Tags

, ,

Penambahan kasus Covid-19 harian di Indonesia mencapai rekor tertinggi 2.657 kasus baru, pada Kamis (09/07). Tambahan terbesar dari klaster Sekolah Calon Perwira-Secapa AD di Bandung, Jawa Barat

Penambahan kasus baru harian positif virus corona ini mendorong jumlah keseluruhan kasus positif di Indonesia mencapai 70.736 orang.

Demikian dimuat di BBC Indonesia.

Data baru itu menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia belum selesai, bahkan belum mencapai puncaknya.

Brebagai langkah telah dicoba namun sikap tidak disiplin dan tidak hati-hati masyarakat menyebabkan kebijakan transisi PSBB atau bahkan bebas dari PSBB menjadi sia-sia.

Sudah diketahui umum bahwa gejala virus corona ini tidak bisa diketahui setelah 14 hari. Menuju hari ke-14 apabila badan seseorang sehat dan fit, gejala hampir tidak akan kelihatan. Kecuali, manusianya berumur lansia baru gejala itu akan terlihat secara kasat mata.

Kondisi inilah yang kemudian karena sikap tidak hati-hati, memudahkan dan serba santai menyebabkan pembendungan Covid-19 ini menjadi sangat sulit. Dan apabila ini terus berlanjut, ketika negara lain sudah bersiap pulih Indonesia kemungkinan akan terlambat. Dan jika terlambat konsekuensinya banyak.

Yang pertama tentu korban akan bertambah lagi, saat ini saja 10 Juli 2020 sudah mencapai 3.469. Di Asia Tenggara situasi di Indonesia jelas masuk kategori paling parah.

Konsekuensi lainnya, rumah sakit dan fasilitas kesehatan akan kewalahan melayani pasien sementara tenaga kesehatan juga terbatas.

Lebih lagi pada kegiatan ekonomi akan semakin lama terhambatnya dan semakin parah dampaknya. Kalau seandaianya kuartal pertama saja sudah turun dua persen maka ancaman pemulihan tahun depan semakin jauh dari harapan.

Selain ekonomi kehidupan sosial seperti pendidikan juga akan mengalami kesulitan baru. Sementara negara lain sudah memprediksi September akan dibuka lagi sekolah dengan protokol kesehatan, Di Indonesia dengan situasi yang tidak disiplin mungkin akan mundur lagi.