Merantau sering dikiyaskan sebagai perjalanan dari satu tempat ke tempat lain secara fisik. Ternyata merantau tidak hanya sekedar perjalanan badani. Merantau bisa juga merupakan perjalanan pemikiran, dari abad satu ke abad lain. Merantau bisa diartikan penjelajahan antar bangsa mengenal berbagai pemikiran di dunia.Lebih dari itu merantau sebenarnya perjalanan spiritual, mengenali makna hidup. Secara badaniah bisa saja perjalanan ruhani ini tidak beranjak dari rumah. Namun esensi perantauan itulah yang menjadikan jiwa ini berwawasan luas dan kaya.Itulah makna kumpulan cerpen karya Gus TF Sakai, Perantau. Cerpen, kata Gus TF Sakai mampu memberi ruang kepada pembacanya untuk bebas berimajinasi. Cerpen meski pendek memberikan peluang bagi penggemarnya meluaskan cakrawala pemikirannya.Gambar dan sedikit Gus TF Sakai lihat di Mantagisme