kawahputihHal paling mengecewakan dari pengelolaan Kawah Putih adalah manajemen tidak pernah memberitahukan kepada publik atau minim sekali pemberitahuannya sehingga banyak orang kecele.Dalam era industri pariwisata menjadi bagian dari perkembangan ekonomi penduduk pinggiran kota, langkah itu memang kontradiktif.Ada dua versi dari penutupan itu. Pertama, yang resmi bahwa sedang diadakan penataan seperti terlihat dalam pengumuman di pintu masuk. Tidak jelas apa yang disebut penataan dan berapa lama akan selesai.Kedua, adanya konflik antara pemilik lahan yakni Kementerian Kehutanaan dengan para pedagang kaki lima yang berjubel di pinggiran kawah. Mereka katanya akan ditertibkan (diusir ?) dari kawasan itu karena setelah tragedi longsor dikhawatirkan akan berulang di daerah Kawah Putih. Kalau melihat lokasi parkir dan para pedagang memang mereka berada di bibir dari kawah itu sehingga potensi bencana bisa juga terjadi. Alternatifnya mungkin dipindahkan ke bawah atau dibatasi jumlahnya.Mungkin pengelola kawasan wisata ini harus lebih sigap mengantisipasi kedatangan wisatawan luar kota yang berhadap melihat Kawah Putih tetapi dikecewakan tanpa penjelasan memuaskan. Jika penertiban berlangsung berapa lama? Satu atau dua bulan? Atau umumkan saja bulan tertentu akan dibuka lagi.Jika memang jalannya sedang diperbaiki, bukankah bisa dikerjakan secara bertahap.Banyak yang tidak terjawab dan banyak yang tidak jelas.Dalam kunjungan sebelumnya ke Kawah Putih, tidak ada kejadian mengherankan seperti ini. Dengan lokasi jauh dari pusat kota Bandung, perjalanan cukup melelahkan, maka sudah waktunya Kawah Putih itu ditertibkan dengan cepat atau ditutup saja kalau memang pengelola tidak mampu dan diserahkan saja ke swasta untuk memantau keselamatan para pengunjung.