• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Archive

Putu Wijaya tentang novel terbarunya

06 Thursday Mar 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ 6 Comments

Salah satu novel terbaru Putu Wijaya bercerita tentang seorang perempuan unik. “Nora” begitu judulnya. Isinya? Campuran antara keunikan dan khayalan Putu Wijaya. Nora adalah bagian dari Tetralogi dangdut, empat jilid novel.Nora, kata Putu Wijaya, adalah wanita dengan keunikan tertentu. Dia adalah wanita dengan peran menjadikan novel ini mengalir meski terkadang aneh. Profil Nora sulit digambarkan tetapi dia adalah sesuatu perempuan khayalan, sampai meminta kawin lagi kepada suaminya.Kennedy Nurhan, wartawan Kompas, menyebutkan bahwa Putu Wijaya ini mengungkapkan kenakalan-kenakalan pikirannya untuk menuangkan Nora dalam novel tetraloginya ini. Nora adalah awal dari perjalanan seorang perempuan yang dalam novel berikutnya akan diceritakan suaminya, anaknya sampai personifikasi Indonesia.Bagi yang gemar menikmati novel Putu Wijaya, kata Kennedy Nurhan, novel ini lebih condong dapat dimengerti dari novel Putu sebelumnya yang banyak bereksperimen.Namun karena ada tema-tema dewasa maka disebutlah dalam jilidnya, khusus untuk orang dewasa.Silahkan simak apa kata Putu Wijaya

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Album Ayat Ayat Cinta

04 Tuesday Mar 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Bagi penggembar buku Kang Abik, Ayat-Ayat Cinta sudah beredar selain filmnya juga albumnya.AyatAyatCinta AlbumBuku yang menggemparkan Indonesia karena sampai sejauh ini dicetak lebih dari 140 ribu eksemplar – kata penerbitnya – merupakan fenomena dalam penerbitan Indonesia. Di tengah kehausan dan kegandrungan terhadap bahan bacaan sastra bermutu, Ayat-Ayat Cinta bagaikana air di tengah gurun sastra Indonesia.Ayat Ayat Cinta sebuah cerita klasik cinta dan pembangunan jiwa memberikan pencerahan kepada para pembacanya betapa ada arti cinta mendalam dari sekedar sentuhan jasmani. Tidak juga cinta platonik namun sebuah cinta murni yang berdasarkan  Cinta Ilahi.Bagi mereka yang kurang akrab dengan rangkaian kalimat Ilahiyah barangkali sulit memahami karya sastra bermutu ini. Bagaimanapun fakta menunjukkan novel ini meledak dan dibaca banyak orang di Indonesia. Tidak seperti novel lainnya yang menerjemahkan cinta semata-mata dalam tataran dunia, Kang Abik membawa pembaca ke alam cinta transendental, cinta suci bernilai ukhrawi.Benar bahwa cerita cinta bisa memabukkan pembacanya. Namun Kang Abik tetap membawa pembaca agar ingat bahwa cinta kepada kekasih bukanlah puncak dari sebuah nilai cinta. Cinta kepada Rabb Pencipta itulah yang merupakan sebuah payung kasih sayang yang melahirkan semua cinta itu.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Lompatan Spiritual, kasus Gito Rollies

28 Thursday Feb 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog, Inspiration

≈ Leave a comment

Gito RolliesSungguh saya kagum dengan mereka yang mengalami lompatan spiritual, lompatan yang kemudian mengubah gaya dan pandangan hidup mereka. Tulisan ini dibuat setelah mendapat berita Gito Rollies meninggal hari Kamis. Seorang penyanyi rock yang di akhir hidupnya banyak tampil dalam sinetron inspirasional, sinetron bernafaskan ruhani.Saya tidak banyak mendapatkan informasi bagaimana peralihan ruhani seseorang dari penyanyi yang glamour dengan musik-musik keras menjadi seseorang yang dekat dengan Tuhan. Saya anggap meski tidak pernah bertemu merupakan sebuah “kemenangan” spiritual, sebuah “sukses” sejati.Dalam bahasa agama, mencapai kehidupan akhir yang baik. Kesan ini tentu bisa berbeda dengan sahabat dekatnya.Lompatan spiritual seperti apa sehingga terbentuk Gito Rollies di akhir hidupnya seperti itu. Apakah mungkin seperti dilaporkan dalam riwayat hidupnya dimana “Gito terserang kanker kelenjar getah bening sejak 2005, dan menjalani kemoterapi di sebuah rumah sakit di Singapura.”Ada tokoh mirip Gito yakni Harry Mukti. Saya pernah melihatnya beberapa tahun lalu dengan pakaian berjubah seperti seorang habib. Saya menganggap Harry juga mengalami perjalanan spiritual yang menghantarkannya kepada sosok seperti itu.Lompatan spiritual ini tentu menguntungkan yang mengalaminya. Kedekatan dengan sumber-sumber yang menenangan ruhani ini mungkin memberikan jalan lebih baik.Di Inggris, Cat Stevens juga mengalami pergulatan ruhani yang sangat panjang sampai akhirnya bermuara pada nama Yusuf Islam. Nama yang kemudian terkenal dengan langkah-langkahnya di mancanegara termasuk pada akhirnya menelurkan musik-musik ruhani penuh inspiratif.Salam sebuah tayangan, saya mendengarkan langsung bahwa lompatan spiritual yang mengubah hidupnya terjadi ketika berenang di pantai Malibu, Hollywood. Di pantai yang tenang inilah ketika sedang berenang, ombak menenggelamkan dan membawanya ke tengah. Dia merasakan itulah akhir hidupnya karena berenang pada pagi hari itu tidak ada orang yang menyaksikan.Dengan hempasan ombak itu dia tenggelam. Saat itulah terbesit antara hidup dan mati sebuah tekad untuk hidup lebih baik. Yusuf Islam berdoa agar diberi kesempatan hidup agar dapat mengabdi-Nya dengan lebih tulus dan suci.Tiba-tiba, katanya, entah darimana ombak yang bergulung itu berhenti. Ombak itu malah membawanya ke pantai. Keajaiban dan pengalaman ruhani inilah yang kemudian diyakini sebuah sebuah pertanda untuk semakin dalam menjalani kehidupan spiritual yang lebih bersih dan suci.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d