• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Author Archives: Setiawan

Liputan Lapangan: Wawancara Anwar Ibrahim

25 Sunday Jun 2006

Posted by Setiawan in Gallery

≈ Leave a comment

Setelah Anwar Ibrahim dipecat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia oleh PM Mahathir Mohamad, mata dunia mengarah kepadanya. Bayangkan bahwa seorang wakil perdana menteri yang banyak disebut-sebut sebagai perdana menteri masa depan Malaysia dengan visi yang muda dan energik tiba-tiba di hempaskan.

Waktu masih Kompas, saya ditugaskan meliput huru hara politik Malaysia ini dengan target tentu saja wawancara dengan Anwar Ibrahim. Sudah dapat dibayangkan sulitnya karena semua wartawan akan mengejar dia.

Beberapa langkah telah ditempuh untuk mendekati Anwar dan para pendukungnya.

1. Datang ke rumahnya yang menjadi ajang kampanye melawan ketidakadilan terhadap dirinya. Anwar mengumpulkan banyak orang di rumahnya di Damansari. Rumahnya dan sekitarnya bagaikana pasar dengan orang berjualan berbagai pamflet, kaset, kaos dan cindera mata pro Anwar dan pro demokrasi.

2. Mendengarkan pidato-pidatonya untuk menyerap apa yang menjadi pemikiran dia sekarang menghadapi gejolak politik besar ini. Diperlukan waktu tunggu dari sore sampai malam sekitar tiga sampai empat jam untuk mengikuti dan mendekatinya.

3. Akhirnya setelah pidato dia langsung masuk ke rumah. Nah cara yang ditempuh adalah mendekati sejumlah orang yang diduga pendukung Anwar atau yang bisa menghubungkan kepada para pendukung Anwar. Kebetulan saya bertemu dengan salah seorang yang berdiri di dekat Anwar ketika berpidato dan ternyata dia salah satau tokoh reformasi Malaysia yang dikemudian hari juga ditahan oleh pemerintahan Mahathir. Saya kontak dengan dia dan memberikan kartu nama seraya mengutarakan maksudnya. Dia langsung menanggapi dan menjanjikan akan menghubungi Anwar langsung. Tidak berapa lama kemudian dia masuk dan langsung mengabarkan waktu untuk wawancara.

4. Mendekati orang yang memang menjadi pendukung utama Anwar adalah cara yang jitu untuk mendekati nara sumber utama. Cara ini bisa digunakan sebagai salah satu alternatif bila kita meliput di lapangan dan ingin wawancara seseorang yang penting atau terkenal. Menghubungi ajudan, staf, tangan kanan, kenalan atau anggota kerabatnya bisa digunakan untuk mendekati sasaran.

5. Namun dalam kasus wawancara Anwar ini tahun 1998 meskipun sudah ada janji dan ditentukan waktunya ternyata tidak mudah karena saya harus mencari orang tersebut lagi. Beberapa jam sebelum ketentuan waktu wawancara akhirnya dapat menemui orang tersebut dan menagih janji. Namun tidak mudah juga ternyata karena Anwar super sibuk dan banyak sekali tamunya. Saya akhirnya diajak masuk ke rumah yang ramai sekali dan mendapat waktu tertentu untuk wawancara dia.

6. Setelah wawancara selesai, saya meminta waktu untuk memfoto dirinya dan juga memfoto bersama sebagai dokumentasi. Jangan lupa mengambil foto nara sumber agar dikemudian hari ada bukti soal wawancara itu. Rekaman pun jangan hilang begitu saja setelah laporan diterbitkan.

Masih ada beberapa rincian penting kalau terjun ke lapangan apalagi dengan tugas berat kontak dengan aktor utama pemberitaan dunia. Di lapangan perlu beberapa taktik dan kasus wawancara Anwar ini bisa digunakan. Dalam tips lainnya juga akan dijelaskan bagaimana setelah Anwar ditahan, tugas lainnya adalah wawancara Wan Azizah, istri Anwar yang mau tidak mau menjadi juru bicara reformasi dan membela suaminya. Tidak mudah juga mendekati Wan Azizah sebab rumah Anwar ternyata telah dijaga dan diawasi oleh polisi yang seragam maupun tidak serta tidak mudah lagi mendekati rumahnya.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Lowongan di Trans TV

24 Saturday Jun 2006

Posted by Setiawan in Archive

≈ 376 Comments

Join our innovative and imaginative TRANS TV TEAM !

