Tags

dprKalau meminjam almarhum Gus Dur, anggota DPR itu seperti anak-anak TK. Ribut melulu dan kadang bersitegang.Ungkapan Gus Dur berulang ketika Ketua DPR Marzuki Alie menutup sidang Paripurna DPR untuk dilanjutkan hari Rabu membahas rekomendasi Pansus Century. Keributan itu hampir melahirkan baku hantam kalau tidak dilerai oleh sejumlah orang. Ketika putusan itu dibuat sejumlah orang sudah protes dan mengambil microphone untuk menyatakan agar Ketua diturunkan.Sikap sejumlah anggota DPR itu menunjukkan tidak matangnya perilaku kenegaraan mereka. Sikap emosional, ingin menang saja tanpa memperlihatkan etika muncul kembali. Ini juga menunjukkan betapa para politisi DPR ini tidak bertindak elegan, jauh dari sikap yang beretika.Lalu apa yang mereka kehendaki semuanya? Bukankah kepentingan rakyat dimana harga-harga sembako, pengadaan perumahan dan bahaya bencana alam seharusnya yang menjadi fokus kerja mereka? Semuanya mengurus Century sehingga energi mereka habis hanya untuk bersitegang soal-soal yang sebenarnya bisa diputuskan dengan cepat.Masih ada satu hari lagi sidang Paripurna DPR dan masih ada kesempatan memperlihatkan etika dan ahlak yang lebih baik. Memang perbedaan pendapat seperti di DPR sering membuat panas kepala namun jangan sampai terjadi perang mulut dan fisik yang tak berkesudahan.Jika satu kubu menginginkan agar ada yang dijatuhkan karena Pansus Century ini, sudah menjadi bagian dari demokrasi lakungan voting. Jika voting kalah masih bisa dilakukan lobi atau upaya pendekatan lainya kepada masyarakat. Tidak dengan ngotot di ruang sidang.