Dream as if you’ll live forever, live as if you’ll die today. James Dean.
Hari ini adalah hasil mimpi kemarin, dan masa depan tergantung mimpi hari ini. Demikian diungkapkan seorang bijak mengenai perlunya seseorang itu bermimpi sukses dan bahagia.Alam pikiran ini sangat menentukan. Gerak dan langkah kita ditentukan oleh keberhasilan kita bermimpi yang tinggi. Bermimpilah Anda sukses dalam karir. Bermimpilah Anda kaya raya dan bermimpilah Anda berhasil dalam membina keluarga.Semua mimpi ini akan mendorong kita lebih energik, lebih positif dan lebih tahan banting. Orang yang tidak memiliki mimpi masa depan, tidak layak menjadi pemimpin.Para Nabi dalam kitab suci diungkapkan bermimpi yang kemudian ditafsirkan dengan indah. Nabi Yusuf bermimpi mengenai tujuh ekor sapi gemuk dan tujuh ekor sapi kurus. Dengan mentakwilkan mimpi ini, diaplikasikan oleh Nabi Yusuf maka Mesir selamat dari bahaya kelaparan yang ganas.Jadi hiasilah mimpi Anda dengan sukses masa kini niscaya akan berhasil hidup Anda.
“To dream anything that you want to dream. That’s the beauty of the human mind. To do anything that you want to do. That is the strength of the human will. To trust yourself to test your limits. That is the courage to succeed. Bernard Edmonds.
Tampak Farid Hussain (ketiga dari kanan) bersama Hamid Awaludin dan Sofyan Djalil.Nah ternyata sesudah buku itu terbit, saya berkesempatan berbincang dengan penulisnya untuk rubrik Kabar Buku BBC. Dia adalah Farid Hussain, mantan Wakil Menko Kesra dan sekarang sebagai pejabat tinggi di Departemen Kesehatan.Yang menarik dari wawancara dengan Farid Hussain adalah pendekatan penyelesaian masalah konflik itu diawali dengan cara dokter mendeteksi penyakit. Dia melakukan diagnosa dulu lalu dicarikan penyakitnya. Dia melangkah dengan latar belakang sebagai dokter untuk menyelesaikan persoalan rumit yang tidak bisa ditangani diplomat konvensional bahkan para petinggi di Indonesia.Dia mulai melangkah ke kawasan Benhil di Jakarta sampai melanglangbuana mulai dari Singapura, Malaysia, Swedia sampai ke Finlandia dimana kesepakatan damai dicapai. Dia juga datang ke hutan di Aceh bertemu dengan Panglima GAM Sofyan Daud. Semuanya dilakukan di belakang layar dengan hotline kepada Yusuf Kalla yang kemudian menjadi Wakil Presiden.Berikut ini dapat Anda nikmati dalam