• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Author Archives: Setiawan

Mogok guru se-Inggris

27 Sunday Apr 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ Leave a comment

Kejadian ini muncul Kamis lalu 24 April. Hampir semua guru negeri di Inggris mogok mendesak kenaikan kesejahteraan mereka. Aksi mogok ini serentak. Anak-anak diliburkan.Artinya dua anak saya yang kelas 7 dan kelas 11 dirumahkan, alias diliburkan. Kebetulan lagi off day jadi sekalian saja liburan di rumah bersama keluarga.Anak-anak juga senang rupanya. Libur karena aksi mogok guru. Saya pun terima dua surat sebelumnya yang berkaitan dengan rencana mogok guru ini.Hari yang sama terjadi unjuk rasa di Trafalgar Square.  Tidak hanya itu di berbagai kota Inggris juga para guru turun ke jalan menuntut perbaikan kesejahteraan, perbaikan gaji mereka.Sambil melihat-lihat file ke belakang, maklum meski liburan jadi sibuk di rumah mengasuh anak-anak, ternyata aksi mogok nasional ini pertama kali dalam 21 tahun ini.Mereka menuntut kenaikan lebih dari 2,44 % gaji tahun ini dan kenaikan 2,3 % lagi pada tahun 2009 dan 2010 yang dijanjikan pemerintah. Mereka menghendaki kenaikan itu dinikmati 4 %.Jumlah guru negeri – tidak masuk swasta – di England (bukan Skotlandia dan Wales) mencapai 462.000 orang.Nah dari hasil pencarian data ke BBC News di England ini terdapat 17.361 SD Negeri,  3.343 setingkat SMP-SMA negeri, 1.078 sekolah khusus.Pertanyaannya berapa gaji guru di Inggris ? Para guru pemula menerima gaji per tahun £20.133 kemudian dipotong pajak. Sedangkan guru di London dapat tambahan £4.000.Guru paling berpengalaman mendapatkan gaji £34.281, setara dengan profesional lainnya.Sedangkan kepala sekolah menerima gaji mulai  £39.525 dan bisa mencapai  £100.000 diluar London.Angka-angka ini memang cukup besar dibandingkan negara lainnya seperti Indonesia. Namun para guru ini tetap berpandangan angka inlfasi dan kenaikan energi menjadikan jumlah nominal semakin kecil. Mereka kompak menuntut perbaikan. Apakah akan berhasil? Biasanya dicapai jalan tengah dari tuntutannya itu.Mudah-mudahan guru di negeri Indonesia tercinta akan lebih baik lagi. Meski terdengar banyak keluhan tidak cukup terutama SD dan SMP, namun aksi mogok ini mudah-mudahan jadi inspirasi untuk perbaikan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Fenomena Setengah Juta Eksemplar Laskar Pelangi

