Pernyataan Liga Nasional untuk Demokrasi atau LND bahwa pemilu sela mereka menangkan merupakan sebuah perkembangarn baru yang luar biasa. Saat tahun 1990, LND memenangkan pemilu militer yang merasa terganggu kepentingannya langsung menyatakan pemilu tidak sah dan LND disingkirkan. Pemimpinnya yang masih muda saat itu Aung San Suu Kyi langsung diberangus lebih dari sepuluh tahun. Tahanan rumah, tahanan penjara dan berbagai pembatasan tidak menyurutkan Suu Kyi untuk berhenti dalam mengkampanyekan demokrasi di Myanmar.

Kini dalam pemilu sela partai Suu Kyi mengklaim kemenangan maka era baru memasuki Myanmar. Suu Kyi juga bahkan sudah menunjukkan niat baiknya dengan ikut memberikan suara, sesuatu yang di tentang sejak lama karena pemilihan di Myanmar hanya seremoni belaka untuk menunjukkan demokrasi ke dunia. Kini dengan semakin terbukanya Myanmar kepada Barat maka peluang baru bagi negara yang dikungkung militer ini bisa lepas dari krisis politiknya.

Menunggu 20 tahun memang bukan waktu yang sebenar. Bagi Suu Kyi inilah momentum untuk membawa Myanmar kembali sebagai lumbung padi di Asia Tenggara dan sumber daya unggul bagi dunia. Sekjen PBB U Than kalau tidak salah tahun 1960-an berperan besar di panggung internasional berasal dari Burma waktu itu.

Sekarang tinggal menunggu reaksi apakah rejim militer mau mengijinkan Suu Kyi dan LND berkiprah dalam perpolitikan Myanmar, tidak hanya sekedar basa-basi dari demokrasi. Respons militer ini akan menentukan seberapa besar ruang demokrasi itu bisa dipraktekan LND dan tokoh-tokohnya di negeri yang baru membuka diri ini. ***