• Home
  • About
  • International Relations
    • Journal Articles
    • Books
  • Journalism
    • Karya Jurnalistik
  • Commentary
  • Lecture
    • Politik Luar Negeri Indonesia
    • Pengantar Hubungan Internasional
    • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Academic Profile
  • RoomHLNKI

Jurnal Asep Setiawan

Jurnal Asep Setiawan

Monthly Archives: July 2008

Bertemu Soni Farid Maulana

16 Wednesday Jul 2008

Posted by Setiawan in Archive, Blog

≈ 4 Comments

Bertemu Soni Farid Maulana di dunia maya mengingatkan akan kehadirannya di tanah kelahiran Tasikmalaya. Roni kalau tidak salah adalah adik Soni, dia teman satu SMA. Rumah kami pernah berdekatan. Dulu Soni kurus sekarang wah sudah menjadi penyair tenar badannya gemuk.Saya teringat masa lalu ketika Soni sudah sejak belia terus menulis puisi. Sajak-sajaknya yang aneh kedengarannya pada waktu itu mungkin menjadi bahan perbincangan. Namun Soni kelihatan tidak pernah berhenti menulis puisi.Pengasahan puisinya semakin dalam, semakin mengalir dan semakin memikat. Perjalanan penulisan terus menerus bergumul dengan syair puisi ini menjadikan para pembacanya merasakan kemanusiaan yang utuh. Rasa seni yang merangsang emosi di tengah kegersangan hidup karena tekanan ekonomi dan politik yang menyesakkan.Sajak-sajak Soni – seperti halnya penyair yang berkutat dengan tema sosial – memberikan oase segar terhadap perjalanan keseharian yang kadang membosankan, melelahkan dan mungkin untuk tingkat tertentu menakutkan. Sajak menjadikan kemanusiaan ini menjadi utuh kembali, mereguk untaian kata yang segar untuk dinikmati. Pantas di negara maju dan di dalam peradaban lama, penulis sajak dan penyair menempati posisi terhormat dalam masyarakat. Tidak lain karena memang sajak menghidupkan peradaban suatu bangsa.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Perjalanan

15 Tuesday Jul 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Coba kita menengok ke belakang, sudah berapa jauh perjalanan kita? Sudah berapa banyak perbekalan yang dihabiskan dan tinggal berapa bekal kita? Cukupkah bekal itu untuk sampai tujuan dari perjalanan ini?Perjalanan hidup kita kadang melalui jurang dan ngarai. Tidak jarang harus mendaki berpeluh keringat di tengah panas terik. Atau ketika hujan deras dan salju menerpa kita yang mengharuskan perjalanan itu diteruskan.Ada kalanya kita memang melakukan perjalanan dengan tenang dan gembira. Tertawa dan tersenyum menyertai kita dalam perjalanan kehidupan ini.Perjalanan ini memang disertai dengan tawa dan tangis. Seharusnya memang kita menyadari itu. Tidak selamanya jalan yang kita tempuh bertaburan bintang dan pujian. Bahkan kadangkal celaan dan kecaman yang ada di hadapan kita.Oleh karena itulah kita semestinya memiliki prinsip dasar dalam mengarungi jalan kehidupan. Prinsip hidup inilah yang digali dari nilai ruhani yang kita miliki. Niscara perjalana itu akan tambah berarti karena kita memiliki tujuan yang indah dan penuh dengan harapan. Sasaran kehidupan itulah yang membuat perjalanan meski dihadang kesulitan menjadi sedemikian indah dan bermakna.Akhir perjalanan pasti akan ditemui setiap orang. Harapan dan keindahan dalam akhir perjalanan inilah yang menjadi dambaan semua orang.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...

Yang abadi adalah perubahan

10 Thursday Jul 2008

Posted by Setiawan in Archive

≈ Leave a comment

Tadi di kantor baru menghadiri pertemuan sejumlah editor dengan bos BBC World Service. Dari pertemuan yang teringat adalah perubahan selalu terjadi. Tidak ada yang bisa terjadi selain perubahan. Persaingan antar media, perubahan kebiasaan pendengar, berkembangnya teknologi komunikasi, semuanya menuntut perubahan.Banyak hal bisa dicatat dari pertemuan itu.Pertama, perubahan senantiasa terjadi, dikehendaki atau tidak. Kita biasanya sudah terbiasa dengan zona nyaman sekarang ini. Kalau sudah demikian, maka kita biasanya takut akan perubahan. Perubahan akan mengancam kue kenyamanan kita. Inilah pangkal dari kemunduran dan kekalahan, biasanya. Diterima atau tidak perubahan akan selalu terjadi. Bahkan usia kita berubah, detika bergerak dan satu atau dua menit lalu berbeda dengan saat ini. Mental kita harus dipersiapkan dengan prinsip bahwa perubahan akan senantiasa mengikuti kita dan kita harus siap dengan perubahan.Kedua, antisipasi perubahan dengan melihat berbagai kemungkinan. Kadang-kadang ketika berubah ada ketidaknyamanan. Kebiasaan mungkin berubah. Jatah makanan mengecil. Pekerjaan menjadi lebih sulit. Situasi tidak enak. Semuanya mungkin dilihat dari kacamata negatif. Maka kita seharusnya melihat berbagai kemungkinan dengan tangan terbuka.Ketiga. senangi perubahan. Jika kita tidak menyukai perubahan dan pergeseran maka akan ada sikap resisten dari kita untuk menolak perubahan. Jadikanlah perubahan itu sebuah peluang, sebuah harapan, bukan kemalangan atau kesulitan.Keempat, meski memang perubahan sebuah keniscayaan tetapi ada juga beberapa prinsip dalam kehidupan yang tidak berubah. Akui bahwa ada satu hukum yang ajeg yang juga sama kuatnya dengan perubahan. Matahari selalu terbit dari timur untuk sebagian besar wilayah di muka bumi. Ini salah satu contoh.Sebenarnya masih banyak catatan yang bisa ditambah mengenai renungan dari sebuah pertemuan itu. Namun sudah empat poin dulu untuk mengingatkan kita bahwa perubahan adalah sebuah keniscayaan.

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on LinkedIn (Opens in new window) LinkedIn
  • Email a link to a friend (Opens in new window) Email
  • Print (Opens in new window) Print
Like Loading...
← Older posts
Newer posts →

Recent Posts

  • Bencana Alam di Sumatera: Pemicu dan Solusi Berkelanjutan
  • Statecraft 3.0: AI dan Masa Depan Diplomasi
  • Perang Dagang Amerika-China 2025: Analisis Implikasi terhadap Ekonomi Asia Tenggara
  • Strategi Palestina Pasca Pengakuan Internasional
  • Perjuangan Palestina: Dari Pengakuan ke Kedaulatan Efektif

Archives

Categories

My Tweets

Pages

  • About
  • Academic Profile
  • Bahasa Inggris Diplomasi
  • Karya Jurnalistik
  • My Books
  • NEWSROOM-HLNKI
  • Pengantar Hubungan Internasional
  • Politik Luar Negeri Indonesia
  • RoomHLNKI

Create a website or blog at WordPress.com

  • Subscribe Subscribed
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Already have a WordPress.com account? Log in now.
    • Jurnal Asep Setiawan
    • Subscribe Subscribed
    • Sign up
    • Log in
    • Report this content
    • View site in Reader
    • Manage subscriptions
    • Collapse this bar
 

Loading Comments...
 

    %d