21 Monday Apr 2008

Posted by Setiawan in Archive, Books

≈ 2 Comments

Andrea Hirata dalam pameran buku di Malaysia awal April ini mengatakan Laskar Pelangi telah laku setengah juta eksemplar ! Kabar baru mengenai dunia buku Indonesia dan segala kemungkinan bisa terjadi. Tidak ada penjelasan logis mengenai mengapa buku itu laku. Ya memang tidak pernah ada yang bisa tahu sebuah buku akan laku.Selangkapnya bias didengar di You Tube.Andrea adalah fenomena seperti halnya Habbiburahman El Sirazy, penulis baru berlatar belakang pengalaman global. Penulis ganre baru yang melanglangbuana melihat dunia lebih luas lalu dituangkan dalam sebuah novel yang cantik.Sepulang dari Indonesia dalam perjalanan pesawat ke London saya membaca separuh buku Laskar Pelangi. Perjalanan dua belas jam pesawat memang bukan waktu pendek, sebagian waktu dihabiskan memelototi buku ini.Ada beberapa komentar ingin saya tulis. Pertama, pengalaman pribadi Laskar Pelangi yang dituturkan si ikal memang sebuah kisah yang mendekati pengalaman pribadi. Potret pengalaman pribadi di Pulau Belitong yang mengkontraskan kaya dan miskin, kejayaan dan kelemahan, kekukuhan, tekad keras dan cita-cita yang ditanamkan untuk kelua dari dunia yang suntuk.Kedua, Andrea Hirata berhasil menggambarkan situasi kemiskinan yang dikontraskan dengan juragan timah PN yang kaya dan hebat. Plot seperti ini memang memberikan motivasi kepada pembaca yang menginginkan sekolah miskin Muhammadiyah dimana Laskar Pelangi berada bisa mengalahkan Goliath PN Timah dan jajarannya.Ketiga, Andrea Hirata menguraikan novelnya dalam sebuah bahasa penuturan yang kontemplasi, memberikan ruang bahasa dialog yang singkat tapi kuat – misalnya ketika pertandingan cerdas cermat di bagian penghujung buku – sehingga pembaca bisa berkhayal sangat luas.Keempat, tidak seperti novel lainnya, Andrea juga menyisipkan pesan-pesan moral dan bahkan pelajaran moral dari perjalanan hidup karakter si ikal dalam buku ini.Kelima, ketika terjadi dialog dan perenungan, Andrea tidak semata-mata berkhayal tetapi mendasarkan pada pengetahuan luas dan mendalam soal sains yang menjadi minatnya padahal dia seorang ekonom by education.  Nuansa menambah sisipan keilmuan ini menambah bobot Laskar Pelangi yang cukup tebal.Keenam, tetralogi sebuah perjalanan Laskar Pelangi dalam empat jilid merupakan sebuah kunci keberhasilan lainnya sehingga pembaca seperti halnya penggemar Harry Potter harus menempuh perjalanan delapan tahun menyelesaikan semua bukunya ! Andrea tidak perlu membuat novel lainnya, cukup tetralogi untuk menyerap semua pandangan filosif dan praktis dari Andrea dari Belitong.Saya pernah mengulas buku Sang Pemimpi dengan Andrea Hirata, sementara bisa didengarkan dulu di sini

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Dengan (sedih) kembali ke London

20 Sunday Apr 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 1 Comment

Sekitar 10 hari berkeliling beberapa kota di Indonesia, sungguh sangat menyenangkan dan sekaligus menyedihkan. Menyenangkan karena bisa berjumpa dengan kerabat dekat dan jauh. Menikmati udara Jakarta yang panas dan mencicipi hidangan Indonesia asli di daerah asalnya.Sebagai orang Melayu memang kangen akan kampung halaman sangat kuat, dibandingkan misalnya bangsa dari Asia Selatan yang berada di Inggris berpuluh-puluh tahun. Kunjungan ka Indonesia kali ini memang dalam urusan kerjas bukan untuk pelesir sehingga tidak bisa semua dinikmati. Tadinya juga ingin mengambil foto Indonesia yang asri di beberapa daerah tidak bisa juga dilakukan dengan cepat.Sedih tentu saja karena singkatnya kangen-kangenan di Indonesia belum terpuaskan. Singkat dan harus kembali ke London. Bagi mereka yang pernah merasakan lama di luar Indonesia mungkin hal ini bisa dirasakan juga. Maunya lama dulu di Tanah Air, berkeliling sampai puas baru melanjutkan tugas lainnya. Ini idealnya, tapi nggak bisa juga.Sampai ke bandara udara Heathrow di London seperti pulang kampung meski sebenarnya tidak juga.  Penerbangan lebih dari 12 jam di udara menambah kurang nyamannya bepergian jauh sampai ke sebuah negeri di Eropa ini.Mudah-mudahan, di masa datang memang bisa sering bolak balik sehingga lebih banyak belajar dari Indonesia yang sangat dinamis dan bahkan bersifat dinamit (mau meledak-ledak).Saya ingin menuliskan lebih panjang lagi kesan berkeliling ke Yogyakarta, Surabaya dan Banjarmasin, serta tentu menikmati novel Laskar Pelangi jilid pertama. Belum tamat tapi asyik juga juga,

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
%d