Ada kalanya kita mendapatkan banyak hikmah dalam perjalanan kehidupan.
Hikmah bisa datang cepat bisa pula terlintas tanpa diduga. Kadang-kadang hikmah kehidupan ini begitu kayanya sehingga tinta di lautan mungkin tidak bisa menuliskan semua hikmah dan kenikmatan yang kita alami.
Dalam seri hikmah ini, saya akan mencoba memaparkan baik yang terlihat di depan mata atau hasil dari perjalanan di alam maya yang sungguh sangat kaya ini.
Hikmah pertama adalah kita hidup ini saling tergantung dan saling menggantungkan. Cobalah kita tengok diri kita. Apakah ada barang yang kita buat sendiri ? Pakaian misalnya. Terbuat dari kapas dan ditentun oleh mesin dari negara lain. Bisa jadi warna dari tekstil yang dikenakan ini juga produk Jepang.Apakah Anda menjahit sendiri pakaian yang dikenakan ?
Boleh jadi hampir 100 persen tidak. Saya juga tidak. Bahkan tidak pernah menjahit sendiri karena memang tidak mampu. Kalau membeli bisa lah di toko pakaian, apalagi kalau sale.
Jadi hidup kita saling bergantung, saling membutuhkan dan saling mengisi. Dengan kita membeli pakaian, maka banyak orang nafkahnya terjaga. Jadi jika ada orang yang sesumbar bahwa dia tidak tergantung orang lain, mungkin belum pernah merenungkan betapa saling tergantung kita.
Saat ini, kami tinggal di London bagian timur yang sejauh ini aman. Geng bersenjata mulai anak-anak usia 13-14 tahun ini berbisnis narkoba. Konon senjata ini harganya hanya £ 50, dan bahkan katanya bisa dibeli £30.Saya mendengar beberapa ulasan dan ungkapan tempat terjadinya peristiwa pembunuhan dalam dua minggu 3 orang itu termasuk Billy Cox yang ditembak di depan rumahnya, kehidupan keluarga merupakan faktor utama. Mereka tidak dapat eksis karena keluarga tidak memberikan tempat berlindung yang aman. Anak-anak muda yang terlibat narkoba ini mendapatkan ketenangan dan eksistenti justru diluar rumah.