• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Archive

Petunjuk untuk wartawan ekonomi

07 Wednesday Jun 2006

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Bagi para wartawan ekonomi, liputan yang akurat dan penulisan yang mendalam diperlukan untuk memberikan arah yang barik kepada para pembacanya. Bacaan yang salah terhadap event yang sedang berlangsung akan menyesatkan pembacanya.

Angka-angka pertumbuhan ekonomi yang sering diumumkan pemerintah memerlukan penelisikan mendalam. Jika tidak tepat menempatkan berita itu maka pembaca tidak akan mendapatkan fakta yang tepat.

Salah satu situs untuk memperkaya liputan di bidang bisnis ini, http://www.businessjournalism.org/ akan memberikan tambahan bekal.

Bagi wartawan senior di bidang ekonomi barangkali bisa dishare link tersebut untuk liputan lebih tajam.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Peran internet untuk media

30 Tuesday May 2006

Posted by Setiawan in Archive

≈ 2 Comments

Saya teringat sebuah ucapan ketika pindah dari Kompas ke BBC tahun 2000. Semula ingin belajar broadcasting disebuah lembaga pemberitaan internasional. Kompas adalah koran terbesar di Indonesia lalu bagaimana cara bekerja di sebuah lembaga media internasional?

BBC menawarkan kesempatan. Dan berkar internet yang berkembang pesat terutama di negara maju, radio hidup lagi ! Padahal radio adalah medium bagi wartawan yang sudah tua dan karatan. Boleh dikatakan akan mati karena abad televisi sudah semakin hebat.

Ternyata tidak. Radio berkembang dengan adanya internet menjadi sebuah medium yang bisa didengar di seluruh dunia ! Anda bisa membayangkan radio bisa didengar dengan pemirsa diseluruh dunia. Konsep ini tidak akan dikenal jika internet seperti 10 tahun lalu, lambat dan belum berkembang. Belum terkenal nama Google.

Memang dulu sudah membantu kalau pengiriman berita. Saya ingat ketika meliput Perang Teluk tahun 1990 di Dhahran. Dengan bekal kabel telepon, laptop dan modem jadilah berita terkirim. Tapi susahnya minta ampun. Fax memang bisa jadi alternatif tapi kerjaan lagi di Jakarta. Nah modem ini mengirim langsung lewat semacam ftp.

Dengan adanya internet mengirim berita berupa tulisan tinggal persoalan yang amat mudah. Tinggal klik saja, melalui email maka dalam waktu beberapa detik sudah bisa dibuka.

Saya teringat ketika meliput peralihan Hongkong dari Inggris ke Cina. Internet sangat membantu tidak hanya mencari berita tetapi juga mengirimkannya. Dengan koneksi di Hongkong yang relatif baik, mengirim lewat koneksi FTP  sangatlah memadai.

Kini mengirimkan berita bahkan audio untuk BBC selain FTP, email juga bisa menjadi alternatif. Kemudahan karena internet menjadikan pekerjaan seorang journalist menjadi mudah.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Siapkan wawancara dengan nara sumber

29 Monday May 2006

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Setelah menemukan tema, menyusun rencana, menjadwalkan tulisan, jangan lupa pula menyusun daftar nama yang telah dikenal.

Daftar kontak ini penting untuk mencari orang yang tepat diwawancarai dan dimana mereka berada. Salah satu kesulitan untuk meliput di lapangan adalah menemukan orang yang pas untuk liputan apakah dia seorang dosen, pakar di pusat kajian, pengusaha, pejabat, aktivis partai atau tokoh masyarakat yang dikenal di media massa.

Sesudah menemukan orang yang tepat – kalau mungkin janji menelpon dari kantor atau mengirim fax untuk janji wawancara – langkah selanjutnya menjadwalkan mereka kapan ditemui. Meliput ke luar negeri harus diingat memiliki hambatan dalam soal waktu dan tempat. Kita memiliki waktu terbatas dan pada saat bersamaan mungkin belum mengetahui dimana nara sumber berada dan bagaimana cara sampai ke tempat mereka. Jika negara yagn dikunjungi berbahasa Melayu seperti Malaysia atau Brunei, hambatan mencari lokasi nara sumber mungkin tidak begitu besar.

Namun jika kita datang ke negara tetangga seperti Filipina dan Singapura maka kemampuan berbahasa menjadi salah salah bekal yang penting. Seni bertanya tidak hanya ketika wawancara tetapi juga ketika memesan taksi, menanyakan ke hotel lokasi tempat tersebut dan mengalokasikan waktu untuk wawancara.

Jika di Jakarta saja karena kondisi lalu lintas macet wawancara dengan dengan tiga orang di tempat berjauhan merupakan perstasi luar biasa, apalagi di luar negeri. Senin mencari lokasi dimana kita akan melakukan wawancara, mengontak nara sumber dan mengatur waktu tidaklah mudah. Diperlukan sedikit trial and error sampai kita benar-benar dapat mengatur waktu dengan baik, tergantung semua faktor kesalahan di jalan.

Jika memungkinkan dan memiliki nomor kontak nara sumber maka tentu saja terlebih dahulu memberitahu mereka akan kedatangan kita. Dimana janji bertemu dan apakah perlu kita datang dengan menggunakan taksi atau tidak.

Pengalaman ketika meliput tokoh oposisi yang dicari pihak berwenang, kita wawancara malah dilakukan di kantin hotel seraya melirik ke kiri dan kanan, khawatir intel mengintai.

Wawancara dengan kalangan akademis, pegiat partai, pejabat, tokoh masyarakat diperlukan kesabaran dan pengaturan yang tepat mengenai waktu. Namun wawancara dengan nara sumber yang dicari aparat berwenang karena kegiatan politiknya, tokoh oposisi yang selalu dibuntuti intel, tidaklah mudah. Ada faktor risiko dimana kita sendiri bisa terpengaruh. Oleh karena itu pertimbangan keamanan diperlukan sekali.

Menyusun daftar wawancara dengan nara sumber penting berita misalnya ketika meliput pemilu tentu tidaklah segampang kita menemui pejabat di Jakarta. Selain mereka tidak mengenal kita, mungkin asing karena masalah bahasa, banyak faktor lain yang bisa muncul di lapangan misalnya terhadang kemacetan, banjir atau unjuk rasa sehingga rencana wawancara bisa buyar karena masalah lalu lintas. Disinilah mengapa waktu ini harus diatur sehingga jauh sebelum wawancara berlangsung kita telah berada di lokas sampai beristirahat.

Faktor kita asing dimata nara sumber perlu diyakinkan dengan kartu nama atau penampilan kiat. Rasa percaya diri saat bertemu dan penampilan yang sopan akan memberikan rasa aman dan ketenangan kepada kita saat wawancara.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d