Our company is one of the prestigious and rapidly growing televisions and aims to be one of the best TV stations in Indonesia. At present, we are looking for:

PRESENTER/REPORTER

Requirements and Qualifications:

Fresh-graduate or experienced

Minimum Sarjana degree

Good looking and good interpersonal skills Good oral and written English Will be stationed in Jakarta Maximum of age: 27 yrs Minimum of height: Male -170 cm; Female – 160 cm Please send your CV and recent photograph (full body and close up) at least July 5, 2006, to:

Human Capital Department, PT Televisi Transformasi Indonesia

Jl Kapt Tendean kav.12-14 A, Jakarta 12790

or e-mail to : hrd.jkt@transtv.co.id

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Tips wawancara dengan nara sumber utama

23 Friday Jun 2006

Posted by Setiawan in Tips Liputan

≈ Leave a comment

Wawancara dengan nara sumber utama seperti tokoh-tokoh nasional negara asing atau tokoh oposisi yang dicari para wartawan dunia.

Saat berkunjung untuk liputan ke Rangoon, salah satu target adalah wawawancara Aung San Suu Kyi. Tentu ini adalah sasaran idel semua wartawan yang ada. Bahkan saat itu di Ranggoon ketika datang sudah ada sedikitnya 200 wartawan mancanegara yang berebut ketemu Suu Kyi yang sudah dibebaskan dari tahanan rumah.

Beberapa langkah yang ditempuh saat itu adalah:

1. Datang ke lokasi rumah Aung San Suu Kyi dimana setiap hari pagi dan sore dia berbicara kepada para pendukungnya. tentu Suu Kyi menggunakan bahasa setempat, jadi yang terdengar adalah pidato dia di belakang pintu gerbang besar dengan speaker seadanya lalu disambut yel-yel para pendukungnya. Begitu terjadi selama beberapa hari. Tentu saja mustahil mendekati Suu Kyi karena tidak hanya wartawan tetapi juga tokoh Liga Nasional untuk Demokrasi dan para biksu mengejarnya.

2. Setelah hadir dalam beberapa kali acara rutin mimbar demokrasi itu, suasana kegembiaraan meliputi jalan yang ada di sekitar rumah Suu Kyi yang terletak di pinggir danau. Nah saat itu adalah bagaimana mendekati para penjaganya yang notabene adalah para pendukung Suu Kyi. Sopir taksi uang disewa sudah diminta bantuan tapi tidak bisa dia melakukan apa-apa.

3. Cari info lewat wartawan lokal dan mancanegara yang Asia atau Eropa sama saja. Beluma da jawaban karena merekapun ternyata sama pikirannya, wawancara eksklusif dengan Suu Kyi. Nah salah satu keunggulan waktu itu tidak ada wartawan Indonesia. Setelah berkenalan tanya sana dan tanya sini, baru menemukan orang Rohingya yang ternyata seorang Muslim. Lewat koneksi ini dan ternyata dia bisa berbahasa Inggris dengan baik, maka saya mulai ngobrol dan mengutarakan niatnya. Ternyata dia paham, lalu berjanji akan menyambungkan saya dengan para penjaga karena dia bisa berbahasa lokal. Kenalan inilah yang menjadi pembuka untuk komunikasi kedalam. Maka diajaknya saya mendekati gerbang setelah acara pidato berapi-api selesai. Dia lalu berbicara, bahwa ada wartawan dari Indonesia ingin wawancara dengan Suu Kyi lalu surat saya dari kantor diserahkan dan juga kartu nama. Penjaga yang masih belia itu lalu menerima surat itu dan dimasukkan kedalam untuk diproses.

4. Tentu saja jauh dari optimis bisa bertemu dengan Suu Kyi yang dikerumuni wartawan seluruh dunia. Keesokan harinya dicek lagi ke pintu mengenai jadwal wawancara dan ternyata hasilnya nihil. Begitu terus dicek dan akhirnya keluar informasi  Kompas dijadwalkan wawancara agak sore !

5. Setelah menulis laporan setiap hari yang dikirim melalui faks dari hotel, dan susahnya setengah mati karena harus dicek ulang ke Jakarta, maka disiapkan sedertan pertanyaan. Alat perekam juga dipersiapkan dan tidak lupa koran Kompas dengan foto Suu Kyi dan kamera.

6. Ternyata setelah diijinkan masuk kedalam, saya merekam semua keadaan itu mulai dari kantor penjaga dekat pintu gerbang, ada kantor dekat rumah Suu Kyi dan Rumahnya yang kusam dipinggir pantai. Cukup luas. Akhirnya bisa berjumpa di dengan Suu Kyi dan bisa mengadakan wawancara dengan santai, malah dia masih memberikan banyak waktu walaupun tentu semua pertanyaan sudah selesai dijawab dengab singkat dengan bahasa Inggris yang lancar.

7. Setelah wawawancara berfoto bersama dan mengambil beberapa foto Suu Kyi sebagai dokumentasi. Dia tampak sudah terbiasa menerima wartawan beberapa hari setelah enam tahun dalam tahanan rumah, tidak diijinakn bertemu siapapun.

Demikian sekilas tips wawancara, ada beberapa tips lagi wawancara dengan beberapa tokoh seperti Anwar Ibrahim dan Nur Misuari.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d