• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Category Archives: Archive

Hee Ah Lee

03 Saturday May 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ 2 Comments

Kalau kita mau belajar tentang kecintaan seorang ibu dan keteguhan seorang anak, simaklah Hee Ah Lee. Dia seorang pianis asal Korea Selatan. Hee Ah bukanlah sembarang pianis. Dia pianis dengan empat jari ! Lagu-lagu klasik yang dibawakannya sangat memukau. Keterbatasan bukan hambatan, keterbatasan bisa jadi kesempurnaan.Belajar dari Hee Ah Lee merupakan keniscayaan. Banyak diantara kita “normal” tapi mentalnya tidak normal. Simak Hee Ah Lee dalam video ini.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

London 1 Mei 2000-2008

01 Thursday May 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Tepat ketika 1 Mei 2000 terjadi demonstrasi buruh yang diwarnai kekerasan saya menginjakkan kaki lagi di London setelah tahun 1993 dan 1997 melangkahkan kaki melalui Big Ben. Aksi Hari Buruh yang membuat London guncang adalah pengrusakan restoran terkenal tidak jauh dari 10 Downing Street. Hari Buruh 2008 yang juga liburan nasional saya lagi off day alias tidak bekerjas.Tadinya di London untuk menjadi produser BBC hanya tiga tahun. Perubahan manajemen dan masa kerja menyebabkan rencana tiga tahun batal, digantikan dengan kontrak baru. Begitulah perjalanan seorang jurnalis mengelana dari Tasikmalaya, Jakarta kemudian ke London.Saya ingin bercerita lebih banyak mengenai perjalanan sampai ke negeri Mr Bean sampai berkeliling di beberapa kota serta bagaimana kebiasaan orang Inggris hidup dan mengapa mereka juga bisa bertahan sebagai negara maju, inilah yang mungkin bisa di-share.Inggris sebenarnya bukan negara paling maju namun sumber kreativitas Amerika Serikat justru banyak belajar dari Inggris ini. Bahka negeri ini pernah ditulis surat kabar Amerika menjadi sebuah negeri kreatif nomor satu di dunia. Banyak temuan baru lahir di Inggris meski mungkin tidak terkenal. Itu versi sebuah surat kabar, Wallahu’alam. Mungkin Anda punya versi lain.Semula memang datang ke London ingin mengenang, nostalgia ketika bersama istri dan dua anak tinggal di Birmingham menyelesaikan program master di bidang Hubungan Internasional. Setelah satu satu ternyata menjadi kerasan di negeri orang. Ketika pulang itulah keinginan memperpanjang masih terbayang meski sebagai student tidak boleh melebihi visa tinggal satu tahun.Takdir menentukan lain, setelah berkarir di harian Kompas, saya melangkahkan kaki ke dunia jurnalistik radio bergabung dengan BBC mulai 1 Mei 2000, tepatnya 30 April karena keberangkatan dari Jakarta.Apa yang dirasakan selama ini tinggal di negeri orang dan apa kontribusinya ? Inilah yang memicu saya menuliskan jurnal ini, karena pertanyaan salah satu pengunjung “icha” kalau tidak salah, berkelana dan mengembara di negeri orang itu tak ada kontribusinya bagi kemajuan Indonesia.Argumentasi itu bisa benar. Namun kita lihat dongeng selanjutnya mengenai langkah menuju London sampai sekarang. Semoga bisa memicu semangat dan cita-cita seperti tokoh Ikal dalam Laskar Pelangi yang ingin mengunjungi Edensor di Inggris utara. (Saya sendiri baru mendengar ada kota namanya seperti itu, mungkin nanti mau lihat-lihat juga napak tilas karya Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi). (bersambung)

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Mogok guru se-Inggris

27 Sunday Apr 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Kejadian ini muncul Kamis lalu 24 April. Hampir semua guru negeri di Inggris mogok mendesak kenaikan kesejahteraan mereka. Aksi mogok ini serentak. Anak-anak diliburkan.Artinya dua anak saya yang kelas 7 dan kelas 11 dirumahkan, alias diliburkan. Kebetulan lagi off day jadi sekalian saja liburan di rumah bersama keluarga.Anak-anak juga senang rupanya. Libur karena aksi mogok guru. Saya pun terima dua surat sebelumnya yang berkaitan dengan rencana mogok guru ini.Hari yang sama terjadi unjuk rasa di Trafalgar Square.  Tidak hanya itu di berbagai kota Inggris juga para guru turun ke jalan menuntut perbaikan kesejahteraan, perbaikan gaji mereka.Sambil melihat-lihat file ke belakang, maklum meski liburan jadi sibuk di rumah mengasuh anak-anak, ternyata aksi mogok nasional ini pertama kali dalam 21 tahun ini.Mereka menuntut kenaikan lebih dari 2,44 % gaji tahun ini dan kenaikan 2,3 % lagi pada tahun 2009 dan 2010 yang dijanjikan pemerintah. Mereka menghendaki kenaikan itu dinikmati 4 %.Jumlah guru negeri – tidak masuk swasta – di England (bukan Skotlandia dan Wales) mencapai 462.000 orang.Nah dari hasil pencarian data ke BBC News di England ini terdapat 17.361 SD Negeri,  3.343 setingkat SMP-SMA negeri, 1.078 sekolah khusus.Pertanyaannya berapa gaji guru di Inggris ? Para guru pemula menerima gaji per tahun £20.133 kemudian dipotong pajak. Sedangkan guru di London dapat tambahan £4.000.Guru paling berpengalaman mendapatkan gaji £34.281, setara dengan profesional lainnya.Sedangkan kepala sekolah menerima gaji mulai  £39.525 dan bisa mencapai  £100.000 diluar London.Angka-angka ini memang cukup besar dibandingkan negara lainnya seperti Indonesia. Namun para guru ini tetap berpandangan angka inlfasi dan kenaikan energi menjadikan jumlah nominal semakin kecil. Mereka kompak menuntut perbaikan. Apakah akan berhasil? Biasanya dicapai jalan tengah dari tuntutannya itu.Mudah-mudahan guru di negeri Indonesia tercinta akan lebih baik lagi. Meski terdengar banyak keluhan tidak cukup terutama SD dan SMP, namun aksi mogok ini mudah-mudahan jadi inspirasi untuk perbaikan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d