• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • RoomHLNKI
  • Academic Profile

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Author Archives: Setiawan

Kemerdekaan dan kemiskinan

27 Wednesday Aug 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

(tulisan ini sebenarnya berkaitan dengan 17 Agustutan-an tapi sudah terlambat)Kalau kita menengok ke sekeliling terutama di perkotaan, kesan tampak memang gemerlap bangunan dan mall. Tidak hanya itu, mall, hypermarket dan segala bentuk supermarket ini selalu penuh. Bernakah itu hasil kemerdekaan selama 63 tahun itu?Sebagian memang demikian.Namun mayoritas masih berada di bawah garis kemiskinan. Inilah yang lebih dirasakan dari sekedar gebyar upacara dan acara kemerdekaan.Bagaimana keluar dari kondisi ini ? Inilah pertanyaan sangat penting kalau melihat nasib kebanyakan masyarakat Indonesia di tengah kekayaan alam yang luar biasa.Kalau melihat kebiasaan dan budaya di Indonesia perbaikan tampaknya harus dimulai dari kelas elit baik dari ekonomi, militer, politik dan bahkan mungkin budaya serta pendidikan.Sayangnya sampai sekarang sebagian kalangan elit ini tidak memuaskan untuk menjadi pemimpin yang benar-benar diikuti masyarakat. Tampaknya harus menunggu sebelum kalangan inti elit ini benar-benar dedikasinya untuk kemajuan negeri bukan memperkaya diri dan kerabatnya.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Berharganya Busway di Jakarta

13 Wednesday Aug 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ 1 Comment

Tags

bus, jakarta, komuter, transportasi

Bagi yang sudah lama meninggalkan kota Jakarta – sekitar tujuh tahun absen dari deru dan debu ibu kota – busway yang pernah dicemoohkan memang cukup penting. Setidaknya jika seseorang yang menggunakan angkutan umum berangkat dari Semanggi untuk mencapai Bundaran HI tidak perlu bersusah payah lagi.Taksi bukan penyelesaian tapi malah bikin macet. Apalagi kendaraan pribadi, tambah macet Jakarta. Sementara angkutan umum seperti Metro Mini atau bus kota tidak nyaman dan kadangkala tidak aman, karena sudah menjadi rahasia umum tempat beroperasi copet.Busway dengan tarif Rp 3500 memang merupakan sebuah alternatif penting bergerak dari satu titik ke titik lain. Tidak hanya dari Semanggi tetapi jika bepergian sore hari atau malam di jam-jam macet jalan, busway jadi alternatif berharga. Jika kita naik taxi pun menempuh jalan Thamrin dan Sudirman pada jam 1900 maka kita tidak bisa dengan mudah menembus jalan yang dijejali motor, mobil dan bus.Meski busway ini penting, tapi banyak yang lebih memilih kendaraan pribadi. Ini mungkin terkait dengan kebiasaan yang sudah lama. Di negara-negara lain, angkutan umum menjadi pilihan untuk berjalan ke dan dari kantor. Selain kebiasaan tentu saja mungkin gengsi.Namun ini harus dibayar mahal dengan polusi udara yang pekat membahayakan semua penduduk Jakarta, biaya bahan bakar yang besar karena macet terus setiap hari dan tentu juga secara ekonomis sangat berat.Bagi seorang yang pernah menjadi bagian dari sekitar 3,5 juta komuter yang datang dan pergi dari pusat kota London, kelemahan mencolok adalah memang transportasi umum. Singkatnya kendaraan umum di Jakarta dan sekitarnya tidak teramalkan datang dan perginya.Pengguna kendaraan umum menjadi warga kelas tiga barangkali karena sebagian besar memilih kendaraan pribadi. Bahkan suatu kali saya menyaksikan langsung seorang yang naik sedan marah-marah kepada sopir bus kota di depan Komdak dengan alasan mobilnya tersenggol. Padahal jelas dia yang salah mau menyalip. Mungkin seorang oknum penguasa yang berani memarahi sopir bus kota yang tampak ketakutan. Malah semua penumpang diperintahkan turun gara-gara mereka protes dengan ulah oknum tersebut. Begitulah gambaran sedikit naik angkutan umum di Jakarta.Di London penumpang angkutan umum dimanjakan dan diutamakan. Bahkan pengguna kendaraan pribadi yang masuk tengah kota dikenakan biaya cukup mahal lebih dari lima poundsterling sekali masuk, belum biaya parkir yang sangat mahal.Untuk jangka panjang, ini pikiran saya, harus dipikirkan setelah busway adalah memperbanyak dan memperluas jaringan kereta api yang sudah ada. Ide monorail memang ideal meski sulit dipraktekan untuk jangka panjang. Namun sebuah keniscayaan bahwa transportasi berbasis kereta rel ini harus diwujudkan, kalau tidak penduduk jakarta bisa habis umurnya kena macet di jalan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Menyemai Impian, Meraih Sukses Mulia

28 Monday Jul 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ 1 Comment

Apakah Anda punya mimpi yang besar saat ini? Jangan takut bermimpilah yang indah, yang besar dan yang luas. Jangan khawatir dengan impian Anda. Itulah kira-kira pesan Jamil Az Zaini dalam bukunya  Menyemai Impian, Meraih Sukses Mulia.Jamil Az Zaini membuktikan dengan pengalaman hidupnya sendiri bahwa masa kecil yang bermimpin indah menuntunnya sukses meraih impian.Berbeda dengan beberapa buku mengenai cerita sukses, Jamil Azzaini mencoba merangsang pembaca untuk terbangkitkan semangatnya. Dia menuturkan dengan gaya yang enak dibaca.Buku mengenai kisah-kisah inspiratif yang berasal dari pengalaman higup ini tampaknya sedang menjamur di Indonesia. Menurut salah seorang pembaca Menyemai Impian ini, Lies Sudiarti, penuturan dalam buku ini mudah dipahami.

Sementara , Farid Poniman yang menulis katar pengantar dalam buku ini menyebutkan, Jamil Azzaini bisa mencantumkan skema pemikirannya dalam buku ini.

Dengarkan selengkapnya dalam Kabar Buku BBC

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...
 

    %d