaan haram yang mungkin akan dinikmati juga oleh keturunannya.Sifat rakus manusia sebenarnya sangat universal. Tidak hanya di negeri miskin tetapi juga di negeri kaya. Bedanya pengawasan masyarakat dan rasa risi masyarakat yang menyebabkan tertunda untuk ikut menikmati sesuatu yang bukan haknya.Jika masyarakat juga sudah menjadi pengontrol orang-orang seperti Gayus Tambunan maka akan lebih kuat dari hanya sekedar pengawasan hukum. Dengan alam demokrasi seperti ini memungkinkan untuk mengawasi para penyelenggara negara yang rakus menghabiskan harta negeri ini.Beberapa indikasi bahwa manusia sama dimana-mana terhadap dunia terlihat dari ungkapan Ali Imran : 14Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).Dengan menumpuk harta ini mereka berharap bisa memberikan kebahagiaan. Sebagian diantaranya malah menumpuk harta dengan jalan menyalahgunakan jabatannya sadar atau tidak sadar.Namun jika kita melihat fenomena koruptor yang sengaja mengumpulkan kekayaan dengan haram maka mereka akan berakhir dengan nasib nista di dunia. Dengan deposito puluhan miliar dan mobil serta rumah mewah, ketika Allah membukakan aibnya sebagai sebuah pelajaran maka jelas dia akan terpental ke jurang terbawah dan dihinakan di dunia, apalagi nanti di akhirat.Tidak hanya itu dalam kasus Gayus, petugas pajak dimanapun, terkena getahnya baik yang jujur maupun yang juga korup. Baik yang mantan maupun yang masih aktif. Inilah sebuah pelajaran penting bahwa jika Allah membukakan keburukan kita maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya meskipun bermodalkan kekuasaan dan uang. Wallahu’alam bisawab.

Reblog this post [with Zemanta]

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...
 

    %d